Pelatih Terbaik Mohamed Salah Bukan Klopp, Melainkan Spalletti
Uptodai.com - Pelatih terbaik Mohamed Salah ternyata bukan sosok Jurgen Klopp yang selama ini identik dengan kesuksesannya di Anfield. Pengakuan mengejutkan ini muncul tepat saat bintang asal Mesir tersebut mengonfirmasi akan meninggalkan Liverpool pada akhir musim nanti. Meski meraih segudang trofi bersama Klopp, Salah justru menyebut nama lain sebagai mentor yang paling berpengaruh bagi perkembangan kariernya.
Kabar kepergian Salah secara resmi tersiar pada Rabu (25/3/2026) dini hari WIB melalui saluran media sosial klub. Pemain berjuluk The Egyptian King ini memutuskan untuk mengakhiri masa baktinya setelah sembilan tahun berseragam The Reds. Keputusan ini cukup mengejutkan mengingat kontraknya baru akan habis pada musim panas 2027 mendatang.
Selama membela panji Liverpool sejak 2017, Salah telah mencatatkan statistik yang luar biasa mengerikan bagi barisan pertahanan lawan. Ia memainkan total 435 pertandingan dengan torehan 255 gol serta 122 assist di semua kompetisi. Koleksi trofinya pun sangat lengkap, mulai dari dua gelar Liga Inggris hingga trofi Liga Champions yang prestisius.
Pilihan Mengejutkan di Balik Kesuksesan Mohamed Salah
Banyak pihak berasumsi bahwa Jurgen Klopp adalah orang yang paling berjasa dalam membentuk ketajaman Salah. Namun, penyerang berusia 33 tahun itu justru menunjuk Luciano Spalletti sebagai pelatih terbaik Mohamed Salah sepanjang masa. Keduanya pernah bekerja sama secara intens saat Salah masih membela klub ibu kota Italia, AS Roma.
Salah mengungkapkan bahwa Spalletti memiliki peran krusial dalam mengubah cara pandangnya terhadap permainan sepak bola. Ia merasa pelatih yang kini menangani Juventus tersebut mampu mengeluarkan potensi tersembunyinya. Transformasi ini terjadi tepat sebelum Liverpool memutuskan untuk memboyongnya ke tanah Inggris dengan nilai transfer yang fantastis kala itu.
Bagi Salah, Spalletti bukan sekadar pelatih taktik di pinggir lapangan hijau. Ia merasa mendapatkan bimbingan yang sangat mendalam, baik dari sisi teknis permainan maupun kekuatan mental sebagai pemain profesional. “Saya berkembang sangat jauh bersamanya, dia memberikan saya kesempatan untuk mengekspresikan talenta,” ujar Salah dalam sebuah wawancara.
Kenangan Manis di AS Roma Bersama Luciano Spalletti
Statistik Salah selama berada di bawah asuhan Spalletti di AS Roma memang menjadi bukti nyata perkembangan pesat sang pemain. Dalam 62 pertandingan, ia berhasil mengemas 28 gol dan memberikan 20 assist bagi rekan-rekannya. Performa impresif inilah yang kemudian meyakinkan manajemen Liverpool untuk menebusnya seharga 42 juta euro pada musim panas 2017.
Meskipun Klopp adalah sosok yang memberinya panggung global, Salah merasa dasar permainannya terbentuk sempurna di Liga Italia. Spalletti menanamkan kedisiplinan taktik yang sangat ketat namun tetap memberikan kebebasan bagi Salah untuk menyerang. Hal inilah yang membuatnya merasa Spalletti adalah pelatih terbaik Mohamed Salah yang pernah ia temui.
Setelah era Klopp berakhir, Salah sempat bekerja di bawah arahan manajer baru Liverpool, Arne Slot. Namun, hubungan keduanya dikabarkan sempat memanas akibat perbedaan pendapat mengenai peran Salah di dalam tim. Friksi tersebut sempat memicu rumor kepindahan Salah pada bursa transfer Januari lalu, meski akhirnya ia tetap bertahan hingga akhir musim.
Kini, dengan pengumuman perpisahan yang sudah resmi, Salah bersiap untuk menjalani babak baru dalam petualangan sepak bolanya. Para pendukung setia Liverpool tentu akan merindukan aksi-aksi magisnya di sisi kanan penyerangan. Warisan yang ia tinggalkan di Anfield akan selalu dikenang sebagai salah satu era terbaik dalam sejarah panjang klub Merseyside tersebut.