Uptodai.com - Klasemen Liga Italia 2025-2026 mengalami pergeseran dramatis setelah sejumlah pertandingan krusial rampung digelar pada akhir pekan ini. Sorotan utama tertuju pada kiper keturunan Indonesia, Emil Audero, yang berhasil membawa timnya memetik poin penuh dalam upaya meloloskan diri dari jerat degradasi.

Di sisi lain, persaingan di papan atas semakin memanas seiring dengan ketatnya perolehan poin tim-tim besar. AC Milan kini berada dalam situasi yang kurang menguntungkan dan terancam gagal mengamankan tiket menuju Liga Champions musim depan akibat performa inkonsisten.

Cremonese dan Emil Audero Jaga Asa Bertahan di Serie A

Emil Audero tampil solid di bawah mistar gawang saat membantu Cremonese meraih kemenangan krusial dalam lanjutan Klasemen Liga Italia 2025-2026. Menghadapi Pisa yang sudah dipastikan terdegradasi, I Grigiorossi tampil dominan sejak peluit pertama dibunyikan. Kemenangan telak 3-0 ini menjadi modal berharga bagi mereka untuk terus menekan posisi zona aman.

Gol kemenangan Cremonese masing-masing dicetak oleh penyerang veteran Jamie Vardy, Federico Bonazzoli, dan David Okereke. Emil Audero sendiri tidak banyak bekerja keras dalam laga ini karena tim lawan harus bermain dengan sembilan orang. Wasit mengeluarkan kartu merah untuk Rosen Bozhinov pada menit ke-23, disusul kemudian oleh Felipe Loyola.

Keuntungan ini membuat Cremonese kini hanya terpaut satu poin dari Lecce yang menempati peringkat ke-17 atau batas akhir zona aman. Kekalahan Lecce 0-1 dari Juventus memberikan jalan bagi Audero dan kolega untuk memangkas selisih poin. Dengan menyisakan dua laga sisa, peluang Cremonese untuk bertahan di kasta tertinggi sepak bola Italia masih terbuka lebar.

Drama Menit Akhir AS Roma dan Ancaman bagi AC Milan

Persaingan memperebutkan posisi empat besar dalam Klasemen Liga Italia 2025-2026 semakin sengit setelah AS Roma memetik kemenangan dramatis. Bertandang ke markas Parma di Stadion Ennio Tardini, Giallorossi harus bersusah payah sebelum akhirnya mengunci skor 3-2. Laga ini diwarnai drama VAR dan tambahan waktu yang mencapai 11 menit.

Donyell Malen menjadi pahlawan bagi Roma dengan mencetak gol pembuka dan gol penentu melalui titik putih di masa injury time. Parma sempat membalikkan keadaan lewat aksi Gabriel Strefezza dan Mandela Keita, namun semangat pantang menyerah Roma membuahkan hasil. Devyne Rensch menyamakan kedudukan pada menit ke-90+4 sebelum penalti Malen memastikan tiga poin.

Hasil ini membuat AS Roma mengoleksi 67 poin, jumlah yang sama dengan perolehan poin AC Milan saat ini. Situasi tersebut jelas menjadi alarm bahaya bagi Rossoneri yang sedang bersiap menghadapi tantangan berat dari Atalanta. Jika gagal meraih poin maksimal, posisi Milan di zona Liga Champions bisa dengan mudah dikudeta oleh para pesaingnya.

Como Beri Kejutan di Papan Tengah

Selain persaingan di zona degradasi dan papan atas, kejutan juga datang dari Como yang berhasil mencuri kemenangan di kandang Hellas Verona. Gol tunggal Anastasious Douvikas pada menit ke-71 memastikan kemenangan tipis 1-0 bagi tim asuhan Cesc Fabregas tersebut. Kemenangan ini semakin memperkokoh posisi mereka di papan tengah Klasemen Liga Italia 2025-2026.

Como menunjukkan bahwa mereka bukan sekadar tim promosi yang numpang lewat di Serie A musim ini. Organisasi permainan yang rapi dan efektivitas serangan menjadi kunci keberhasilan mereka merangkak naik. Kini, mata seluruh penggemar sepak bola Italia akan tertuju pada laga-laga penutup musim yang akan menentukan nasib akhir tim-tim besar.