Uptodai.com - Penyebab Persib Bandung kalah dari Ratchaburi FC dengan skor telak 0-3 akhirnya terungkap setelah laga leg pertama babak 16 besar AFC Champions League 2 2025-2026 berakhir. Kekalahan pahit di Thailand ini menjadi tamparan keras bagi skuad Maung Bandung yang tampil di bawah performa terbaiknya.

Bermain di Stadium Ratchaburi pada Rabu malam, Persib seolah kehilangan taring sejak peluit pertama dibunyikan. Tuan rumah tampil sangat dominan dan berhasil mengeksploitasi setiap celah di lini pertahanan tim tamu yang tampak belum siap menghadapi tekanan tinggi.

Analisis Bojan Hodak Terkait Kekalahan Telak Persib

Pelatih kepala Persib Bandung, Bojan Hodak, tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya melihat permainan anak asuhnya di lapangan. Ia menilai bahwa timnya memulai pertandingan dengan sangat lambat sehingga memberikan keuntungan besar bagi lawan untuk berkembang.

Menurut juru taktik asal Kroasia tersebut, gol cepat Ratchaburi FC pada menit ke-5 merusak seluruh rencana permainan yang telah disusun sebelumnya. Konsentrasi pemain tampak buyar setelah Pedro “Tana” Placeres berhasil mengoyak jala gawang Persib di awal laga melalui skema serangan yang rapi.

Kondisi semakin sulit bagi tim tamu ketika memasuki babak kedua karena lini tengah Maung Bandung mulai kehilangan kendali permainan. Ratchaburi FC pun memanfaatkan situasi ini untuk menambah keunggulan melalui aksi Gabriel Mutombo Kupa pada menit ke-53 yang membuat mental pemain Persib semakin tertekan.

Masalah Lini Tengah dan Transisi Permainan

Thom Haye dan kawan-kawan sebenarnya sempat berusaha bangkit untuk mengejar ketertinggalan di sisa waktu babak pertama. Namun, buruknya penyelesaian akhir membuat beberapa peluang emas yang tercipta terbuang sia-sia tanpa membuahkan hasil yang diharapkan.

Bojan Hodak menyoroti bagaimana para pemainnya sering terlambat melakukan transisi dari menyerang ke bertahan sepanjang pertandingan berlangsung. Hal ini mengakibatkan lini belakang sering berhadapan langsung dengan serangan balik cepat yang dibangun oleh para pemain lincah asal Thailand tersebut.

Menjelang akhir pertandingan, konsentrasi pemain Persib kembali menurun yang berujung pada gol kedua Tana pada menit ke-84. Skor 0-3 ini membuat langkah Persib untuk melaju ke babak perempat final menjadi sangat terjal dan membutuhkan keajaiban di laga berikutnya.

Misi Mustahil di Stadion GBLA pada Leg Kedua

Meski menelan kekalahan memalukan di markas lawan, Bojan Hodak meminta para pemainnya untuk segera melupakan hasil buruk tersebut dan bangkit. Fokus utama tim kini beralih sepenuhnya ke pertandingan leg kedua yang akan digelar di hadapan pendukung sendiri.

Laga penentuan tersebut dijadwalkan berlangsung di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) pada Rabu, 18 Februari 2026 mendatang. Persib membutuhkan kemenangan dengan selisih minimal empat gol untuk bisa membalikkan keadaan secara dramatis dan lolos ke fase berikutnya.

Pelatih berusia 54 tahun itu sangat berharap dukungan penuh dari para Bobotoh untuk memenuhi stadion demi memberikan suntikan semangat. Kehadiran suporter fanatik di kandang sendiri diyakini mampu memberikan tekanan mental bagi lawan sekaligus membakar motivasi juang para penggawa Maung Bandung.

Persib setidaknya harus menang dengan selisih tiga gol untuk memaksakan pertandingan berlanjut ke babak perpanjangan waktu atau adu penalti. Bojan menegaskan bahwa performa tim harus meningkat drastis di semua lini jika ingin tetap bertahan di kompetisi kasta kedua klub Asia ini.