Hansi Flick Kecewa Wasit Barcelona vs Atletico: Tak Habis Pikir!
Uptodai.com - Hansi Flick kecewa wasit Barcelona vs Atletico Madrid setelah tim asuhannya menelan kekalahan pahit 0-2 pada leg pertama perempat final Liga Champions 2025-2026. Laga yang berlangsung di Stadion Camp Nou pada Kamis (9/4/2026) dini hari WIB tersebut menyisakan amarah bagi kubu tuan rumah akibat sejumlah keputusan pengadil lapangan yang dinilai kontroversial.
Kekalahan ini terasa menyesakkan karena Barcelona sebenarnya baru saja menumbangkan lawan yang sama di kompetisi domestik beberapa hari sebelumnya. Saat bermain di Riyadh Air Metropolitano dalam ajang Liga Spanyol, Blaugrana sukses membawa pulang kemenangan tipis 2-1. Namun, atmosfer kompetisi Eropa ternyata memberikan cerita yang jauh berbeda bagi skuad asuhan Hansi Flick.
Petaka bagi Barcelona bermula ketika bek muda andalan mereka, Pau Cubarsi, menerima kartu merah langsung dari wasit Istvan Kovacs pada menit ke-44. Wasit asal Rumania tersebut menganggap Cubarsi melakukan pelanggaran fatal sebagai orang terakhir di barisan pertahanan. Keputusan ini seketika meruntuhkan rencana permainan yang telah disusun rapi oleh Flick sejak awal laga.
Situasi semakin memburuk bagi tuan rumah sesaat setelah pengusiran tersebut dilakukan. Dari titik pelanggaran yang dihasilkan Cubarsi, Atletico Madrid mendapatkan hadiah tendangan bebas di posisi yang sangat strategis. Julian Alvarez yang maju sebagai eksekutor berhasil melepaskan tembakan melengkung indah yang gagal dihalau oleh kiper Barcelona.
Dominasi Atletico Madrid dan Kebuntuan Barcelona
Memasuki babak kedua, bermain dengan 10 orang membuat Barcelona kesulitan mengembangkan permainan menyerang mereka yang biasanya cair. Hansi Flick mencoba melakukan beberapa rotasi taktis, namun solidnya pertahanan Los Rojiblancos membuat upaya tersebut sia-sia. Atletico justru tampil semakin percaya diri dengan keunggulan jumlah pemain di setiap lini.
Penderitaan Barcelona bertambah pada menit ke-70 melalui sebuah skema serangan balik yang sangat cepat dan mematikan. Alexander Sorloth berhasil mencatatkan namanya di papan skor setelah menuntaskan umpan matang dari Matteo Ruggeri. Gol kedua ini seolah menjadi lonceng kematian bagi harapan Barcelona untuk setidaknya mengamankan hasil imbang di kandang sendiri.
Meskipun kalah jumlah pemain, Barcelona sebenarnya memiliki peluang emas untuk memperkecil ketertinggalan pada menit ke-56. Insiden bermula saat Marc Pubill terlihat menyentuh bola dengan tangan di dalam kotak penalti saat permainan hendak dimulai kembali. Namun, wasit Istvan Kovacs secara mengejutkan tidak menganggap hal tersebut sebagai sebuah pelanggaran aktif.
Kejadian ini mengingatkan publik pada insiden serupa yang menimpa bek Aston Villa, Tyrone Mings, pada musim lalu. Saat itu, Mings secara tidak sengaja memegang bola di area terlarang dan wasit langsung memberikan hadiah penalti untuk Club Brugge. Perbedaan standar keputusan inilah yang membuat Hansi Flick merasa timnya telah dirampok oleh keputusan wasit.
Reaksi Keras Hansi Flick usai Laga
Hansi Flick terlihat sangat emosional di pinggir lapangan sepanjang sisa waktu pertandingan babak kedua. Meski sempat menenangkan para pemainnya agar tidak melakukan protes berlebihan setelah peluit panjang berbunyi, Flick tidak bisa menyembunyikan kekesalannya saat sesi wawancara. Ia merasa keadilan tidak ditegakkan secara merata dalam pertandingan krusial tersebut.
“Saya tidak mau berbicara terlalu banyak tentang wasit karena itu akan buruk bagi saya maupun mereka, tetapi ini benar-benar tak bisa dipercaya,” ujar Flick kepada media. Pelatih asal Jerman tersebut menyoroti bagaimana ofisial keempat justru sibuk berkomunikasi dengan bangku cadangan Atletico Madrid. Hal ini membuatnya merasa bahwa pengawasan terhadap detail di lapangan menjadi terabaikan.
Lebih lanjut, Flick menuntut adanya konsistensi dalam penggunaan teknologi VAR untuk insiden-insiden krusial seperti penalti. Ia berpendapat bahwa jika kartu merah Cubarsi diperiksa dengan sangat teliti, maka pelanggaran handball Pubill seharusnya juga mendapat perlakuan yang sama. Baginya, momen tersebut adalah titik balik yang bisa saja mengubah hasil akhir pertandingan.
Kini, Barcelona harus memutar otak lebih keras untuk melakoni laga leg kedua di markas Atletico Madrid mendatang. Defisit dua gol tanpa kehadiran Pau Cubarsi di lini belakang tentu menjadi tantangan yang sangat berat bagi Hansi Flick. Blaugrana dituntut tampil sempurna jika ingin membalikkan keadaan dan melaju ke babak semifinal Liga Champions.