Uptodai.com - Publik sepak bola dunia kembali dikejutkan dengan kondisi Christian Eriksen setelah kolaps saat membela Timnas Denmark dalam laga uji coba kontra Ukraina, Senin (8/6/2026) dini hari WIB. Gelandang berpengalaman tersebut tiba-tiba terjatuh di lapangan pada menit ke-65 setelah sebelumnya sempat memegangi dadanya. Kejadian mencekam ini langsung membuat wasit menghentikan pertandingan demi memberikan ruang bagi tim medis. Rekan-rekan setimnya segera membuat barisan melingkar untuk melindungi privasi sang pemain.

Aksi cepat tanggap dari tim medis di stadion membuat situasi kritis tersebut dapat segera dikendalikan dengan sangat baik. Setelah mendapatkan penanganan darurat selama kurang lebih 12 menit, pemain berusia 34 tahun itu akhirnya dievakuasi menggunakan tandu. Kabar baik segera berembus setelah Federasi Sepak Bola Denmark (DBU) memberikan konfirmasi resmi mengenai keadaannya. Pihak federasi menyatakan bahwa sang gelandang kini dalam keadaan sadar dan stabil di rumah sakit.

Peran Alat Pemacu Jantung dan Konfirmasi Dokter

Dokter tim Denmark, Morten Boesen, menjelaskan bahwa alat pemacu jantung (ICD) yang terpasang di tubuh Eriksen berfungsi dengan sangat optimal. Alat tersebut langsung bekerja sesaat setelah mendeteksi adanya gangguan ritme pada jantung sang pemain. Boesen juga menambahkan bahwa mantan pemain Manchester United itu sudah bisa berkomunikasi sesaat setelah siuman. Keberadaan teknologi medis ini terbukti krusial dalam menyelamatkan nyawa sang bintang lapangan hijau sekali lagi.

Kilas Balik Tragedi Euro 2020 dan Perjalanan Karier

Insiden ini tentu saja membangkitkan memori kelam publik saat Eriksen mengalami henti jantung pada turnamen Euro 2020 silam. Kala itu, ia kolaps dalam laga pembuka Denmark melawan Finlandia yang membuat dunia sepak bola sempat menahan napas. Pasca-kejadian tersebut, Eriksen harus menjalani operasi pemasangan alat ICD demi kelangsungan hidup dan karier sepak bolanya. Meskipun sempat diragukan bisa bermain lagi, ia berhasil bangkit dan tampil kompetitif di level tertinggi.

Kembalinya Eriksen ke lapangan hijau setelah insiden hebat beberapa tahun lalu dianggap sebagai salah satu mukjizat terbesar dalam olahraga modern. Ia sempat membela Brentford sebelum akhirnya menjadi pilar penting di lini tengah raksasa Premier League, Manchester United. Dedikasi dan ketangguhan mentalnya menjadi inspirasi bagi banyak atlet di seluruh dunia yang menghadapi masalah kesehatan serupa. Kini, fokus utama seluruh pihak adalah memastikan proses pemulihannya berjalan sempurna tanpa tekanan untuk segera merumput kembali.