Nasib Tragis Mitchel Bakker, Bintang yang Gagal Bela Timnas Indonesia
Uptodai.com - Nasib tragis Mitchel Bakker kini menjadi sorotan tajam setelah namanya sempat mencuat sebagai calon kuat pemain naturalisasi Skuad Garuda. Pemain yang memiliki rekam jejak mentereng di kasta tertinggi sepak bola Eropa ini awalnya diproyeksikan untuk memperkuat lini pertahanan Indonesia. Kehadirannya bahkan sempat digadang-gadang akan memberikan persaingan yang jauh lebih kompetitif bagi Calvin Verdonk di posisi bek kiri.
Pada awal tahun 2025, rumor mengenai bergabungnya Bakker ke Timnas Indonesia berembus kencang melalui laporan media Belanda, AD. PSSI saat itu memang tengah gencar mencari pemain berkualitas dunia untuk meningkatkan level permainan tim nasional di bawah arahan pelatih papan atas. Bakker dianggap sebagai profil yang sangat ideal karena memiliki postur tubuh menjulang setinggi 189 cm dan kemampuan teknis di atas rata-rata.
Profil Mentereng Eks Pemain Paris Saint-Germain
Kualitas Mitchel Bakker sebenarnya tidak perlu diragukan lagi jika melihat perjalanan karier profesionalnya yang sangat luar biasa. Ia merupakan produk asli akademi Ajax Amsterdam yang kemudian berhasil menembus tim utama Paris Saint-Germain (PSG) pada periode 2019 hingga 2021. Selama berseragam klub raksasa Prancis tersebut, Bakker sukses mengoleksi trofi Piala Prancis, Piala Liga Prancis, hingga Piala Super Prancis.
Kariernya terus menanjak saat ia memutuskan untuk mencicipi atmosfer kompetisi Bundesliga bersama Bayer Leverkusen. Tidak berhenti di situ, Bakker juga menjadi bagian penting dari keberhasilan Atalanta saat merengkuh gelar juara Liga Europa yang prestisius. Pengalaman bertanding di kompetisi kasta tertinggi Eropa membuat banyak pihak yakin bahwa ia adalah kepingan puzzle yang hilang bagi Timnas Indonesia.
Tembok Regulasi FIFA yang Menghadang Naturalisasi
Namun, harapan besar pendukung Skuad Garuda untuk melihat aksi Bakker di lapangan hijau harus pupus karena terbentur aturan yang sangat ketat. Berdasarkan hasil investigasi mendalam, pemain berusia 25 tahun ini ternyata memiliki garis keturunan Indonesia dari kakek buyutnya. Hal ini menjadi kendala utama karena regulasi FIFA hanya mengizinkan naturalisasi bagi pemain yang memiliki darah keturunan maksimal dari kakek atau nenek.
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, secara terbuka mengakui bahwa pihaknya kesulitan untuk memproses dokumen kewarganegaraan sang pemain. Meskipun PSSI sangat menginginkan servis Bakker, ketiadaan bukti dokumen yang memenuhi syarat FIFA membuat proses tersebut tidak bisa dilanjutkan. “Kami sudah mengecek dan memang agak sulit karena tidak sesuai dengan regulasi FIFA yang mengharuskan garis keturunan dari orang tua atau kakek-nenek,” ujar Erick dalam sebuah konferensi pers.
Cedera Horor di Atalanta BC
Setelah kegagalan proses naturalisasi tersebut, nasib tragis Mitchel Bakker justru semakin memburuk sekembalinya ia ke klub asalnya, Atalanta. Pada sesi latihan rutin di bulan Juli, Bakker mengalami kecelakaan fatal yang mengakibatkan cedera lutut yang sangat serius. Tim medis klub mengonfirmasi bahwa sang pemain menderita robekan pada ligamen anterior cruciate (ACL) di lutut kanannya.
Cedera ACL merupakan mimpi buruk bagi setiap pesepak bola profesional karena membutuhkan waktu pemulihan yang sangat lama dan intensif. Atalanta memastikan bahwa Bakker harus menepi dari lapangan hijau setidaknya selama enam bulan ke depan untuk menjalani operasi dan rehabilitasi. Kondisi ini tentu menjadi pukulan telak bagi kariernya yang sedang berusaha kembali ke performa puncak setelah masa peminjaman di Lille.
Kini, publik hanya bisa mendoakan agar pemain yang hampir mengenakan jersey Merah Putih ini bisa segera pulih dan kembali merumput. Meskipun impian membela Timnas Indonesia harus terkubur, bakat besar Bakker tetap layak mendapatkan panggung di kompetisi Eropa. Nasib malang yang menimpanya saat ini menjadi pengingat betapa rentannya karier seorang atlet profesional di tengah persaingan industri sepak bola yang begitu keras.