Tendangan Kungfu Liga 4: Pemain Putra Jaya Dipecat, Klub Ambil Sikap Tegas
Uptodai.com - Kompetisi sepak bola kasta bawah Indonesia, Liga 4, kembali tercoreng oleh aksi brutal yang jauh dari nilai sportivitas. Insiden memalukan ini membuat Pemain Putra Jaya Dipecat secara tidak hormat oleh klubnya sendiri setelah melakukan pelanggaran keras yang membahayakan lawan. Peristiwa tersebut terjadi saat PS Putra Jaya Pasuruan menghadapi Perseta 1970 Tulungagung dalam laga babak 32 besar Grup CC Liga 4 PSSI.
Pertandingan yang berlangsung di Stadion Gelora Bangkalan pada Senin (5/1/2026) itu berakhir dengan kemenangan telak Perseta 1970 dengan skor 7-2. Namun, hasil akhir tersebut tertutup oleh aksi tak terpuji yang dilakukan oleh salah satu pemain Putra Jaya, Muhammad Hilmi Gymnastiar, yang menunjukkan perilaku di luar batas kewajaran.
Kronologi Tendangan Kungfu yang Mencederai Lawan
Aksi kekerasan ini terekam jelas dan menjadi viral setelah disiarkan langsung melalui kanal YouTube PSSI Asprov Jawa Timur. Insiden terjadi pada menit ke-71, di mana saat itu Putra Jaya sudah tertinggal jauh empat gol dari lawannya. Dalam perebutan bola di lini tengah, Hilmi terlihat kehilangan kontrol dan emosi, yang dipicu oleh frustrasi timnya.
Tanpa ada intensi untuk merebut bola, Muhammad Hilmi Gymnastiar justru melayangkan tendangan keras menyerupai ‘tendangan kungfu’ langsung ke arah dada Firman Nugraha, penggawa Perseta 1970. Tendangan tersebut mengenai dada Firman dengan kekuatan penuh, membuatnya langsung terkapar dan mengerang kesakitan di lapangan hijau.
Kondisi Korban dan Reaksi Wasit Atas Tendangan Kungfu Liga 4
Wasit yang memimpin pertandingan segera memberikan kartu merah langsung kepada Hilmi atas pelanggaran yang sangat berbahaya tersebut. Sementara itu, Firman Nugraha harus ditandu keluar lapangan karena kondisinya yang mengkhawatirkan dan membutuhkan penanganan cepat. Ia langsung mendapatkan perawatan intensif di dalam ambulans yang bersiaga di stadion untuk memantau kondisinya lebih lanjut.
Meskipun kini sudah siuman, Firman Nugraha dilaporkan masih merasakan sakit yang signifikan di bagian dadanya dan mengalami beberapa luka memar. Tindakan agresif Hilmi ini tidak hanya merugikan timnya yang sudah kalah, tetapi juga membahayakan kesehatan dan potensi karier pemain lawan. Kejadian ini menambah daftar panjang insiden yang mencoreng nama baik sepak bola nasional.
Sanksi Tegas: Pemain Putra Jaya Dipecat Seketika
Aksi tidak sportif Muhammad Hilmi Gymnastiar segera menuai kecaman keras dari publik dan suporter di berbagai platform media sosial. Mereka mendesak PSSI dan klub terkait untuk memberikan sanksi seberat-beratnya. Menanggapi gelombang kritik tersebut, manajemen PS Putra Jaya Pasuruan bergerak cepat mengambil tindakan disipliner yang sangat tegas.
Melalui unggahan resmi di akun Instagram klub, PS Putra Jaya Pasuruan mengeluarkan surat keterangan bernomor PSPJ/02/05-01-2026. Ketua Harian PS Putra Jaya Sumurwaru, Gaung Andaka Ranggi P, secara resmi mengumumkan pemutusan kontrak kerja Hilmi. Keputusan ini menunjukkan komitmen klub dalam menjunjung tinggi sportivitas di lapangan, serta memberikan efek jera bagi pemain lain.
Manajemen klub menyatakan bahwa tindakan tersebut tidak dapat ditoleransi dan mencederai nilai-nilai persatuan dalam olahraga. Dengan demikian, status Muhammad Hilmi Gymnastiar resmi diberhentikan sebagai pemain PS Putra Jaya Pasuruan, hanya beberapa jam setelah insiden memalukan tersebut terjadi.