Uptodai.com - Lini pertahanan Persebaya Surabaya menjadi titik lemah yang paling disorot oleh pelatih Bernardo Tavares usai timnya tumbang di tangan Persijap Jepara. Kekalahan 1-3 pada pekan ke-22 Super League 2025-2026 ini mengungkap celah besar di sektor belakang skuad berjuluk Bajul Ijo tersebut.

Pertandingan yang berlangsung di Stadion Gelora Bumi Kartini, Jepara, pada Sabtu malam itu memperlihatkan dominasi tuan rumah. Laskar Kalinyamat tampil begitu percaya diri sejak peluit pertama dibunyikan oleh wasit. Persijap sukses mengoyak gawang tim tamu melalui aksi gemilang Iker Guarrotxena dan Alexis Gomes.

Iker Guarrotxena membuka keunggulan Persijap pada menit ke-32, sebelum akhirnya mengunci kemenangan melalui gol keduanya di masa injury time babak kedua. Sementara itu, Alexis Gomes turut menyumbangkan gol pada menit ke-71 yang semakin membenamkan asa Persebaya. Tim tamu hanya mampu membalas satu gol hiburan lewat eksekusi penalti Bruno Moreira.

Rapuhnya Lini Pertahanan Persebaya Surabaya dalam Transisi

Bernardo Tavares tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya melihat performa anak asuhnya di lapangan hijau. Pelatih berkebangsaan Portugal tersebut menilai lini pertahanan Persebaya Surabaya gagal menjalankan instruksi dengan baik. Ia menyoroti betapa mudahnya lawan mengeksploitasi ruang kosong saat tim sedang melakukan transisi.

Tavares mengakui bahwa kesalahan-kesalahan elementer sering kali terjadi sepanjang pertandingan berlangsung. Para pemain belakang tampak kebingungan saat menghadapi serangan balik cepat yang dibangun oleh Persijap. Hal ini menjadi catatan merah bagi tim kepelatihan untuk segera melakukan evaluasi total.

Kekalahan ini terasa semakin menyakitkan karena gol-gol lawan tercipta dari skema yang seharusnya bisa diantisipasi. Persijap berhasil memanfaatkan setiap kelengahan koordinasi antar pemain belakang Bajul Ijo. Tavares menyebut situasi ini sebagai sesuatu yang tidak normal bagi tim sekelas Persebaya.

Masalah Klasik Bola Mati dan Konsentrasi Pemain

Selain masalah transisi, lini pertahanan Persebaya Surabaya juga terlihat sangat rentan saat menghadapi situasi bola mati. Gol-gol yang bersarang ke gawang mereka menunjukkan kurangnya komunikasi dalam menjaga lawan. Persijap dengan cerdik memanfaatkan tendangan bebas dan skema bola mati lainnya untuk menciptakan kemelut.

“Kami melakukan cukup banyak kesalahan dan lawan berhasil memanfaatkan peluang yang kami berikan,” ungkap Tavares dengan nada jujur. Ia menekankan bahwa kebobolan dari situasi bola mati adalah indikasi lemahnya fokus pemain di area kotak penalti. Baginya, konsentrasi penuh selama 90 menit adalah harga mati yang tidak bisa ditawar.

Kekalahan ini memaksa Persebaya untuk segera berbenah jika ingin tetap bersaing di papan atas klasemen. Bernardo Tavares berjanji akan memperbaiki organisasi pertahanan sebelum melakoni laga berikutnya. Ia menuntut para pemain untuk lebih disiplin dalam menjaga posisi dan meminimalisir kesalahan individu yang merugikan tim.

Para pendukung setia Persebaya tentu berharap tim kesayangan mereka bisa bangkit dari keterpurukan ini. Evaluasi mendalam terhadap lini pertahanan Persebaya Surabaya menjadi kunci utama untuk meraih hasil positif di pertandingan mendatang. Kini, beban berat ada di pundak Tavares untuk meracik strategi pertahanan yang lebih solid dan tangguh.