Uptodai.com - Pemain naturalisasi Timnas Indonesia dicoret dari daftar skuad kemungkinan besar akan menjadi kejutan pertama dalam kepemimpinan John Herdman. Pelatih asal Inggris tersebut kini tengah menggodok komposisi pemain terbaik menjelang agenda FIFA Series 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 23-31 Maret mendatang. Transisi kepemimpinan dari era Shin Tae-yong ke John Herdman membawa angin perubahan yang cukup signifikan bagi struktur tim.

Selama masa jabatan Shin Tae-yong, tercatat ada 15 pemain keturunan yang telah resmi menyandang status Warga Negara Indonesia (WNI). Nama-nama besar seperti Jay Idzes, Maarten Paes, hingga Kevin Diks menjadi pilar utama yang mendongkrak performa Skuad Garuda di kancah internasional. Namun, tidak semua pemain tersebut berada dalam kondisi ideal untuk memperkuat tim pada periode Maret nanti.

Berdasarkan analisis situasi terkini, terdapat empat nama pemain naturalisasi yang berpotensi besar tidak masuk dalam skema John Herdman untuk ajang FIFA Series. Faktor cedera, sanksi disiplin, hingga minimnya menit bermain di level klub menjadi alasan utama di balik prediksi pencoretan ini. Situasi ini tentu memaksa tim pelatih untuk mencari alternatif pemain lain guna menjaga kedalaman skuad.

Kendala Sanksi dan Pemulihan Cedera Pemain Pilar

Thom Haye menjadi nama pertama yang diprediksi absen membela Timnas Indonesia dalam waktu dekat. Gelandang kreatif berusia 30 tahun tersebut harus menjalani sanksi larangan bertanding sebanyak empat pertandingan internasional. Hukuman ini merupakan buntut dari protes keras yang ia lakukan terhadap wasit saat laga melawan Irak pada Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia, Oktober 2025 lalu.

Absennya “The Professor” tentu menjadi kehilangan besar bagi lini tengah Garuda mengingat perannya yang sangat vital dalam mengatur ritme permainan. John Herdman harus memutar otak untuk mencari sosok jenderal lapangan tengah yang memiliki visi serupa dengan Haye. Meskipun stok gelandang cukup melimpah, kualitas umpan dan ketenangan Haye sulit untuk digantikan secara instan.

Selain Haye, bek tangguh Mees Hilgers juga kemungkinan besar belum bisa bergabung dengan rekan-rekannya di tim nasional. Pemain FC Twente tersebut masih dalam tahap pemulihan intensif setelah mengalami cedera Anterior Cruciate Ligament (ACL). Tim medis biasanya tidak akan memberikan lampu hijau bagi pemain untuk bertanding sebelum kondisi fisik benar-benar pulih seratus persen guna menghindari risiko cedera berulang.

Masalah Menit Bermain di Kompetisi Domestik

Kondisi kurang menguntungkan juga dialami oleh penyerang muda Rafael Struick yang kini merumput bersama Dewa United di Super League 2025-2026. Struick tercatat absen dalam lima pertandingan terakhir yang dijalani oleh klubnya tersebut. Dua laga di antaranya disebabkan oleh sanksi kartu merah yang ia terima saat menghadapi Bhayangkara FC beberapa waktu lalu.

Namun, yang lebih mengkhawatirkan adalah keputusan pelatih Dewa United, Jan Olde Riekerink, yang tidak menyertakan Struick dalam skuad pada tiga laga terkini. Tanpa jam terbang yang kompetitif di level klub, kebugaran dan sentuhan bola Struick dikhawatirkan akan menurun. John Herdman dikenal sebagai pelatih yang sangat menekankan pada aspek kesiapan fisik dan performa terbaru pemain di liga.

Nasib serupa juga membayangi Shayne Pattynama yang baru saja bergabung dengan Persija Jakarta dari Buriram United pada Januari 2026. Sejak berseragam Macan Kemayoran, Shayne justru kesulitan menembus tim utama dan baru mencatatkan 18 menit bermain dari dua laga. Minimnya kontribusi ini menjadi sinyal merah bagi kelanjutan kariernya di skuad nasional dalam waktu dekat.

Asisten pelatih Persija, Ricky Nelson, mengungkapkan bahwa pelatih Mauricio Souza saat ini lebih condong memilih Dony Tri Pamungkas di posisi bek kiri. Persaingan internal yang ketat di Persija membuat Shayne harus bekerja ekstra keras untuk membuktikan kualitasnya kembali. Jika situasi ini tidak berubah, posisi Shayne di Timnas Indonesia terancam digantikan oleh pemain lain yang lebih aktif berkompetisi.