Kylian Mbappe Catat Sejarah: Menyapu 3 Sepatu Emas dalam Setahun
Uptodai.com - Penyerang bintang Real Madrid, Kylian Mbappe catat sejarah sepatu emas setelah berhasil menyapu bersih tiga penghargaan pencetak gol terbanyak dalam kurun waktu satu tahun. Pencapaian fantastis ini diraih penyerang asal Prancis tersebut melalui torehan gol impresif di ajang La Liga, Liga Champions, serta Piala Dunia 2026. Rekor langka dalam sejarah sepak bola modern ini makin menegaskan dominasi individu sang pemain di level klub maupun internasional.
Dominasi di Domestik: Mempertahankan Trofi Pichichi
Pada kompetisi La Liga musim 2025/2026, Mbappe kembali menahbiskan dirinya sebagai juru gedor tersubur di Spanyol. Mantan pemain Paris Saint-Germain tersebut mengemas total 25 gol sepanjang musim untuk mengamankan gelar Pichichi keduanya secara beruntun. Meski performa kolektif Real Madrid kerap mengalami pasang surut, konsistensi Mbappe di depan gawang lawan tetap menjadi tumpuan utama lini serang Los Blancos.
Raja Gol Eropa dan Puncak Rekor Piala Dunia
Ketajaman kapten timnas Prancis tersebut juga tidak terbendung di panggung Liga Champions dengan torehan 15 gol, meskipun langkah Real Madrid terhenti di perempat final. Koleksi 15 gol tersebut tercatat sebagai rekor individu tertinggi ketiga dalam satu musim sepanjang sejarah kompetisi kasta tertinggi Eropa. Keperkasaannya makin sempurna di Piala Dunia 2026 setelah menyabet Sepatu Emas lewat sumbangan 10 gol.
Tambahan 10 gol di ajang akbar tersebut membuat total tabungan gol Mbappe di putaran final Piala Dunia melonjak drastis menjadi 22 gol. Catatan fenomenal ini resmi melampaui rekor legendaris milik Miroslav Klose dan menjadikannya pencetak gol terbanyak sepanjang masa turnamen tersebut. Efisiensi penyelesaian akhir dan kecepatan eksplosif menjadi kunci utama dominasi Mbappe dalam membongkar pertahanan lawan di level tertinggi.
Dilema Gelar Kolektif dan Era Baru Bersama Jose Mourinho
Kendati berhasil mendulang rentetan rekor individu yang mencengangkan, pencapaian tim yang dibela Mbappe justru berbanding terbalik. Real Madrid belum berhasil memenangkan gelar utama dalam dua musim terakhir sejak kedatangannya dari PSG. Di tingkat internasional, langkah Prancis juga terhenti di babak semifinal Piala Dunia 2026 setelah kalah bersaing dari tim lawan.
Menariknya, kontras tajam justru dialami mantan klubnya, Paris Saint-Germain, yang sukses menjuarai Liga Champions pada dua musim berturut-turut setelah kepindahannya. Kini, kehadiran pelatih kawakan Jose Mourinho di kursi kepelatihan Real Madrid diharapkan mampu mengubah peta kekuatan tim. Mbappe membidik gelar juara La Liga dan Liga Champions musim depan demi menyelaraskan rekor pribadinya dengan trofi kolektif klub.