Memanas! Fans Manchester United Demo Glazer, Ratcliffe Ikut Disorot
Uptodai.com - Ketegangan di luar Old Trafford kembali membayangi performa Manchester United di lapangan hijau. Ketika Setan Merah menjamu Fulham dalam laga lanjutan Premier League, Minggu (1/2) malam WIB, ratusan pendukung melancarkan aksi demonstrasi besar-besaran.
Aksi protes ini berlangsung tepat di luar stadion menjelang waktu kick-off. Fokus utama demonstrasi tersebut tetap pada isu Kepemilikan Manchester United, yang selama dua dekade terakhir selalu menjadi sumber kekecewaan bagi basis penggemar.
Fans Manchester United Demo Glazer, Sir Jim Ratcliffe Jadi Sasaran Baru
Polisi memperkirakan sekitar 500 hingga 600 pendukung ikut serta dalam aksi pra-pertandingan yang cukup bising tersebut. Meskipun jumlahnya sedikit di bawah perkiraan awal kelompok suporter 1958, demonstrasi tetap berjalan meriah dan penuh semangat perlawanan.
Nyanyian penolakan terhadap Keluarga Glazer terdengar sangat jelas dan bergema di sekitar Old Trafford. Namun, yang menarik perhatian kali ini adalah Sir Jim Ratcliffe, pemegang saham minoritas baru sejak 2024, juga ikut menjadi sasaran kritik para demonstran.
Para Fans Manchester United demo Glazer karena menilai arah pengelolaan klub masih stagnan dan bermasalah, bahkan setelah Ratcliffe masuk. Mereka menyuarakan sentimen negatif terhadap serangkaian keputusan manajemen yang dinilai tidak mencerminkan perencanaan matang, terutama terkait biaya perekrutan dan pemecatan figur-figur kunci.
Ketidakjelasan Arah Klub Manchester United di Bawah INEOS
Sejak mengakuisisi 27,7 persen saham klub dan mengambil alih kendali operasional sepak bola, Ratcliffe dan tim INEOS-nya diharapkan membawa perubahan radikal. Namun, alih-alih meredam, kehadiran Ratcliffe justru menimbulkan pertanyaan baru di kalangan suporter garis keras.
Steve Crompton, juru bicara kelompok suporter The 1958 Group, secara terbuka menyatakan keraguan mendalam atas visi kepemimpinan klub ke depan. Menurutnya, ada tanda tanya besar mengenai niat Glazer untuk benar-benar menjual saham mayoritas mereka kepada Ratcliffe.
Crompton mempertanyakan apakah Ratcliffe memiliki kemampuan finansial yang cukup untuk membeli seluruh saham Keluarga Glazer. Keraguan ini memperkuat pandangan bahwa kesepakatan minoritas tersebut mungkin tidak akan menjadi solusi sempurna yang diharapkan oleh para pendukung.
Kritik Pedas Terhadap Kenaikan Harga Tiket dan Proyek Stadion
Selain masalah kepemilikan, isu-isu praktis yang membebani penggemar tradisional juga menjadi fokus utama protes. Para suporter menyoroti dorongan manajemen untuk mewujudkan proyek stadion baru yang megah.
Di saat yang sama, harga tiket terus mengalami kenaikan signifikan, dan aturan-aturan di sekitar stadion semakin ketat. Kondisi ini membuat para penggemar tradisional semakin kesulitan untuk membeli tiket dan menghadiri pertandingan.
“Semuanya kacau,” tegas Crompton, menggambarkan frustrasi kolektif suporter. Sentimen ini mencerminkan pandangan bahwa klub, di bawah kendali Glazer dan kini diawasi Ratcliffe, lebih fokus pada keuntungan komersial daripada menjaga basis penggemar inti dan tradisi klub.
Di tengah hiruk pikuk demonstrasi di luar, Manchester United berhasil mengamankan kemenangan dramatis di lapangan. Gol telat Benjamin Sesko pada menit 90+5 memastikan tiga poin krusial, setelah sebelumnya MU sempat kebobolan pada menit 90+1.
Kemenangan tipis tersebut, meskipun penting untuk posisi di klasemen, gagal meredam suara ketidakpuasan yang sudah mengakar. Kontras antara drama di lapangan dan krisis manajemen di luar stadion menunjukkan bahwa tantangan terbesar Manchester United saat ini tidak hanya datang dari lawan, tetapi juga dari dalam struktur kepemilikan klub itu sendiri.