Uptodai.com - Kabar pemecatan manajer Manchester United (MU), Ruben Amorim, baru-baru ini menyedot perhatian publik, namun bukan hanya karena alasan performa tim. Sorotan tajam kini tertuju pada salah satu bintang muda Setan Merah, Alejandro Garnacho.

Winger lincah asal Argentina itu tertangkap basah menyukai unggahan di media sosial yang mengumumkan berakhirnya masa jabatan Amorim di Old Trafford. Tindakan sederhana di platform digital ini langsung memicu spekulasi luas, ditafsirkan sebagai sinyal jelas mengenai hubungan pribadi yang tidak harmonis antara sang pemain dan mantan pelatihnya.

Alasan Alejandro Garnacho Suka Pemecatan Amorim

Keputusan Manchester United untuk mendepak Ruben Amorim diumumkan secara resmi pada Senin pagi waktu setempat. Pemecatan ini terjadi hanya sehari setelah Setan Merah meraih hasil imbang 1-1 yang mengecewakan saat melawat ke markas Leeds United di Elland Road.

Manajemen klub menilai bahwa ketidakstabilan performa tim menjadi faktor utama di balik pergantian juru taktik. Posisi United yang terdampar di peringkat keenam klasemen sementara Liga Premier Inggris dianggap jauh dari ekspektasi dan target ambisius yang dicanangkan oleh klub.

Amorim sendiri meninggalkan Old Trafford dengan catatan statistik yang kurang impresif. Ia tercatat memiliki persentase kemenangan terendah dibandingkan manajer permanen Manchester United lainnya sejak era Liga Premier dimulai pada tahun 1992.

Situasi internal klub dilaporkan semakin memanas setelah pertandingan melawan Leeds. Dalam konferensi pers pasca laga, Amorim melontarkan pernyataan bernada keras yang ditujukan kepada jajaran petinggi klub.

Pelatih berkebangsaan Portugal berusia 40 tahun tersebut secara eksplisit menegaskan bahwa dirinya direkrut untuk menjadi manajer penuh, bukan sekadar pelatih di lapangan. Pernyataan ini menyiratkan adanya ketegangan terkait wewenang dan peran manajerial yang ia rasakan dibatasi.

Konflik Garnacho dan Ruben Amorim Memuncak

Reaksi Alejandro Garnacho terhadap kabar pemecatan ini menjadi perbincangan hangat di kalangan penggemar dan media. Pemain berusia 19 tahun itu diketahui menyukai unggahan dari jurnalis sepak bola ternama, Fabrizio Romano, yang mengonfirmasi kepergian Amorim.

Banyak pendukung Manchester United menafsirkan tindakan Garnacho tersebut sebagai sindiran terselubung atau bahkan ungkapan kelegaan. Hal ini memperkuat rumor yang selama ini beredar mengenai hubungan buruk antara Garnacho dan sang manajer.

Memang, bukan rahasia umum lagi bahwa relasi profesional antara Garnacho dan Amorim telah lama berada di titik beku. Ketegangan di antara keduanya sudah terlihat jelas, terutama menjelang paruh akhir kebersamaan mereka di Manchester.

Puncak konflik tersebut terjadi pada Desember 2024, ketika Amorim membuat keputusan kontroversial dengan mencoret Garnacho dari skuad untuk pertandingan derbi Manchester. Keputusan taktis tersebut disebut-sebut sebagai titik balik yang membuat hubungan mereka sulit untuk diperbaiki.

Situasi semakin memburuk beberapa bulan kemudian, tepatnya pada Mei lalu. Saat itu, Garnacho kembali tidak dimasukkan dalam daftar pemain untuk laga penutup musim melawan Aston Villa, meskipun kondisinya dilaporkan fit. Tindakan Amorim ini semakin memperlebar jurang komunikasi dan kepercayaan antara kedua belah pihak.

Aksi di media sosial yang dilakukan Garnacho ini, meskipun hanya berupa tombol suka, secara efektif menggarisbawahi betapa dalamnya keretakan yang terjadi. Hal ini seolah menjadi konfirmasi publik atas ketidaknyamanan sang pemain di bawah kepemimpinan Ruben Amorim.