Uptodai.com - Musim panas 2025 menjadi periode yang sangat sibuk bagi manajemen AC Milan. Rossoneri menjalankan agenda transfer yang agresif dan terencana, berupaya merombak skuad secara menyeluruh agar lebih kompetitif di kancah domestik maupun Eropa. Di tengah hiruk-pikuk kedatangan banyak wajah baru, terungkap fakta bahwa AC Milan incar bek Bayern Munich, Kim Min-jae, dalam sebuah operasi transfer senyap.

Aktivitas transfer Milan saat itu memang difokuskan untuk memperkuat kedalaman tim, terutama di lini belakang yang dianggap rentan. Total sekitar sepuluh pemain didatangkan untuk menjawab kebutuhan jangka pendek dan panjang klub. Namun, nama Kim Min-jae menjadi target paling ambisius yang luput dari perhatian publik.

AC Milan Incar Bek Bayern: Upaya Perekrutan Sang Bintang Korea

Ketertarikan Milan terhadap bek tengah asal Korea Selatan itu bukanlah sekadar rumor biasa. Upaya perekrutan Kim Min-jae dilakukan sebagai bagian integral dari proyek peremajaan lini belakang Rossoneri. Manajemen klub melihat Kim sebagai sosok ideal yang mampu menjadi pemimpin di jantung pertahanan San Siro.

Meskipun Milan berhasil mendatangkan beberapa pemain bertahan muda seperti David Odogu, Zavhary Athekame, dan Koni De Winter, nama Kim Min-jae dianggap sebagai target “impian”. Bek yang dikenal memiliki fisik kuat dan kemampuan membaca permainan yang luar biasa ini diyakini mampu memberikan dampak instan pada performa tim.

Laporan dari La Gazzetta dello Sport edisi pagi bahkan menyebutkan bahwa Kim Min-jae dikabarkan terbuka untuk kembali ke Italia. Italia memang bukan tempat asing baginya, mengingat ia pernah menjadi pilar utama Napoli dan sukses besar meraih gelar Scudetto.

Status Penting Kim Min-jae di Bundesliga

Kim Min-jae sendiri memiliki kenangan manis di Serie A sebelum akhirnya memilih berlabuh ke Bayern Munchen pada awal musim 2023/2024. Kepindahannya ke Jerman saat itu memecahkan rekor transfer untuk pemain bertahan Asia, menegaskan kualitasnya sebagai salah satu bek terbaik di Eropa.

Meskipun baru sebentar di Bundesliga, Kim langsung menjadi sosok penting di lini belakang Die Roten. Ia kerap bermain penuh dalam pertandingan-pertandingan krusial, termasuk di Liga Champions. Statusnya sebagai bek inti di klub raksasa Jerman inilah yang membuat upaya Milan menjadi sangat sulit.

Fabrizio Romano Ungkap Kendala Besar Rossoneri

Situasi pelik ini kemudian dikomentari langsung oleh pakar transfer kenamaan, Fabrizio Romano. Ia membenarkan adanya ketertarikan dari klub-klub Italia, termasuk Milan, pada Kim Min-jae. Romano menyoroti bahwa selalu ada pembicaraan tentang kembalinya Kim, mengingat pencapaian luar biasanya bersama Napoli.

Namun, Romano menegaskan bahwa upaya AC Milan incar bek Bayern tersebut terbentur kendala finansial dan status pemain. Bayern Munchen tidak memiliki niat sama sekali untuk menjual Kim. Apalagi, klub Bavaria tersebut baru saja menginvestasikan dana besar untuk mendatangkannya dari Italia.

Oleh karena itu, tawaran yang diajukan oleh Milan haruslah fantastis, baik dari segi biaya transfer maupun gaji pemain, agar Bayern bersedia melepasnya. Kebijakan finansial Rossoneri yang cenderung ketat membuat negosiasi ini hampir mustahil untuk mencapai kesepakatan.

Ambisi Milan untuk memboyong bek kelas dunia seperti Kim Min-jae memang patut diacungi jempol. Meskipun operasi senyap ini tidak berhasil terwujud, ketertarikan tersebut menegaskan bahwa manajemen Rossoneri terus berupaya mencari pemain yang mampu meningkatkan kualitas skuad secara signifikan demi bersaing di papan atas Eropa.