Uptodai.com - Laga penuh gengsi bertajuk Derby Mataram akhirnya menghasilkan kejutan yang tidak terduga. Persis Solo curi poin di Derby Mataram setelah berhasil menahan imbang tuan rumah PSIM Yogyakarta dengan skor kacamata, 0-0. Pertandingan sengit ini berlangsung di Stadion Sultan Agung, Bantul, pada Jumat (6/2/2026) sore.

Hasil ini tentu terasa pahit bagi Laskar Mataram, julukan PSIM, yang berambisi mengamankan tiga poin penting di kandang sendiri. Mereka gagal memanfaatkan dukungan penuh suporter untuk memperbaiki posisi di klasemen sementara. Sebaliknya, hasil imbang ini menjadi suntikan moral luar biasa bagi Laskar Sambernyawa yang saat ini masih berjuang keras di dasar klasemen.

Duel Taktik dan Rapatnya Pertahanan Laskar Sambernyawa

Pelatih PSIM Yogyakarta, Kas Hartadi, menurunkan kekuatan terbaiknya sejak menit pertama. Ia mengandalkan duet maut Nermin Haljeta dan Norberto Vidal di lini serang. Kedua pemain ini diinstruksikan untuk membongkar pertahanan Persis yang diprediksi akan bermain rapat.

Sementara itu, Persis Solo yang diasuh Milomir Seslija datang dengan strategi yang lebih pragmatis, fokus pada pertahanan solid. Mereka mengandalkan penampilan kokoh yang digalang di depan kiper andalan mereka, Vukasin Vranes, yang diturunkan sebagai starter utama sore itu.

Sesuai prediksi, tensi pertandingan langsung memanas sejak peluit pertama dibunyikan. Derby Mataram selalu menjanjikan atmosfer panas, dan kali ini kedua tim menunjukkan determinasi tinggi. Terjadi jual beli serangan yang intens, namun disiplinnya lini belakang kedua kubu membuat peluang-peluang emas gagal dikonversi menjadi gol di sepanjang babak pertama.

Rotasi Milomir Seslija Hidupkan Serangan Persis

Memasuki babak kedua, Coach Milo mengambil langkah berani dengan melakukan rotasi pemain kunci. Ia memasukkan dua amunisi segar, Arkhan Kaka dan Dimitri Souza, untuk meningkatkan daya gedor Persis dan mengubah alur permainan.

Perubahan ini langsung memberikan dampak signifikan di lapangan. Serangan Persis Solo menjadi lebih variatif dan terarah, memaksa barisan pertahanan PSIM bekerja ekstra keras. Tekanan yang meningkat bahkan membuat Septian Bagaskara harus diganjar kartu kuning setelah melakukan pelanggaran keras di area berbahaya.

Di sisi lain, PSIM tidak tinggal diam dan terus melancarkan gempuran bertubi-tubi, terutama menjelang akhir laga. Mereka berusaha memanfaatkan kelelahan pemain bertahan Persis. Namun, penampilan heroik kiper Vukasin Vranes menjadi tembok tak tertembus. Ia sukses melakukan beberapa penyelamatan krusial yang memastikan gawang Persis tetap perawan hingga akhir laga.

Wasit memberikan tambahan waktu empat menit, tetapi kedua tim gagal memanfaatkan waktu sisa tersebut untuk memecah kebuntuan. Hingga peluit panjang dibunyikan, hasil PSIM vs Persis Solo tetap 0-0, memastikan satu poin krusial dibawa pulang oleh tim tamu.

Dengan hasil ini, PSIM Yogyakarta tertahan di posisi ketujuh klasemen sementara dengan raihan 31 poin. Meskipun tetap di dasar klasemen dengan 11 poin, hasil imbang ini memberikan dorongan moral yang sangat dibutuhkan Persis Solo untuk menghadapi laga-laga berikutnya di tengah perjuangan mereka.

Agenda selanjutnya, PSIM Yogyakarta akan bertandang ke markas Persik Kediri pada Jumat (13/2/2026). Di hari yang sama, Persis Solo akan kembali bertanding di kandang saat menjamu Madura United.