Tijjani Reijnders Terancam Didepak Manchester City Musim Depan
Uptodai.com - Nasib Tijjani Reijnders di Manchester City kini berada di ujung tanduk setelah kehilangan tempat utama dalam skema permainan Pep Guardiola. Gelandang keturunan Maluku yang didatangkan dengan nilai fantastis ini mulai jarang mendapatkan menit bermain reguler di Etihad Stadium. Padahal, pada awal kedatangannya dari AC Milan, ia sempat digadang-gadang menjadi jenderal lapangan tengah baru bagi The Citizens.
Situasi sulit ini memicu spekulasi kuat mengenai masa depan sang pemain menjelang bursa transfer musim panas mendatang. Manajemen klub kabarnya mulai mempertimbangkan untuk melepas pemain berusia 27 tahun tersebut demi melakukan perombakan skuad secara besar-besaran. Penurunan kontribusi di lapangan menjadi alasan utama mengapa manajemen mulai melirik opsi lain untuk memperkuat lini tengah mereka.
Penurunan Menit Bermain dan Persaingan Ketat
Karier Reijnders di Inggris sebenarnya bermula dengan sangat manis saat ia baru saja menginjakkan kaki di Manchester. City menebusnya dengan mahar mencapai 54,9 juta euro atau setara dengan Rp1 triliun lebih demi mengamankan jasanya. Kehadirannya diharapkan mampu memberikan dimensi baru dalam aliran bola yang menjadi ciri khas permainan menyerang Pep Guardiola.
Namun, memasuki awal tahun 2026, peran pemain yang memiliki darah Indonesia ini perlahan mulai memudar dan tersisih. Catatan menunjukkan bahwa penampilan terakhirnya sebagai starter di Liga Inggris terjadi pada akhir Januari lalu saat melawan Wolverhampton. Sejak saat itu, Reijnders lebih sering menghabiskan waktu di bangku cadangan atau hanya masuk sebagai pemain pengganti di menit-menit akhir.
Kondisi ini tentu sangat kontras dengan statusnya sebagai salah satu gelandang termahal yang pernah didatangkan City dalam beberapa musim terakhir. Persaingan internal yang sangat ketat di lini tengah membuat posisinya semakin terjepit oleh pemain lain yang lebih konsisten. Guardiola tampaknya mulai kehilangan kepercayaan pada kemampuan adaptasi Reijnders terhadap intensitas tinggi kompetisi kasta tertinggi di Inggris.
Rencana Perombakan Skuad Pep Guardiola
Laporan terbaru dari media Inggris menyebutkan bahwa manajemen Manchester City tidak akan tinggal diam melihat situasi ini. Mereka dikabarkan sudah mulai memetakan calon pengganti yang lebih segar untuk mengisi sektor vital di jantung permainan tim. Nama-nama besar seperti Enzo Fernandez hingga gelandang muda potensial Elliot Anderson mulai masuk dalam radar perburuan klub.
Jika rencana mendatangkan gelandang baru ini terealisasi, posisi kakak kandung Eliano Reijnders tersebut dipastikan akan semakin terpinggirkan. Klub kabarnya lebih memilih untuk menjualnya selagi nilai pasarnya masih cukup tinggi di mata klub-klub Eropa lainnya. Langkah ini diambil untuk menghindari kerugian finansial yang lebih besar jika sang pemain terus mendekam di bangku cadangan.
Kaitan dengan Masa Depan Bernardo Silva
Menariknya, nasib Tijjani Reijnders di Manchester City juga sangat bergantung pada keputusan yang diambil oleh Bernardo Silva. Gelandang senior asal Portugal tersebut hingga kini belum memberikan kepastian mengenai perpanjangan kontraknya yang akan segera habis. Jika Silva memutuskan untuk hengkang, ada kemungkinan kecil bagi Reijnders untuk bertahan sebagai pelapis utama.
Namun, banyak pengamat meyakini bahwa City lebih memilih untuk mendatangkan pemain baru daripada mempertahankan Reijnders yang performanya belum stabil. Tekanan besar dari suporter dan target tinggi klub menuntut setiap pemain untuk selalu tampil di level tertinggi tanpa celah. Hal inilah yang membuat masa depan gelandang berdarah Maluku tersebut tetap menjadi tanda tanya besar hingga akhir musim nanti.
Bagi Reijnders, pindah ke klub lain mungkin menjadi solusi terbaik untuk menyelamatkan kariernya yang sedang meredup di Etihad. Bermain secara reguler sangat penting baginya, terutama untuk menjaga posisi di tim nasional Belanda yang memiliki persaingan tak kalah sengit. Bursa transfer musim panas mendatang akan menjadi penentu apakah ia akan bertahan atau mencari tantangan baru di luar Liga Inggris.