Igli Tare Optimistis Peluang Scudetto AC Milan Masih Terbuka
Uptodai.com - Peluang Scudetto AC Milan 2025/2026 dinilai masih sangat terbuka lebar meski tim asuhan Paulo Fonseca baru saja meraih hasil kurang memuaskan. Direktur Olahraga Rossoneri, Igli Tare, menegaskan bahwa satu hasil imbang tidak akan menghapus ambisi besar klub untuk meraih gelar juara musim ini.
Hasil seri 1-1 saat menjamu Como 1907 di San Siro pada laga tunda pekan ke-24 memang terasa menyesakkan bagi para pendukung setia Milan. Namun, manajemen klub tetap tenang dan meminta semua pihak melihat gambaran besar dari kompetisi yang masih menyisakan banyak pertandingan krusial.
Saat ini, AC Milan mengoleksi 54 poin dan tertahan di peringkat kedua klasemen sementara Liga Italia. Jarak dengan Inter Milan yang berada di puncak kini melebar menjadi tujuh angka setelah rival sekota mereka itu tampil sangat konsisten sepanjang musim.
Optimisme Igli Tare Terhadap Harapan Juara Rossoneri
Igli Tare menekankan bahwa perjalanan menuju tangga juara masih sangat panjang dan penuh dengan dinamika. Menurutnya, masih ada 14 pertandingan tersisa yang bisa mengubah peta persaingan secara drastis dalam waktu singkat bagi tim-tim papan atas.
Eks direktur olahraga Lazio tersebut meminta skuad Milan untuk tidak terbebani oleh tekanan klasemen dan tetap fokus pada performa di lapangan. Ia ingin para pemain menjaga momentum positif yang sebenarnya sudah mulai terbangun dalam beberapa pekan terakhir sebelum laga kontra Como.
“Tentu saja peluang itu ada, tetapi kita tidak boleh terlalu terpaku pada angka di klasemen sekarang,” ujar Tare saat memberikan keterangan kepada media. Ia menambahkan bahwa kerja keras tim selama ini akan membuahkan hasil jika mereka tetap konsisten meraih poin penuh di laga-laga selanjutnya.
Igli Tare menolak anggapan bahwa hasil imbang melawan tim promosi seperti Como akan menentukan nasib akhir Milan dalam perburuan gelar. Baginya, yang terpenting adalah bagaimana tim bereaksi dan bangkit dari kegagalan meraih poin maksimal di kandang sendiri.
Belajar dari Kemenangan Tandang dan Konsistensi
Sebelum tertahan oleh Como, AC Milan sebenarnya menunjukkan tren positif dengan memenangkan dua laga tandang yang sangat menantang. Kemenangan atas Pisa dan Bologna menjadi bukti nyata bahwa mentalitas juara tim ini masih sangat kuat saat bermain di bawah tekanan suporter lawan.
Igli Tare melihat performa impresif di laga tandang tersebut sebagai modal berharga untuk mengarungi sisa kompetisi Serie A. Ia berharap Rafael Leao dan kawan-kawan bisa mengulangi performa serupa di setiap pertandingan mendatang tanpa memandang remeh lawan mana pun.
Gol Rafael Leao pada menit ke-64 saat melawan Como menjadi pengingat bahwa Milan memiliki kualitas individu yang mampu memecah kebuntuan. Fokus utama tim sekarang adalah bagaimana mengonversi dominasi permainan menjadi kemenangan yang nyata demi terus menempel ketat posisi Inter.
Strategi Milan Menghadapi Tekanan Inter Milan
Persaingan gelar Serie A tahun ini memang menuntut konsistensi yang luar biasa tinggi karena performa stabil yang ditunjukkan oleh Inter Milan. Nerazzurri jarang sekali kehilangan poin, yang membuat setiap kesalahan kecil dari AC Milan terasa sangat fatal bagi posisi mereka di klasemen.
Namun, Tare mengingatkan bahwa tekanan justru bisa menjadi bumerang bagi tim yang sedang memimpin di puncak klasemen jika mereka mulai lengah. Milan harus siap memanfaatkan setiap celah dan momentum sekecil apa pun ketika sang rival tergelincir di pekan-pekan mendatang.
Stabilitas performa menjadi kunci utama yang terus ditekankan oleh manajemen kepada staf pelatih dan seluruh pemain. Tanpa konsistensi yang terjaga, mengejar selisih tujuh poin akan menjadi misi yang sangat sulit untuk diselesaikan sebelum musim berakhir di bulan Mei nanti.
Manajemen Milan percaya bahwa dengan komposisi skuad yang ada saat ini, mereka memiliki kedalaman yang cukup untuk terus bersaing di jalur juara. Dukungan penuh dari para suporter di San Siro juga diharapkan tetap mengalir demi membakar semangat juang para pemain di setiap menit laga.
Kini, beban pembuktian sepenuhnya ada di tangan para pemain untuk menunjukkan bahwa mereka layak menyandang status sebagai penantang gelar yang tangguh. Setiap pertandingan sisa di Serie A akan dianggap sebagai laga final demi ambisi membawa trofi Scudetto kembali ke pelukan publik Merah-Hitam.