John Herdman Kaget Lihat Intensitas Super League: Ini yang Saya Cari
Uptodai.com - Pelatih kepala Timnas Indonesia, John Herdman, menyampaikan kejutan positifnya setelah menyaksikan langsung tingginya intensitas Super League John Herdman di beberapa pertandingan terakhir. Pria asal Kanada ini hadir di stadion untuk memantau kualitas pemain domestik dan mencatat bagaimana atmosfer kompetisi level teratas Indonesia berjalan.
Dalam kunjungan terbarunya, Herdman secara khusus memantau dua pertandingan krusial. Ia menyaksikan duel sengit antara Persija Jakarta melawan Madura United di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), yang berakhir 2-0 untuk Macan Kemayangan, pada Jumat (23/1/2026).
Tak hanya itu, mantan pelatih Timnas Kanada ini juga hadir saat Persita Tangerang bermain imbang 1-1 melawan Bhayangkara FC di Stadion Indomilk Arena, dua hari berselang. Dari dua laga tersebut, Herdman menemukan elemen penting yang selama ini ia cari.
Intensitas Super League John Herdman Jadi Standar Baru Timnas
Herdman secara terang-terangan mengakui bahwa level permainan yang ia saksikan melampaui ekspektasinya. Ia menyebut, intensitas tinggi yang ditunjukkan oleh klub-klub peserta Super League adalah elemen kunci yang sangat ia butuhkan dalam membangun fondasi Timnas yang kuat.
“Saya sedikit terkejut dengan intensitas di sini,” ujar Herdman setelah menyaksikan laga. “Saya pikir ketika saya menyaksikan laga hingga habis malam ini dan kemarin saat Persija, intensitasnya bagus. Hal itu persis yang saya butuhkan sebagai seorang pelatih.”
Melihat performa di liga domestik, Herdman kini memiliki target jelas. Ia ingin mentransfer energi dan mentalitas tersebut secara langsung ke skuad Garuda. Tujuannya adalah memastikan bahwa para pemain Timnas Indonesia bermain dengan semangat juang yang sama seperti di klub mereka.
“Saya menginginkan level intensitas seperti itu di Timnas Indonesia,” lanjut pelatih berusia 50 tahun tersebut. Ini sejalan dengan harapan John Herdman untuk Timnas agar memiliki daya saing global, dimulai dari mentalitas di lapangan.
Membawa Mentalitas Sepak Bola Tak Kenal Lelah ke Skuad Garuda
Herdman menekankan bahwa filosofi kepelatihannya sangat bergantung pada etos kerja keras dan energi yang tidak pernah padam. Ia ingin menghilangkan anggapan bahwa sepak bola Indonesia hanya mengandalkan teknik individual tanpa diimbangi ketahanan fisik prima.
Fokus utamanya saat ini adalah menanamkan mentalitas sepak bola tak kenal lelah ke dalam tim nasional. Hal ini mencakup upaya terus-menerus untuk menekan lawan, berlari tanpa henti, dan mempertahankan fokus selama 90 menit penuh, terlepas dari kondisi lapangan atau cuaca.
Pengamatan mendalam terhadap kualitas dan semangat juang dari para pemain lokal ini akan menjadi basis penting dalam pemilihan skuadnya ke depan. Ia mencari pemain yang tidak hanya berbakat secara teknis, tetapi juga memiliki fisik dan mentalitas baja yang teruji di kompetisi liga.
Tantangan Iklim dan Upaya Mempertahankan Tempo
Meskipun terkesan dengan tingginya intensitas di awal pertandingan Super League, Herdman menyadari bahwa mempertahankan tempo tinggi di Indonesia memiliki tantangan unik. Kondisi iklim tropis dan kelembapan udara sering kali menjadi faktor penghambat yang tidak bisa diabaikan.
Herdman, yang belum genap satu bulan bertugas di Tanah Air, mengakui bahwa ia masih membutuhkan waktu lebih banyak untuk mengamati secara menyeluruh ekosistem sepak bola Indonesia. Ia tidak ingin terburu-buru mengambil kesimpulan.
“Terlalu dini untuk menyimpulkan segalanya. Saya selalu berpikir bahwa kondisi iklim di sini selalu berdampak pada beberapa tempo permainan,” jelasnya. Ia melihat penurunan intensitas di beberapa momen sebagai hal yang normal mengingat kondisi fisik dan tantangan lingkungan.
Faktor cuaca ini, menurutnya, menyulitkan tim untuk mempertahankan level intensitas secara konsisten sepanjang 90 menit. Oleh karena itu, salah satu tugas besar Herdman adalah menemukan cara agar Timnas Indonesia dapat mengatasi kendala iklim tanpa mengorbankan standar intensitas yang ia inginkan.