Uptodai.com - Dunia sepak bola Tanah Air kembali diselimuti awan mendung setelah pelatih Ely Idris meninggal dunia pada Kamis (12/2/2026) sore. Sosok yang dikenal sebagai salah satu gelandang terbaik di era Galatama tersebut mengembuskan napas terakhirnya di Rumah Sakit Cinta Kasih, Ciputat, Tangerang Selatan.

Kabar kepergian pria kelahiran 4 November 1962 ini tersiar sekitar pukul 15.00 WIB. Pihak keluarga dan kerabat dekat mulai memadati rumah duka untuk memberikan penghormatan terakhir bagi sang maestro lapangan tengah yang pernah mengharumkan nama bangsa tersebut.

Jejak Emas Ely Idris di Panggung Galatama

Ely Idris merupakan salah satu pemain yang sangat disegani pada dekade 1980-an. Karier sepak bolanya mulai meroket tajam saat ia memperkuat klub Yanita Utama. Penampilan impresifnya di level klub kemudian membuka jalan baginya untuk menembus skuad Timnas Indonesia dalam proyeksi Pra-Piala Dunia dan SEA Games.

Puncak kejayaan Ely di kompetisi domestik terjadi ketika ia memutuskan untuk berseragam Pelita Jaya. Bersama klub raksasa tersebut, ia berhasil mempersembahkan tiga gelar juara Galatama. Kemampuannya dalam mengatur ritme permainan menjadikannya sosok sentral yang sulit tergantikan di lini tengah.

Setelah sukses bersama Pelita Jaya, ia sempat merumput bersama Krama Yudha selama dua musim. Pengalaman panjang di berbagai klub besar menjadikannya salah satu pemain paling senior yang dihormati oleh rekan sejawat maupun lawan di lapangan hijau.

Dinamika Karier dan Pengabdian untuk Timnas Indonesia

Perjalanan karier Ely Idris tidak selamanya berjalan mulus tanpa hambatan. Ia tercatat pernah menerima sanksi skorsing selama dua tahun akibat tindakan penghinaan terhadap ofisial pertandingan saat melawan Petrokimia Putra. Ketegasan PSSI saat itu sempat menghentikan langkahnya sejenak dari kompetisi resmi.

Selain itu, namanya juga pernah terseret dalam isu skandal suap saat memperkuat tim PSSI A pada ajang Pra-Piala Dunia 1990. Meski sempat menghadapi berbagai kontroversi, dedikasi Ely terhadap sepak bola tetap tidak luntur hingga ia memutuskan gantung sepatu pada usia 38 tahun.

Dedikasi di Pinggir Lapangan sebagai Pelatih Profesional

Pasca pensiun sebagai pemain, Ely Idris memilih untuk melanjutkan pengabdiannya di dunia kepelatihan. Persibom menjadi klub pertama yang merasakan sentuhan dinginnya sebagai pelatih kepala. Ia berhasil membangun pondasi tim yang solid selama beberapa musim di sana.

Nama Ely Idris kemudian menjadi sangat identik dengan klub kebanggaan warga Tangerang, Persita. Ia tercatat beberapa kali mengisi kursi pelatih kepala maupun asisten pelatih di tim Laskar Pendekar Cisadane. Loyalitasnya terhadap Persita menjadikannya sosok pahlawan di mata para suporter fanatik klub tersebut.

Terakhir, ia sempat dipercaya untuk menahkodai Persitara Jakarta Utara pada kompetisi Liga 3 musim 2021/2022. Meskipun tantangan di kasta bawah cukup berat, Ely tetap menunjukkan profesionalisme tinggi dalam membina pemain-pemain muda hingga akhir masa tugasnya.