Uptodai.com - Penyebab Greg Nwokolo batal gabung klub Eropa akhirnya terungkap secara gamblang melalui pengakuan sang pemain dalam sebuah bincang-bincang santai. Pemain naturalisasi ini sempat menjadi buah bibir setelah tampil impresif melawan tim-tim besar dari Benua Biru pada tahun 2013 silam. Saat itu, Greg sedang berada di masa keemasannya sebagai penyerang tajam yang sangat disegani di kompetisi domestik.

Kisah ini bermula ketika ia dipercaya memperkuat skuad Indonesia XI untuk menghadapi tantangan dari Fulham U-21. Dalam laga uji coba yang berlangsung pada Oktober 2013 tersebut, Greg menunjukkan kelasnya sebagai striker haus gol. Ia berhasil membawa Indonesia XI menang meyakinkan dengan skor 2-0 atas klub asal Inggris tersebut.

Greg Nwokolo mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-34, sebelum kemudian digandakan oleh Titus Bonai di babak kedua. Penampilan apiknya di lapangan ternyata langsung menarik perhatian tim pemandu bakat dan pelatih lawan. Namun, ada sebuah tembok besar yang menghalangi langkahnya untuk merumput di Premier League kala itu.

Kegemilangan Bersama Arema FC Melawan Eintracht Frankfurt

Tidak hanya bersinar di level tim pilihan, Greg juga menunjukkan taringnya saat membela Arema FC. Klub berjuluk Singo Edan tersebut berkesempatan menjajal kekuatan Eintracht Frankfurt yang merupakan raksasa Bundesliga. Pertandingan ini menjadi panggung pembuktian bagi Greg bahwa kualitas pemain Indonesia tidak bisa dipandang sebelah mata.

Arema FC secara mengejutkan mampu menumbangkan juara Liga Europa 2021-2022 tersebut dengan skor tipis 3-2. Greg Nwokolo tampil sangat dominan dan merepotkan barisan pertahanan Frankfurt sepanjang pertandingan berlangsung. Kemenangan bersejarah ini membuat namanya semakin melambung dan memicu ketertarikan serius dari pihak Jerman.

Setelah peluit panjang berbunyi, pelatih dari kedua tim, baik Fulham maupun Eintracht Frankfurt, langsung menghampiri Greg. Mereka memberikan apresiasi tinggi atas performa luar biasa yang ia tunjukkan di atas lapangan hijau. Tawaran untuk bergabung pun sempat terlontar secara lisan dari para juru taktik tersebut.

Faktor Usia Menjadi Penghalang Utama ke Eropa

Meskipun memiliki kemampuan teknis yang mumpuni, penyebab Greg Nwokolo batal gabung klub Eropa ternyata berkaitan dengan kebijakan regenerasi pemain. Pelatih Fulham secara spesifik menanyakan usia Greg sesaat setelah pertandingan berakhir. Saat itu, Greg sudah menginjak usia 27 tahun, sebuah umur yang dianggap sudah matang bagi pesepakbola profesional.

Pihak Fulham menjelaskan bahwa mereka mencari pemain dengan usia di bawah 23 tahun untuk proyek jangka panjang. Jika saja Greg masih berusia awal 20-an, mereka tidak akan ragu untuk memboyongnya ke London. Standar ketat di kompetisi Eropa memang sangat memprioritaskan pengembangan pemain muda yang memiliki nilai investasi tinggi.

Hal senada juga disampaikan oleh pelatih Eintracht Frankfurt saat melakukan pendekatan kepada pemain kelahiran Nigeria tersebut. Mereka menganggap usia 27 tahun terlalu berisiko untuk melakukan adaptasi total dengan gaya main Bundesliga yang sangat cepat. Frankfurt lebih memilih pemain di bawah 20 tahun agar memiliki waktu lebih banyak untuk memoles performa sang atlet.

Aspek Bisnis dalam Industri Sepak Bola Modern

Selain faktor teknis, alasan ekonomi juga menjadi pertimbangan utama mengapa klub-klub Eropa tersebut mengurungkan niatnya. Greg menjelaskan bahwa klub besar melihat pemain muda sebagai aset bisnis yang sangat menguntungkan di masa depan. Pemain berusia di bawah 20 tahun memiliki nilai jual kembali (resale value) yang jauh lebih tinggi jika tampil konsisten.

Dengan usia yang sudah mencapai 27 tahun, ruang untuk meningkatkan kemampuan Greg dianggap sudah sangat terbatas oleh tim pencari bakat. Mereka membutuhkan pemain yang masih bisa dibentuk karakternya sesuai dengan filosofi klub dalam durasi kontrak yang panjang. Hal inilah yang membuat kesepakatan tersebut akhirnya tidak pernah menemui titik terang.

Kini, di usianya yang hampir menyentuh kepala empat, Greg Nwokolo sudah tidak lagi aktif berkompetisi di level tertinggi. Namun, sejarah mencatat bahwa ia pernah menjadi salah satu talenta terbaik yang pernah dimiliki Indonesia. Perjalanannya memberikan pelajaran berharga tentang betapa pentingnya memulai karier di luar negeri sejak usia dini.