Debut Maarten Paes di Ajax Amsterdam: Catat 7 Penyelamatan Heroik
Uptodai.com - Debut Maarten Paes di Ajax Amsterdam langsung mencuri perhatian publik sepak bola setelah sang kiper tampil heroik di bawah mistar gawang. Penjaga gawang andalan Timnas Indonesia ini menunjukkan kelasnya saat mengawal gawang De Godenzonen menghadapi NEC Nijmegen dalam lanjutan Eredivisie 2025-2026.
Laga yang berlangsung di Johan Cruyff Arena pada Minggu (22/2/2026) dini hari WIB tersebut menjadi panggung pembuktian bagi Paes. Meski pertandingan berakhir imbang 1-1, performa individu pemain berusia 27 tahun ini menuai banyak pujian dari para pendukung tuan rumah. Kehadirannya di lapangan memberikan rasa aman bagi lini pertahanan Ajax yang tampil cukup terbuka.
Berkah Cedera Kiper Utama dan Kepercayaan Francesco Farioli
Kesempatan melakoni debut Maarten Paes di Ajax Amsterdam muncul setelah penjaga gawang utama, Vitezslav Jaros, harus menepi. Jaros mengalami cedera serius yang kabarnya akan memaksa sang kiper absen hingga akhir musim kompetisi. Situasi ini menjadi berkah tersendiri bagi Paes yang baru saja bergabung dengan raksasa Belanda tersebut.
Pelatih Ajax tidak ragu memasang mantan kiper FC Dallas ini sejak menit awal pertandingan. Kepercayaan tersebut dibayar tuntas oleh Paes dengan menunjukkan ketenangan luar biasa sepanjang 90 menit laga berjalan. Ia tampak sangat komunikatif dalam mengorganisasi barisan bek yang dihuni oleh pemain-pemain muda berbakat.
Pertandingan sendiri berjalan sangat ketat sejak peluit pertama dibunyikan oleh wasit. Ajax Amsterdam sebenarnya mampu unggul lebih dulu melalui aksi menawan Mika Godts pada menit ke-39. Gol tersebut sempat membangkitkan asa pendukung tuan rumah untuk meraih tiga poin penuh di kandang sendiri.
Analisis Statistik Maarten Paes vs NEC Nijmegen
Melihat statistik Maarten Paes vs NEC Nijmegen, terlihat jelas betapa sibuknya kiper kelahiran Nijmegen ini menjaga kesucian gawangnya. Berdasarkan data dari Sofascore, Paes berhasil mencatatkan total tujuh penyelamatan krusial selama pertandingan berlangsung. Beberapa di antaranya merupakan penyelamatan jarak dekat yang sangat menentukan.
Selain tangguh dalam menghalau tembakan, Paes juga berkontribusi besar dalam fase transisi permainan. Ia mencatatkan 12 recoveries pertahanan yang membantu memutus aliran serangan balik cepat dari tim tamu. Kemampuannya dalam membaca arah bola menjadi kunci utama Ajax terhindar dari kekalahan yang lebih menyakitkan.
Aspek distribusi bola juga menjadi sorotan positif dalam penampilan perdananya ini. Maarten Paes mencatatkan akurasi umpan sebesar 53 persen dengan total 27 operan sukses dari 51 percobaan. Meskipun gawangnya harus bobol oleh sepakan Darko Nejasmic pada menit ke-57, kesalahan tersebut murni terjadi akibat kemelut di dalam kotak penalti.
Peringkat Tertinggi Kedua dan Proyeksi Masa Depan
Performa impresif ini membuat Maarten Paes mendapatkan nilai 7,8, angka tertinggi kedua di skuad Ajax setelah Mika Godts. Penilaian ini membuktikan bahwa adaptasi Paes dengan gaya main sepak bola Eropa berjalan sangat cepat. Ia tidak terlihat canggung meskipun baru pertama kali merasakan atmosfer Johan Cruyff Arena sebagai pemain kandang.
Dengan cederanya Jaros dalam jangka waktu lama, Paes diprediksi akan terus menjadi pilihan utama di bawah mistar. Hal ini tentu menjadi kabar baik bagi pendukung Timnas Indonesia yang ingin melihat pemainnya berkompetisi di level tertinggi. Jam terbang reguler di Eredivisie akan semakin mengasah kemampuan refleks dan mentalitas bertandingnya.
Ujian berikutnya bagi Maarten Paes sudah menanti di depan mata pada pekan depan. Ajax Amsterdam dijadwalkan akan bertandang ke markas PEC Zwolle pada Minggu, 1 Maret 2026. Publik kini menantikan apakah Paes mampu mencatatkan clean sheet pertamanya sekaligus membawa Ajax kembali ke jalur kemenangan.