Uptodai.com - Debut Layvin Kurzawa di Persib Bandung menjadi sorotan utama meski tim kebanggaan Jawa Barat ini harus menelan pil pahit di kancah Asia. Pelatih Bojan Hodak akhirnya memberikan kesempatan bagi sang bintang dunia untuk merumput dalam laga resmi perdana. Namun, kehadiran mantan pemain Paris Saint-Germain tersebut belum mampu menghindarkan Maung Bandung dari kekalahan telak.

Persib harus mengakui keunggulan tuan rumah Ratchaburi FC dengan skor 0-3 pada leg pertama babak 16 besar AFC Champions League 2 (ACL 2). Bertanding di Ratchaburi Stadium, Thailand, Rabu (11/2/2026) malam WIB, anak asuh Bojan Hodak kesulitan membendung agresivitas lawan. Gol-gol kemenangan tim asal Thailand tersebut lahir melalui aksi Tana pada menit ke-5 dan ke-84, serta Gabriel Mutombo pada menit ke-53.

Proses Adaptasi Sergio Castel dan Layvin Kurzawa

Bojan Hodak menurunkan dua amunisi barunya, Sergio Castel dan Layvin Kurzawa, pada babak kedua untuk mengubah alur permainan. Sergio Castel masuk lebih awal di menit ke-58 guna menggantikan Andrew Jung di lini serang. Sementara itu, Kurzawa baru mencicipi atmosfer pertandingan pada menit ke-83 setelah masuk menggantikan Alfeandra Dewangga.

Pelatih asal Kroasia tersebut menilai penampilan kedua pemain anyarnya itu masih memerlukan penyesuaian yang lebih mendalam. Ia memahami bahwa atmosfer kompetisi Asia yang kompetitif menuntut kesiapan fisik dan taktik yang prima. Hodak tidak ingin terburu-buru memberikan penilaian akhir hanya berdasarkan satu pertandingan singkat di kandang lawan.

“Keduanya adalah pemain baru, jadi tentu saja mereka butuh waktu untuk menyatu dengan pemain lainnya,” ujar Bojan Hodak. Pernyataan ini ia sampaikan melalui laman resmi klub untuk meredam ekspektasi tinggi yang langsung memuncak. Menurutnya, proses adaptasi merupakan hal yang sangat normal bagi setiap pemain yang baru bergabung dengan lingkungan baru.

Kualitas Pemain Baru untuk Skuad Utama

Meskipun tampil kurang dari satu babak, Bojan Hodak tetap menaruh keyakinan besar pada kapasitas teknis Kurzawa dan Castel. Ia melihat adanya percikan kualitas yang bisa memberikan dimensi baru bagi permainan Persib di masa depan. Pengalaman internasional yang mereka miliki diharapkan mampu mengangkat mentalitas tim saat menghadapi situasi sulit.

Juru taktik bertangan dingin ini memastikan bahwa kedua pemain tersebut memiliki potensi besar untuk masuk ke dalam starting eleven. Hodak terus memantau perkembangan fisik mereka dalam sesi latihan rutin di Bandung. Ia percaya bahwa seiring berjalannya waktu, chemistry antar pemain akan terbentuk dengan sendirinya di atas lapangan.

“Keduanya memiliki potensi untuk bermain di skuad utama dan pastinya mereka bisa membantu tim,” tambah mantan pelatih PSM Makassar tersebut. Keyakinan ini menjadi sinyal positif bagi para pendukung Persib yang menantikan aksi memukau dari para pemain kelas dunia tersebut. Kehadiran mereka diproyeksikan menjadi pembeda dalam persaingan ketat di kompetisi domestik maupun Asia.

Misi Bangkit di Stadion GBLA

Kekalahan tiga gol tanpa balas di Thailand memaksa Persib Bandung untuk bekerja ekstra keras pada pertemuan berikutnya. Maung Bandung harus mengejar defisit gol yang cukup besar jika ingin mengamankan tiket ke babak perempat final. Bojan Hodak kini fokus membenahi lini pertahanan yang sempat kedodoran menghadapi serangan balik cepat Ratchaburi FC.

Pertandingan leg kedua dijadwalkan berlangsung di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) pada Rabu, 18 Februari 2026. Laga krusial ini akan dimulai pada pukul 19.15 WIB dan diharapkan menjadi momentum kebangkitan bagi Pangeran Biru. Dukungan penuh dari puluhan ribu Bobotoh akan menjadi energi tambahan bagi para pemain di lapangan.

Layvin Kurzawa dan Sergio Castel kemungkinan besar akan mendapatkan menit bermain yang lebih banyak pada laga kandang nanti. Bojan Hodak berharap faktor dukungan suporter bisa mempercepat proses adaptasi mereka dengan atmosfer sepak bola Indonesia. Kemenangan dengan selisih empat gol menjadi target utama demi menjaga martabat sepak bola tanah air di level kontinental.