Kemenangan Perdana Maarten Paes di Ajax: Oscar Garcia Beri Kritik
Uptodai.com - Kemenangan perdana Maarten Paes bersama Ajax Amsterdam akhirnya terwujud setelah penantian yang cukup emosional di kompetisi kasta tertinggi Belanda. Penjaga gawang utama Timnas Indonesia tersebut tampil gemilang saat membantu timnya mengandaskan perlawanan Sparta Rotterdam. Bermain di hadapan pendukung sendiri, Paes menunjukkan ketenangan luar biasa di bawah mistar gawang raksasa Eredivisie tersebut.
Pertandingan pekan ke-27 musim 2025/2026 yang berlangsung di Johan Cruyff Arena pada Minggu dini hari WIB itu menjadi panggung dominasi total Ajax. Tim asuhan Oscar Garcia tersebut sukses mengamankan poin penuh dengan skor telak 4-0 tanpa balas. Hasil ini sekaligus memutus tren negatif yang sempat membayangi perjalanan awal Paes sejak mendarat di Amsterdam.
Dominasi Ajax di Johan Cruyff Arena
Sejak peluit pertama berbunyi, Ajax langsung mengambil inisiatif serangan dan mengurung pertahanan Sparta Rotterdam. Lini belakang yang dipimpin oleh koordinasi apik Maarten Paes membuat tim tamu kesulitan mengembangkan permainan. Keberhasilan menjaga kesucian gawang hingga akhir laga menjadi catatan spesial bagi kiper kelahiran Nijmegen tersebut.
Sebelum laga ini, perjalanan Paes bersama De Godenzonen memang tidak berjalan semulus yang dibayangkan banyak pihak. Dalam tiga pertandingan awal yang ia jalani, Ajax hanya mampu memetik dua hasil imbang dan menelan satu kekalahan pahit. Tekanan besar sempat menghampiri Paes mengingat statusnya sebagai suksesor kiper-kiper legendaris di klub tersebut.
Kemenangan empat gol tanpa balas ini menjadi titik balik krusial bagi kepercayaan diri sang penjaga gawang. Paes terlihat lebih vokal dalam mengatur barisan pertahanan sepanjang sembilan puluh menit pertandingan berjalan. Soliditas lini belakang Ajax membuat Sparta Rotterdam benar-benar mati kutu dan gagal menciptakan peluang berbahaya yang mengancam.
Kritik Konstruktif Oscar Garcia untuk Maarten Paes
Meskipun berhasil meraih kemenangan perdana Maarten Paes dengan catatan clean sheet, pelatih Oscar Garcia tetap memberikan evaluasi mendalam. Berbicara kepada media Amerika melalui saluran ESPN, Garcia bersikap jujur mengenai proses adaptasi anak asuhnya itu. Ia menilai Paes masih membutuhkan waktu untuk benar-benar menyatu dengan filosofi permainan Ajax yang kompleks.
Pelatih asal Spanyol tersebut menekankan bahwa menjadi kiper Ajax bukan sekadar tentang kemampuan menghalau bola yang datang. Garcia menginginkan penjaga gawangnya aktif terlibat dalam skema pembangunan serangan atau build-up play dari lini paling belakang. Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi Paes yang sebelumnya lama berkarier di Major League Soccer (MLS).
“Dia (Maarten Paes) masih cukup baru dan tidak memiliki pengalaman di Ajax, tapi itu adalah area yang sedang kami kerjakan,” ujar Garcia. Ia menambahkan bahwa distribusi bola pendek kepada bek dan gelandang harus lebih presisi dan tenang. Ajax menuntut kiper modern yang berani memegang bola meski di bawah tekanan tinggi pemain lawan.
Tantangan Adaptasi dari MLS ke Eredivisie
Proses transisi dari gaya permainan di Amerika Serikat menuju sepak bola Eropa yang taktis memang memerlukan waktu yang tidak sebentar. Maarten Paes diharapkan mampu meningkatkan kemampuannya dalam membaca arah permainan dengan lebih cepat. Garcia percaya bahwa seiring berjalannya waktu, Paes akan menjadi bagian integral dari sistem permainan menyerang yang ia usung.
Staf pelatih Ajax saat ini terus memberikan porsi latihan khusus bagi Paes untuk mengasah akurasi umpannya. Kemenangan atas Sparta Rotterdam ini diharapkan menjadi fondasi kuat bagi Paes untuk terus berkembang menjadi kiper nomor satu yang tak tergantikan. Dukungan dari suporter Ajax juga mulai mengalir deras seiring performa stabil yang ia tunjukkan di lapangan hijau.
Kini, fokus Maarten Paes akan beralih ke pertandingan-pertandingan selanjutnya yang jauh lebih berat di kompetisi domestik maupun Eropa. Dengan bimbingan Oscar Garcia, kiper Timnas Indonesia ini diprediksi akan terus bertransformasi menjadi penjaga gawang yang lebih komplet. Publik sepak bola Indonesia tentu berharap Paes bisa terus konsisten menjaga performanya demi prestasi di level klub maupun internasional.