Uptodai.com - Kabar mengenai potensi kedatangan bek kelas dunia, Layvin Kurzawa, ke Liga 1 Indonesia memicu berbagai spekulasi, terutama terkait persaingan posisi di tim yang akan dibelanya. Namun, bagi Alfeandra Dewangga, salah satu pemain yang posisinya mungkin terancam, ia justru menyikapi situasi ini dengan pandangan yang sangat profesional. Dewangga anggap Kurzawa mentor, bukan sekadar rival yang harus disingkirkan dari daftar starter.

Pemain yang akrab disapa Dewa ini melihat kedatangan pemain sekelas Kurzawa sebagai angin segar yang membawa dampak positif bagi kualitas skuad secara keseluruhan. Kurzawa, yang memiliki rekam jejak mentereng di kompetisi Eropa seperti Ligue 1 bersama Paris Saint-Germain (PSG), dianggap sebagai sumber ilmu yang tak ternilai harganya.

Melihat Kurzawa sebagai Tambahan Kualitas dan Kedalaman Tim

Alfeandra Dewangga menegaskan bahwa prioritas utamanya adalah kepentingan tim di kompetisi Liga 1 yang semakin ketat. Kedatangan bek kiri berpengalaman seperti Kurzawa secara otomatis akan meningkatkan kedalaman skuad, sebuah faktor krusial untuk menghadapi jadwal padat dan potensi cedera.

“Kalau saya sih sebagai pemain, kedatangan Kurzawa bagus buat kedalaman tim,” ujar Dewangga. Ia menambahkan bahwa kesempatan untuk berlatih dan bermain bersama pemain kaliber internasional adalah peluang emas yang harus dimanfaatkan sebaik mungkin. “Apalagi saya juga bisa banyak belajar darinya, dari segi pengalaman bermain di level tertinggi,” tegas pemain andalan Timnas Indonesia ini.

Pemain muda dituntut untuk selalu adaptif terhadap dinamika transfer. Memiliki rekan setim dengan pengalaman di Liga Champions dan kompetisi Eropa lainnya memberikan standar baru dalam sesi latihan, yang pada akhirnya akan mendongkrak performa individu pemain lokal.

Persaingan Posisi Bukan Beban, Melainkan Motivasi

Dewangga menyadari bahwa persaingan untuk mendapatkan tempat utama di posisi bek kiri kini menjadi semakin ketat. Posisi tersebut kini diisi oleh dua pemain dengan kualitas tinggi, yang tentu saja akan menyulitkan pelatih dalam menentukan pilihan di setiap pertandingan.

Namun, pemain yang juga serbaguna ini mengaku tidak merasa terbebani atau terintimidasi oleh nama besar Kurzawa. Menurutnya, fokus seorang pemain profesional seharusnya tertuju pada peningkatan kualitas diri, bukan pada upaya menjatuhkan rekan setim.

“Enggak sih merasa tersaingi. Ini tergantung pelatih juga, kan,” jelas Dewangga, menunjukkan sikap yang matang. Ia menyerahkan sepenuhnya keputusan pemilihan starter kepada tim pelatih, yang dinilainya paling memahami kebutuhan taktik di lapangan.

Komitmen Penuh untuk Kepentingan Tim

Bagi Dewangga, persaingan individu harus diletakkan di bawah kepentingan kolektif tim. Siapa pun yang dipercaya pelatih untuk turun sejak menit awal, harus mampu memberikan kontribusi 100 persen demi meraih poin penuh.

Sikap profesionalisme ini menjadi kunci penting dalam membangun atmosfer tim yang sehat, terutama di tengah tekanan tinggi kompetisi Liga 1. Baik saat latihan maupun ketika diberi kesempatan bermain, Dewangga berkomitmen untuk selalu menampilkan performa terbaiknya.

“Siapapun yang dijadikan starter, ya harus 100% buat tim,” tutupnya. Pandangan positif Alfeandra Dewangga anggap Kurzawa mentor ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi pemain muda lain dalam menyikapi kedatangan bintang asing yang berpotensi mengambil alih posisi mereka.

Hal ini menunjukkan bahwa di tengah ambisi pribadi untuk bermain reguler, Dewangga tetap menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas dan fokus pada peningkatan kualitas kolektif tim, menjadikannya aset berharga bagi klub dan juga Timnas Indonesia.