Uptodai.com - Jacksen Tiago kini mendedikasikan seluruh pengalamannya demi pengembangan talenta sepak bola putri di tanah air. Pelatih legendaris asal Brasil tersebut memilih jalur pembinaan usia dini untuk mencetak srikandi lapangan hijau masa depan. Langkah ini menjadi kejutan positif mengingat rekam jejak Jacksen yang sangat kental dengan dunia sepak bola pria selama puluhan tahun.

Sosok yang akrab disapa “Bigman” ini tercatat pernah menukangi Timnas Indonesia pada tahun 2013 silam. Selain itu, ia merupakan pelatih tersukses dalam sejarah Persipura Jayapura dengan koleksi tiga gelar juara liga. Kini, ia memilih untuk “turun gunung” dan fokus menggarap sektor yang selama ini kurang mendapatkan perhatian maksimal.

Transformasi Jacksen Tiago dari Timnas ke Akar Rumput Putri

Jacksen meyakini bahwa potensi pesepak bola wanita di Indonesia sangat melimpah namun masih minim sentuhan profesional. Ia memandang pembinaan yang tepat sejak usia sekolah dasar menjadi kunci utama kemajuan prestasi nasional di masa depan. Fokusnya saat ini adalah membangun fondasi yang kuat agar para pemain memiliki teknik dasar yang mumpuni.

Menurut Jacksen, menangani pemain usia muda memerlukan pendekatan yang jauh berbeda dibandingkan melatih tim profesional. Ia menekankan pentingnya menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan agar anak-anak mencintai sepak bola terlebih dahulu. Pendekatan psikologis menjadi instrumen penting dalam setiap sesi latihan yang ia pimpin.

Kolaborasi Strategis di MilkLife Soccer Challenge

Dalam menjalankan misinya, Jacksen Tiago menjabat sebagai pelatih kepala dalam ajang MilkLife Soccer Challenge. Turnamen ini menyasar siswi sekolah dasar di berbagai kota besar seperti Jakarta, Tangerang, Bandung, hingga Semarang. Program ini dirancang untuk menjaring bakat-bakat terpendam dari sekolah-sekolah umum yang belum tersentuh klub sepak bola.

Tidak bekerja sendirian, Jacksen berkolaborasi dengan sosok ahli lainnya, yakni Timo Scheunemann yang menjabat sebagai Technical Director. Keduanya bahu-membahu menyusun kurikulum pelatihan yang sistematis namun tetap adaptif bagi anak-anak perempuan. Sinergi kedua pelatih berpengalaman ini memberikan standar baru dalam pembinaan sepak bola putri di Indonesia.

Prioritas Keamanan dan Karakter Pemain

Aspek perlindungan atau safeguarding menjadi perhatian utama Jacksen dalam menangani pemain putri usia muda. Ia menegaskan bahwa menciptakan lingkungan yang sehat dan aman adalah fondasi paling krusial dalam dunia olahraga wanita. Hal ini mencakup perlindungan fisik maupun mental bagi setiap peserta didik.

Standar profesionalitas tinggi ia terapkan dengan memastikan setiap interaksi komunikasi dilakukan secara transparan dan etis. Langkah ini sejalan dengan regulasi FIFA yang mewajibkan adanya protokol perlindungan anak demi menjaga kenyamanan para atlet muda. Jacksen ingin orang tua merasa tenang saat melepas putri mereka untuk mengejar mimpi di lapangan hijau.

Harapan Besar untuk Ekosistem Sepak Bola Wanita

Jacksen berharap gerakan pembinaan akar rumput ini mampu memicu lahirnya kompetisi reguler bagi pesepak bola putri di level nasional. Baginya, talenta hebat tidak akan muncul secara instan tanpa adanya wadah kompetisi yang berkelanjutan. Ia mendorong pihak swasta dan pemerintah untuk lebih aktif mendukung ekosistem ini.

Melalui konsistensi dalam pengembangan talenta sepak bola putri, Jacksen optimistis Indonesia bisa bersaing di level Asia. Ia memimpikan suatu saat nanti, Timnas Putri Indonesia tidak hanya menjadi pelengkap, tetapi menjadi kekuatan yang disegani. Dedikasi Jacksen saat ini adalah investasi jangka panjang bagi kejayaan olahraga Indonesia.