Uptodai.com - Kekalahan telak AC Milan saat menjamu Udinese di Stadion San Siro menjadi pukulan telak bagi publik Milanisti pada Minggu (12/4/2026). Bermain di hadapan pendukung sendiri, skuat asuhan Massimiliano Allegri justru tampil antiklimaks dan harus menyerah dengan skor mencolok 0-3. Hasil minor ini semakin memperpanjang tren negatif Rossoneri yang sebelumnya sudah terlempar dari persaingan perebutan gelar Scudetto musim ini.

Udinese kembali membuktikan reputasi mereka sebagai tim pembunuh raksasa di kasta tertinggi sepak bola Italia. Sebelum mempermalukan Milan, tim tamu juga sempat menumbangkan Inter Milan dengan performa yang sangat disiplin. Kemenangan ini sekaligus menegaskan bahwa Udinese bukan lawan yang bisa dipandang sebelah mata oleh tim-tim papan atas Serie A.

Eksperimen Taktik Massimiliano Allegri yang Berujung Bencana

Dalam upaya mencari konsistensi, Massimiliano Allegri mencoba melakukan perombakan formasi dengan menerapkan skema 4-3-3. Ia menempatkan Rafael Leao sebagai penyerang tengah utama, sebuah peran yang jarang ia mainkan sebelumnya. Leao mendapatkan dukungan dari Christian Pulisic di sisi kanan dan Alexis Saelemaekers di sektor kiri penyerangan.

Strategi ini awalnya terlihat menjanjikan dengan tekanan tinggi yang dilancarkan para pemain Milan sejak peluit pertama dibunyikan. Christian Pulisic sempat mendapatkan ruang tembak yang cukup terbuka, namun penyelesaian akhirnya masih melebar. Begitu pula dengan upaya Rafael Leao yang terus membentur tembok pertahanan Udinese yang digalang dengan sangat rapat.

Alih-alih mencetak gol, gawang Mike Maignan justru bobol lebih dulu melalui skema serangan balik yang sangat terorganisir. Nicolò Zaniolo menjadi aktor penting yang menginisiasi serangan cepat dari lini tengah Udinese. Umpan silang mendatar dari Arthur Atta salah diantisipasi oleh bek muda Davide Bartesaghi sehingga bola berbelok arah ke gawang sendiri.

Dominasi Udinese dan Kekecewaan Publik San Siro

Tertinggal satu gol membuat koordinasi lini belakang Milan tampak goyah dan kehilangan fokus. Udinese tidak membuang waktu untuk menggandakan keunggulan mereka hanya beberapa menit setelah gol pertama tercipta. Jurgen Ekkelenkamp berhasil memenangi duel udara dan menyundul bola dengan akurat setelah memanfaatkan umpan matang dari Zaniolo.

Memasuki babak kedua, Milan berusaha meningkatkan intensitas serangan demi mengejar ketertinggalan dua gol. Gelandang veteran Luka Modric sempat memberikan harapan melalui tembakan keras dari luar kotak penalti. Namun, kiper Udinese Maduka Okoye tampil sangat gemilang dengan melakukan penyelamatan krusial yang menggagalkan peluang emas tersebut.

Harapan Milan untuk bangkit benar-benar sirna ketika Arthur Atta kembali mencatatkan namanya di papan skor. Melalui transisi cepat yang mematikan, Atta melepaskan sepakan rendah yang tidak mampu dijangkau oleh Mike Maignan. Skor 3-0 untuk keunggulan tim tamu bertahan hingga pertandingan berakhir, memicu reaksi keras dari para suporter di tribun.

Puncak kekecewaan pendukung tuan rumah terlihat jelas saat Rafael Leao ditarik keluar oleh tim pelatih menjelang laga usai. Pemain asal Portugal tersebut mendapatkan cemoohan dari tribun penonton akibat performanya yang dinilai kurang maksimal sepanjang pertandingan. Kekalahan telak AC Milan ini menjadi sinyal darurat bagi manajemen klub untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh sebelum musim berakhir.