Uptodai.com - Keputusan kontroversial wasit Inter Milan saat menjamu Atalanta di Stadion San Siro terus memicu perdebatan panas di kalangan pecinta sepak bola Italia. Laga yang berakhir dengan skor imbang 1-1 tersebut menyisakan kekecewaan mendalam bagi kubu Nerazzurri yang merasa kehilangan poin akibat kepemimpinan pengadil lapangan.

Banyak pihak menilai kinerja wasit Gianluca Manganiello sangat merugikan tuan rumah, terutama pada fase-fase krusial di babak kedua. Ketegangan di lapangan bahkan berlanjut hingga ke ruang ganti dan menjadi bahan perbincangan hangat para pakar sepak bola di berbagai media olahraga Italia.

Analisis Tajam Mauro Bergonzi Terhadap Kinerja Wasit

Mantan wasit Serie A ternama, Mauro Bergonzi, memberikan kritik pedas terhadap performa Manganiello yang dianggap tidak konsisten sepanjang pertandingan. Ia secara terbuka menyatakan bahwa terdapat kesalahan fatal yang seharusnya bisa mengubah hasil akhir laga bertajuk Nerazzurri Derby tersebut.

Bergonzi menyoroti beberapa momen kunci yang luput dari pengamatan wasit utama maupun perangkat Video Assistant Referee (VAR). Menurutnya, integritas pertandingan sedikit tercoreng akibat keraguan sang pengadil dalam mengambil keputusan besar di area kotak penalti yang sangat menentukan.

Insiden Penalti Davide Frattesi yang Diabaikan

Salah satu momen yang paling mengundang amarah pendukung Inter Milan adalah jatuhnya Davide Frattesi di dalam kotak terlarang pada menit-menit akhir. Gelandang lincah tersebut tampak dijatuhkan oleh bek muda Atalanta, Giorgio Scalvini, saat sedang berusaha menguasai bola di posisi yang sangat menguntungkan.

Meskipun tayangan ulang memperlihatkan adanya kontak fisik yang jelas, Manganiello tetap bergeming dan tidak menunjuk titik putih untuk tuan rumah. Bergonzi menilai tekel yang dilakukan Scalvini sangat terlambat dan jelas mengenai kaki kanan Frattesi sebelum sang pemain menyentuh bola.

Proses Gol Penyeimbang Atalanta yang Dipertanyakan

Sebelum gol penyama kedudukan tercipta, Inter Milan sebenarnya sempat memimpin melalui aksi gemilang striker muda mereka, Francesco Pio Esposito. Namun, keunggulan tersebut sirna setelah Nikola Krstovic mencetak gol balasan bagi Atalanta pada menit ke-82 yang juga memicu perdebatan baru.

Gol tersebut dianggap tidak sah oleh sebagian pihak karena diawali oleh insiden fisik antara Kamaldeen Sulemana dan Denzel Dumfries. Sulemana terlihat melakukan dorongan yang cukup keras terhadap Dumfries sebelum bola liar dikuasai oleh pemain Atalanta untuk dikonversi menjadi gol.

Wasit Manganiello justru menganggap insiden tersebut sebagai kontak fisik biasa dan membiarkan permainan terus berlanjut tanpa melakukan peninjauan ulang. Keputusan ini memicu protes keras dari bangku cadangan Inter yang merasa tim mereka dilanggar secara tidak adil dalam proses terjadinya gol lawan.

Peran VAR yang Dinilai Kurang Maksimal

Kekecewaan publik Inter Milan semakin memuncak ketika perangkat VAR yang bertugas, yakni Matteo Gariglio dan Davide Chiffi, tidak memberikan intervensi sama sekali. Padahal, teknologi tersebut seharusnya membantu wasit utama dalam mengoreksi kesalahan yang bersifat jelas dan nyata di lapangan hijau.

Bergonzi menyayangkan sikap pasif dari ruang kontrol VAR yang seolah membiarkan kesalahan Manganiello berlalu begitu saja tanpa adanya tinjauan di pinggir lapangan. Hal ini menambah daftar panjang keluhan klub-klub Serie A terkait standarisasi penggunaan teknologi VAR yang sering kali dianggap tidak konsisten.

Hasil imbang ini membuat Inter Milan gagal mengamankan poin penuh di kandang sendiri dan harus puas berbagi angka dengan tim tamu. Kini, manajemen klub kabarnya tengah mempertimbangkan untuk melayangkan laporan resmi terkait kinerja perangkat pertandingan yang dianggap merugikan langkah mereka di papan atas klasemen.