Media Thailand Soroti Kerusuhan Laga Persib Bandung vs Ratchaburi FC
Uptodai.com - Insiden memalukan mewarnai jalannya laga Persib Bandung vs Ratchaburi FC dalam lanjutan ajang AFC Champions League Two 2025-2026. Pertandingan yang berlangsung di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) tersebut berakhir ricuh setelah suporter tuan rumah merangsek masuk ke lapangan.
Ratusan oknum Bobotoh melakukan aksi pitch invasion tepat setelah wasit meniup peluit panjang tanda berakhirnya laga pada Rabu malam. Kekecewaan suporter memuncak karena Maung Bandung dipastikan tersingkir dari kompetisi kasta kedua Asia tersebut setelah kalah agregat.
Meskipun Andrew Jung sempat mencetak gol, hasil tersebut tidak mampu mengejar keunggulan Ratchaburi FC yang menang dengan agregat 3-1. Ketidakpuasan terhadap kinerja wasit memicu emosi massa hingga berujung pada skandal penyerangan di depan lorong pemain.
Media Thailand Soroti Keamanan Pemain di GBLA
Sejumlah media ternama asal Thailand memberikan perhatian khusus terhadap kejadian mencekam yang terjadi di Kota Bandung ini. Mereka menyoroti betapa berbahayanya situasi bagi para pemain Ratchaburi FC yang tidak sempat merayakan kemenangan bersejarah mereka.
Jurnalis Thailand, Jay Worapath, menyebutkan bahwa para pemain tim tamu harus berjuang menyelamatkan diri segera setelah laga usai. Menurut laporannya, tidak ada waktu sedikit pun bagi tim berjuluk The Dragons itu untuk merayakan keberhasilan lolos ke perempat final di tengah lapangan.
Media BG Sports bahkan memberikan sindiran tajam mengenai kecepatan lari wasit dan para pemain Ratchaburi FC saat menghindari kejaran massa. Mereka menggambarkan momen tersebut sebagai pelarian yang sangat cepat demi menghindari amukan oknum suporter yang tidak puas dengan hasil pertandingan.
Kronologi Pelemparan Botol dan Kondisi Ruang Ganti
Suasana di dalam stadion semakin tidak terkendali ketika oknum suporter mulai melemparkan berbagai benda berbahaya ke arah lapangan. Botol air mineral, batu, hingga suar beterbangan menyasar para pemain dan staf ofisial yang masih berada di area teknis.
Media Thai Rath melaporkan bahwa detik-detik kejar-kejaran antara suporter dan pemain memaksa seluruh elemen tim tamu segera mengamankan diri. Para penggemar Ratchaburi FC yang hadir di tribun juga terpaksa ikut berlari menuju ruang ganti demi menghindari bentrokan fisik.
Skuad Ratchaburi FC akhirnya tertahan di dalam ruang ganti selama hampir satu jam demi menunggu situasi di luar stadion kondusif. Mereka baru bisa meninggalkan area GBLA pada pukul 22.30 WIB dengan pengawalan ketat dari pihak kepolisian setempat.
Kesaksian Pemain Ratchaburi FC Terkait Teror Suporter
Striker Ratchaburi FC, Charoensak Wongkorn, membagikan kesaksiannya mengenai atmosfer mengerikan yang ia rasakan selama berada di Bandung. Melalui media Khaosod, ia memastikan bahwa seluruh anggota tim dalam kondisi selamat meski sempat merasa sangat terancam.
Charoensak mengungkapkan bahwa aksi pelemparan benda tumpul bahkan sudah terjadi sejak sesi pemanasan sebelum pertandingan dimulai. Ia menyebutkan bahwa orang-orang melemparkan batu, bata, hingga botol air ke arah pemain yang sedang bersiap di lapangan.
Pihak manajemen Persib Bandung kini terancam sanksi berat dari AFC akibat kegagalan dalam menjaga keamanan pertandingan internasional. Citra sepak bola Indonesia kembali menjadi sorotan negatif di mata publik Asia akibat ulah tidak sportif dari segelintir oknum suporter.