Kekalahan AC Milan dari Parma: Harapan Scudetto Kian Menipis?
Uptodai.com - Kekalahan AC Milan dari Parma pada pekan terbaru Serie A memicu perdebatan panas mengenai peluang juara mereka musim ini. Bertandang ke markas Parma Calcio 1913, Rossoneri harus pulang dengan tangan hampa setelah menyerah tipis 0-1. Hasil minor ini sekaligus memperlebar jarak poin mereka dengan sang rival abadi, Inter Milan, yang kian kokoh di puncak klasemen.
Laga yang berlangsung di Stadion Ennio Tardini tersebut menjadi malam yang sangat membuat frustrasi bagi para pendukung Milan. Pasukan Merah-Hitam kini tertinggal 10 poin dari Inter, sebuah selisih yang sangat lebar mengingat kompetisi sudah memasuki fase krusial. Kekalahan ini juga tercatat sebagai kegagalan pertama Milan meraih poin sejak pekan pembukaan musim.
Badai Cedera dan Absennya Sang Nakhoda
Kondisi AC Milan sebenarnya sudah tidak ideal bahkan sebelum peluit sepak mula dibunyikan oleh wasit. Massimiliano Allegri terpaksa tidak bisa mendampingi anak asuhnya dari pinggir lapangan akibat sanksi skorsing. Absennya sang pelatih terjadi setelah ia menerima kartu merah pada laga dramatis melawan Como 1907 sebelumnya.
Masalah tim tamu semakin pelik karena badai cedera yang menghantam pilar-pilar utama mereka di lini depan. Nama besar seperti Santiago Giménez harus absen, sementara Christian Pulisic dan Ruben Loftus-Cheek tampil dalam kondisi fisik yang belum sepenuhnya bugar. Hal ini terlihat jelas dari kurangnya koordinasi serangan yang biasanya menjadi senjata mematikan Milan.
Nasib sial kembali menimpa Milan saat laga baru berjalan beberapa menit di babak pertama. Alexis Saelemaekers sebenarnya sempat memberikan harapan melalui umpan silang rabona yang sangat memukau di dalam kotak penalti. Namun, Loftus-Cheek justru mengalami benturan keras dengan kiper Parma, Edoardo Corvi, hingga harus ditandu keluar lapangan lebih awal.
Dominasi Tanpa Gol di Ennio Tardini
Meskipun kehilangan salah satu gelandang andalannya, Milan tetap memegang kendali permainan dengan penguasaan bola yang dominan. Christian Pulisic berkali-kali mendapatkan ruang tembak di area pertahanan lawan untuk menguji ketangguhan kiper lawan. Sayangnya, penampilan gemilang Edoardo Corvi di bawah mistar gawang Parma berhasil mementahkan semua peluang emas tersebut.
Menjelang turun minum, tekanan dari kubu Rossoneri sama sekali tidak mengendur untuk mencari gol pembuka. Adrien Rabiot sempat melepaskan sundulan akurat yang kemudian disambut dengan tembakan keras oleh Pulisic. Namun, bola justru melenceng tipis dari gawang, membuat babak pertama berakhir dengan skor kacamata bagi kedua tim.
Memasuki babak kedua, intensitas serangan Milan semakin meningkat demi mengamankan tiga poin penting. Rafael Leão hampir saja mencatatkan namanya di papan skor melalui sebuah aksi akrobatik yang sangat luar biasa. Sial bagi Milan, bola hanya membentur tiang gawang dan melintas tepat di garis tanpa melewati batas gol secara penuh.
Petaka Bola Mati dan Inter Milan yang Kian Menjauh
Keasyikan menyerang justru membuat lini pertahanan Milan lengah dalam mengantisipasi serangan balik dan situasi bola mati. Parma berhasil memanfaatkan momentum melalui sepak pojok yang dieksekusi dengan sangat terukur ke jantung pertahanan. Mariano Troilo melompat lebih tinggi dari barisan bek Milan untuk menyundul bola masuk ke gawang Mike Maignan.
Gol tersebut sempat dianulir oleh wasit karena adanya dugaan pelanggaran terhadap penjaga gawang di dalam kotak penalti. Namun, setelah melakukan tinjauan melalui layar VAR, wasit akhirnya mengubah keputusan dan menyatakan gol tersebut sah bagi Parma. Keputusan ini sontak meruntuhkan mental bertanding para pemain Milan yang sudah berjuang keras sepanjang laga.
Di sisa waktu pertandingan, Milan mencoba memasukkan Niclas Füllkrug untuk menambah daya gedor di lini udara. Penyerang asal Jerman tersebut mendapatkan dua kesempatan bersih melalui sundulan kepala di depan gawang lawan. Namun, akurasi yang buruk membuat bola selalu gagal menemui sasaran hingga peluit panjang dibunyikan.
Kini, publik mulai mempertanyakan apakah gelar Scudetto musim ini sudah hampir pasti menjadi milik Inter Milan. Dengan selisih dua digit poin, Milan membutuhkan keajaiban dan konsistensi luar biasa untuk bisa mengejar ketertinggalan. Jika tidak segera berbenah, kekalahan AC Milan dari Parma ini akan diingat sebagai titik balik kegagalan mereka di Serie A.