Prestianni Bantah Rasis ke Vinicius Junior, Akui Kata Homofobik
Uptodai.com - Kasus rasisme Vinicius Junior kembali memicu perdebatan panas setelah laga sengit antara Real Madrid melawan Benfica di ajang Liga Champions. Gelandang muda Benfica, Gianluca Prestianni, kini tengah menyusun strategi pembelaan untuk menangkis tuduhan pelecehan rasial tersebut.
Insiden ini bermula saat Real Madrid berhasil mencuri kemenangan tipis 1-0 pada leg pertama babak play-off. Vinicius Junior merasa mendapatkan perlakuan diskriminatif dari Prestianni yang membuatnya sangat emosional di atas lapangan hijau.
Bintang asal Brasil tersebut bahkan sempat menghentikan permainan dan meninggalkan lapangan selama sekitar 10 menit. Ia memilih melaporkan kejadian itu secara langsung kepada wasit sebelum akhirnya bersedia melanjutkan pertandingan kembali.
Strategi Pembelaan Gianluca Prestianni Terkait Kasus Rasisme Vinicius Junior
Menghadapi ancaman hukuman berat, Gianluca Prestianni kabarnya telah menyiapkan argumen khusus untuk membela diri di hadapan komisi disiplin. Melansir laporan dari The Times, pemain asal Argentina ini akan mengklaim bahwa dirinya tidak pernah mengeluarkan kata-kata rasis.
Prestianni berencana mengakui bahwa ia memang melontarkan kata-kata kasar yang bernada homofobik, yakni “maricon”. Ia berdalih tindakan tersebut merupakan respons spontan atas ejekan Vinicius Junior yang menyebutnya pendek atau kerdil.
Strategi ini bertujuan untuk mengalihkan tuduhan rasisme yang memiliki stigma jauh lebih berat di mata publik sepak bola dunia. Namun, pengakuan ini tetap membawa risiko besar bagi karier pemain berusia 18 tahun tersebut di kancah Eropa.
Ancaman Sanksi Berat UEFA dan Pasal Disiplin
Meskipun Prestianni mencoba menghindar dari tuduhan rasisme, UEFA tetap memandang serius segala bentuk pelecehan verbal. Federasi sepak bola Eropa tersebut menegaskan bahwa ujaran homofobik merupakan pelanggaran berat terhadap etika olahraga.
Berdasarkan Pasal 14 regulasi disiplin UEFA, segala bentuk perilaku diskriminatif dapat berujung pada hukuman yang sangat tegas. Prestianni kini terancam larangan bertanding hingga 10 pertandingan jika terbukti bersalah dalam penyelidikan ini.
Otoritas sepak bola saat ini memang sedang gencar memberantas segala bentuk diskriminasi, baik yang bersifat rasial maupun orientasi seksual. Hal ini membuat posisi Prestianni tetap sulit meskipun ia mencoba mengubah narasi tuduhan yang ada.
Kesaksian Kylian Mbappe dan Bukti di Lapangan
Kylian Mbappe yang berada di lokasi kejadian turut memberikan kesaksian yang memberatkan posisi gelandang Benfica tersebut. Penyerang baru Real Madrid itu menegaskan bahwa ia mendengar dengan jelas apa yang diucapkan oleh Prestianni.
Mbappe mengungkapkan bahwa Prestianni sempat berusaha menutupi mulutnya menggunakan jersey saat melontarkan kalimat tersebut. Tindakan menutup mulut ini sering dianggap sebagai upaya pemain untuk menghindari deteksi kamera atau pembaca bibir.
Menurut Mbappe, ekspresi wajah dan gestur Prestianni tidak bisa membohongi situasi yang sebenarnya terjadi di lapangan. Ia sangat menyayangkan perilaku pemain muda yang berani melontarkan kata-kata diskriminatif di panggung sebesar Liga Champions.
Dukungan Internal Benfica untuk Prestianni
Di tengah tekanan yang semakin masif, Presiden Benfica, Rui Costa, muncul sebagai sosok yang paling depan membela pemainnya. Ia secara tegas menyatakan bahwa tuduhan yang diarahkan kepada Prestianni belum terbukti secara sah.
Rui Costa merasa keberatan dengan sanksi skorsing sementara yang membuat Prestianni absen pada leg kedua di markas Real Madrid. Ia menjamin bahwa pemainnya bukan seorang rasis dan meminta publik untuk tidak menghakimi terlalu dini.
Meskipun tidak bermain, Prestianni tetap dibawa dalam rombongan skuad Benfica yang terbang ke Spanyol sebagai bentuk dukungan moral. Kini, dunia sepak bola tengah menunggu hasil investigasi akhir UEFA untuk menentukan nasib sang pemain muda.