Viral: Pemain Persid Jember Minta VAR HP ke Wasit Liga 4
Uptodai.com - Kancah sepak bola amatir Indonesia kembali menyajikan drama yang menyita perhatian publik. Kali ini, sebuah insiden viral melibatkan Pemain Persid Jember Minta VAR HP kepada wasit saat menjalani laga krusial babak 16 besar Liga 4 Piala Gubernur Jawa Timur 2025/2026.
Momen yang terjadi di Stadion Jember Sport Garden (JSG) pada Senin (19/1/2026) sore itu sontak menjadi perbincangan hangat di media sosial. Pasalnya, permintaan untuk mengecek tayangan ulang menggunakan ponsel pribadi tersebut menunjukkan kurangnya pemahaman regulasi, sekaligus memicu kritik pedas dari warganet.
Drama Tegang dan Kemenangan Persid Jember
Persid Jember berhasil mengamankan tiga poin penting di kandang setelah menundukkan Persida Sidoarjo dengan skor tipis 2-1. Pertandingan tersebut berjalan sangat ketat dan panas sejak peluit awal dibunyikan. Kedua tim menunjukkan intensitas tinggi, saling menekan pertahanan lawan.
Setelah babak pertama berakhir tanpa gol, tuan rumah memecah kebuntuan pada menit ke-50 melalui gol Ahmad Dedi. Namun, keunggulan itu tidak bertahan lama karena Persida berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1 delapan menit kemudian lewat Sandy Kusuma. Jual beli serangan yang terjadi membuat tensi pertandingan semakin meningkat, dan beberapa keputusan wasit Lukman Adiputro mulai memicu protes.
Puncak drama terjadi di masa tambahan waktu. Persid Jember mendapatkan hadiah tendangan penalti yang kontroversial. Ghifari Vais Aditya sukses menjalankan tugasnya sebagai algojo, memastikan kemenangan dramatis Persid dengan skor akhir 2-1 dan menempatkan mereka sementara di puncak klasemen Grup KK.
Momen Kontroversial: Pemain Persid Jember Minta VAR HP
Di balik kemenangan dramatis tersebut, sorotan utama justru tertuju pada insiden unik yang terekam kamera dan dibagikan secara luas di TikTok. Video tersebut memperlihatkan sejumlah pemain Persid Jember mengerumuni wasit di tengah lapangan, melancarkan protes keras terhadap sebuah keputusan.
Yang membuat insiden ini menjadi viral adalah aksi salah satu pemain Persid yang terlihat membawa sebuah ponsel pintar dan menunjukkannya langsung ke wajah wasit. Pemain tersebut, yang diduga tidak terima dengan keputusan wasit, tampaknya meminta pengadil lapangan untuk menggunakan rekaman di HP sebagai alat bantu Video Assistant Referee (VAR).
Wasit Lukman Adiputro tampak menolak permintaan aneh tersebut dan berupaya keras untuk menenangkan para pemain. Ia kemudian meminta pertandingan segera dilanjutkan sesuai aturan yang berlaku. Meskipun niat pemain tersebut mungkin didasari keinginan untuk mendapatkan keadilan, aksinya tersebut justru menuai gelak tawa sekaligus kritikan.
Mengapa Protes VAR Liga 4 Lewat Ponsel Dianggap Memalukan?
Insiden Pemain Persid Jember Minta VAR HP ini dengan cepat memancing reaksi warganet. Banyak yang menyayangkan kurangnya pemahaman regulasi di level kompetisi tersebut. Sebagai informasi, teknologi VAR merupakan sistem yang sangat mahal dan kompleks, yang pengoperasiannya diatur ketat oleh FIFA.
Di Indonesia, VAR baru diterapkan secara terbatas di kompetisi Liga 1 dan mulai diujicobakan di beberapa pertandingan penting Liga 2. Infrastruktur, biaya, dan pelatihan wasit untuk VAR belum menjangkau level Liga 4, yang merupakan kompetisi amatir di bawah naungan Asosiasi Provinsi PSSI.
Penggunaan ponsel sebagai alat bantu wasit jelas melanggar seluruh aturan permainan. Wasit hanya diperbolehkan menggunakan perangkat komunikasi resmi yang disetujui untuk koordinasi tim. Alhasil, aksi protes menggunakan ponsel ini dianggap sebagai tindakan yang tidak profesional dan menunjukkan ketidakdewasaan dalam menyikapi keputusan wasit.
Komentar warganet pun beragam, mulai dari candaan satir hingga kritik tajam. Mayoritas menilai bahwa tindakan tersebut memalukan, mengingat pemain di level kompetisi mana pun seharusnya memahami dasar-dasar regulasi sepak bola. Insiden ini diharapkan menjadi pelajaran penting bagi klub-kliga di level bawah untuk meningkatkan edukasi mengenai aturan permainan.