Uptodai.com - Ketergantungan AC Milan pada dua pilar utama di lini depan tampaknya mulai terkikis. Setelah bermain imbang 1-1 melawan Fiorentina di Artemio Franchi, muncul harapan baru dari kedalaman skuad, terutama pada sektor AC Milan lini serang Nkunku.

Hasil pekan ke-20 Serie A 2025/2026 itu memang terasa kurang maksimal, mengingat Milan gagal membawa pulang tiga poin. Namun, cara gol penyeimbang tercipta di menit akhir memberikan sinyal perubahan taktis yang signifikan dan menunjukkan bahwa Rossoneri kini memiliki lebih banyak opsi untuk memecah kebuntuan.

Sebelum gol penyama kedudukan hadir, Milan sebetulnya tidak tampil efektif, terutama melihat Christian Pulisic yang menyia-nyiakan tiga peluang emas yang biasanya berbuah gol. Sementara itu, Rafael Leao yang masuk dari bangku cadangan juga gagal memberikan dampak instan seperti biasanya.

Variasi Serangan Baru: Peran Vital Niclas Fullkrug

Justru, tiga peluang paling berbahaya Milan dalam pertandingan tersebut datang dari kontribusi Niclas Fullkrug yang diposisikan sebagai penyerang tengah. Penyerang yang direkrut pada jendela transfer Januari ini mulai menunjukkan pendekatan berbeda yang memberi ruang bagi pemain lain untuk terlibat dalam skema serangan.

Fullkrug menjalankan peran yang sangat disiplin dan sederhana, berbeda dengan gaya penyerang Milan yang mengandalkan kecepatan. Ia bertugas menahan bola membelakangi gawang lawan, memainkan umpan satu-dua cepat, dan membuka jalur bagi Pulisic untuk menusuk ke belakang garis pertahanan.

Pendekatan ini menunjukkan bahwa Massimiliano Allegri kini mencari variasi serangan yang tidak melulu bergantung pada kecepatan sayap. Kehadiran Fullkrug memberikan dimensi fisik dan kemampuan holding play yang sangat dibutuhkan untuk membongkar pertahanan rapat lawan.

Christopher Nkunku Memberi Kontribusi Instan

Di sisi lain, Christopher Nkunku membuktikan bahwa ia adalah solusi instan yang bisa mengubah jalannya pertandingan. Pemain yang sempat menerima kritik pedas sejak kedatangannya di musim panas lalu itu masuk sebagai pemain pengganti dan langsung menyambut bola di dalam kotak penalti.

Dengan satu sentuhan akurat, Nkunku melepaskan tembakan kaki kanan ke tiang dekat yang gagal diantisipasi kiper lawan. Gol yang terjadi pada menit ke-90 itu menjadi momen krusial, tidak hanya menyelamatkan Milan dari kekalahan, tetapi juga meningkatkan kepercayaan diri Nkunku.

Kehadiran Fullkrug dan Nkunku kini memberikan alasan kuat bagi Allegri untuk tidak lagi hanya mengandalkan Leao dan Pulisic sebagai satu-satunya sumber gol. Kedalaman skuad menjadi kunci penting dalam persaingan ketat di Serie A.

Dilema Taktik Massimiliano Allegri untuk Laga Berikutnya

Menghadapi dua laga berikutnya melawan Como dan Lecce, Taktik Massimiliano Allegri kini dihadapkan pada pilihan komposisi yang pelik di lini depan. Dalam dua pertandingan beruntun, Allegri menutup laga dengan formasi superofensif yang melibatkan tiga penyerang utama secara bersamaan: Leao, Pulisic, dan Nkunku.

Formasi yang sangat menyerang tersebut memang sukses menekan lawan di akhir laga dan memaksa mereka bertahan total. Namun, Allegri kemungkinan besar belum akan menggunakannya sejak menit awal, mengingat risiko pertahanan yang terlalu terbuka.

Pelatih asal Italia itu diperkirakan akan tetap mempertahankan formasi dua penyerang. Namun, ia kini memiliki opsi rotasi yang jauh lebih segar dan mematikan, memastikan bahwa ketergantungan pada dua pemain kunci bisa dihindari dan stabilitas tim tetap terjaga.

Keputusan Allegri dalam merotasi Fullkrug, Nkunku, Leao, dan Pulisic akan sangat menentukan apakah AC Milan mampu mempertahankan momentum positif ini dan kembali bersaing di puncak klasemen Liga Italia.