Pelatih Borneo FC Protes Keras Soal Latihan Resmi di JIS
Uptodai.com - Latihan resmi Borneo FC di JIS (Jakarta International Stadium) sempat diwarnai ketegangan antara manajemen klub dengan pihak penyelenggara pertandingan. Pelatih kepala Borneo FC, Fabio Lefundes, meluapkan kekesalannya setelah timnya dilarang menggunakan lapangan utama untuk sesi persiapan akhir. Insiden ini mencuat tepat sebelum laga krusial melawan Persija Jakarta dalam lanjutan kompetisi kasta tertinggi Indonesia.
Kekecewaan Fabio Lefundes bermula saat skuat Pesut Etam tiba di Jakarta dan menerima arahan untuk berlatih di fasilitas pendukung. Panitia pelaksana (LOC) Persija awalnya menjadwalkan Borneo FC untuk menggunakan Lapangan Latihan JIS, bukan stadion utama. Keputusan tersebut langsung memicu reaksi keras dari tim pelatih karena dianggap merugikan persiapan teknis para pemain.
Alasan Fabio Lefundes Protes Keras di JIS
Bagi Fabio Lefundes, sesi official training Pesut Etam di stadion utama adalah hak yang tidak bisa ditawar. Ia menegaskan bahwa pemain membutuhkan adaptasi langsung dengan kondisi rumput dan luas lapangan yang akan mereka gunakan bertanding. Tanpa menjajal lapangan utama, pemain berisiko mengalami kendala teknis saat pertandingan sesungguhnya berlangsung.
Pelatih asal Brasil tersebut menyampaikan protesnya secara terbuka dalam sesi konferensi pers di ruang media JIS. Ia merasa ada ketidakadilan dalam penerapan aturan latihan resmi bagi tim tamu. Menurutnya, esensi dari latihan resmi adalah memberikan kesempatan bagi kedua tim untuk merasakan atmosfer stadion secara langsung.
“Kami datang jauh-jauh ke sini untuk bertanding, namun sesampainya di lokasi, kami justru dilarang masuk ke lapangan utama,” ujar Fabio dengan nada tinggi. Ia menambahkan bahwa manajemen Borneo FC segera bertindak cepat untuk memprotes kebijakan tersebut. Beruntung, protes keras itu membuahkan hasil sehingga para pemain akhirnya bisa mencicipi rumput stadion utama.
Kebijakan Persija Jakarta Terkait Penggunaan Stadion
Di sisi lain, Persija Jakarta sebenarnya menerapkan kebijakan yang cukup ketat selama bermarkas di stadion megah tersebut. Manajemen Macan Kemayoran biasanya mengarahkan tim lawan untuk menggunakan lapangan latihan guna menjaga kualitas rumput stadion utama. Kebijakan ini rupanya tidak hanya berlaku bagi tim tamu, tetapi juga untuk internal Persija sendiri.
Dalam beberapa laga kandang sebelumnya, Persija memang lebih sering memilih fasilitas latihan pendukung demi menjaga keawetan permukaan lapangan utama. Namun, bagi Borneo FC, alasan pemeliharaan lapangan tidak seharusnya mengabaikan regulasi pertandingan. Perselisihan ini sempat memicu perdebatan hangat di kalangan pecinta Sepak Bola Indonesia sebelum akhirnya menemui titik terang.
Manajemen Borneo FC menilai bahwa adaptasi terhadap pencahayaan dan arah angin di dalam stadion utama sangat krusial. Hal ini menjadi bagian dari strategi Fabio Lefundes untuk mencuri poin penuh di kandang lawan. Tanpa sesi tersebut, skuat Pesut Etam merasa seperti “buta” terhadap medan perang yang akan mereka hadapi.
Tinjauan Regulasi Mengenai Latihan Resmi
Jika merujuk pada aturan kompetisi, pelaksanaan latihan resmi sebenarnya sudah diatur secara mendetail dalam regulasi Super League. Pasal 35 menyebutkan bahwa tim tamu memang berhak mendapatkan sesi latihan di lokasi pertandingan. Namun, aturan tersebut juga memiliki poin pengecualian yang cukup fleksibel tergantung kondisi di lapangan.
Pada poin keenam dalam pasal tersebut, dijelaskan bahwa match commissioner memiliki wewenang penuh untuk membatalkan latihan di stadion utama. Hal ini biasanya terjadi jika kondisi cuaca buruk atau kualitas rumput sedang tidak layak digunakan secara intensif. Jika pembatalan terjadi, panitia wajib menyediakan lapangan latihan alternatif yang kualitasnya setara.
Meskipun akhirnya diizinkan masuk ke lapangan utama, insiden ini menjadi catatan penting bagi penyelenggara pertandingan Super League di JIS. Koordinasi antara tim tamu, tuan rumah, dan pengelola stadion perlu ditingkatkan agar tidak terjadi gesekan serupa di masa depan. Kini, Borneo FC fokus sepenuhnya untuk menghadapi tekanan suporter tuan rumah dalam laga yang diprediksi akan berlangsung sengit.