Mikel Arteta Dikritik Usai Mainkan Kepa di Final Carabao Cup
Uptodai.com - Mikel Arteta dikritik usai mainkan Kepa Arrizabalaga dalam laga krusial final Carabao Cup melawan Manchester City di Stadion Wembley. Keputusan sang manajer asal Spanyol tersebut dianggap menjadi salah satu penyebab utama kegagalan The Gunners mengangkat trofi juara.
Arsenal terpaksa menyerah dengan skor 0-2 dari skuad asuhan Pep Guardiola dalam pertandingan yang berlangsung sengit tersebut. Kekalahan ini terasa sangat menyakitkan bagi para pendukung Meriam London yang sudah lama merindukan gelar juara di kompetisi domestik.
Kritik Pedas Jamie Carragher Terhadap Strategi Arteta
Jamie Carragher menjadi salah satu sosok yang paling vokal menyuarakan ketidakpuasannya terhadap pilihan pemain Mikel Arteta. Mantan bek Liverpool tersebut menilai bahwa partai final bukanlah tempat yang tepat untuk melakukan eksperimen atau sekadar memberikan jam terbang bagi pemain pelapis.
Menurut Carragher, Arteta seharusnya menurunkan komposisi pemain terbaik demi memperbesar peluang kemenangan tim di laga penentuan. Ia menegaskan bahwa kepentingan klub dan harapan jutaan suporter harus berada di atas janji pribadi kepada pemain tertentu.
Carragher memahami jika seorang manajer ingin memberikan kesempatan kepada kiper kedua pada babak-babak awal turnamen. Namun, ketika tim sudah mencapai partai puncak, kebijakan rotasi tersebut seharusnya ditinggalkan demi menjaga stabilitas pertahanan tim.
“Mikel Arteta tidak berutang apa pun kepada Kepa Arrizabalaga. Ia justru berutang kepada para pendukung Arsenal untuk memberikan peluang terbaik memenangkan trofi pertama dalam enam tahun,” ujar Carragher dengan nada tegas.
Blunder Kepa Arrizabalaga di Stadion Wembley
Penampilan Kepa Arrizabalaga di bawah mistar gawang Arsenal memang menjadi sorotan tajam sepanjang pertandingan berlangsung. Kiper pinjaman tersebut dinilai melakukan kesalahan fatal yang berujung pada gol pembuka kemenangan bagi Manchester City.
Kepa tampak ragu-ragu saat mencoba mengantisipasi umpan silang yang datang dengan deras ke area kotak penalti. Kesalahan posisi tersebut dimanfaatkan dengan sempurna oleh barisan penyerang lawan untuk menggetarkan jala gawang Arsenal.
Situasi ini membuat mental bertanding para pemain Arsenal sempat goyah pada pertengahan babak pertama. Meskipun mencoba bangkit dan mengejar ketertinggalan, tim asal London Utara itu kesulitan menembus pertahanan rapat yang digalang oleh City.
Dahaga Trofi Arsenal yang Terus Berlanjut
Kekalahan ini memperpanjang catatan buruk Arsenal yang belum mampu menambah koleksi trofi mereka dalam beberapa musim terakhir. Carragher menyebut keputusan memainkan Kepa di final tidak sejalan dengan kebutuhan tim yang sedang haus akan prestasi.
Ia juga mempertanyakan kualitas Kepa jika harus bersaing di level kompetisi tertinggi Eropa seperti Liga Inggris atau Liga Champions. Pengalaman buruk Kepa saat masih berseragam Chelsea kembali diungkit sebagai bukti bahwa sang kiper sering kesulitan dalam laga-laga besar.
Arteta sendiri tetap berdiri di belakang keputusannya dan mencoba membela sang pemain usai peluit panjang dibunyikan. Namun, pembelaan tersebut tidak cukup untuk meredam kekecewaan publik yang melihat peluang juara sirna akibat pilihan strategi yang dianggap keliru.
Kini, Arsenal harus segera melupakan kegagalan di Carabao Cup dan fokus pada sisa kompetisi musim ini. Tekanan terhadap Mikel Arteta dipastikan akan semakin meningkat seiring dengan tingginya ekspektasi manajemen dan suporter terhadap performa tim.