Uptodai.com - Posisi asli Maarten Paes sebelum dikenal sebagai tembok kokoh di bawah mistar gawang Timnas Indonesia ternyata adalah seorang penyerang. Kiper andalan Ajax Amsterdam ini mengakui bahwa dirinya sempat mencicipi peran sebagai striker haus gol di masa awal kariernya.

Transformasi drastis ini menjadi fakta unik yang jarang diketahui oleh publik pecinta sepak bola tanah air. Paes yang kini memiliki refleks luar biasa, dahulu justru bertugas menggetarkan jala gawang lawan dengan sepakan tajamnya di kotak penalti.

Awal Mula Karier Sebagai Ujung Tombak

Berdasarkan pengakuan di laman resmi Ajax, Paes sudah mulai mengolah si kulit bundar sejak usianya baru menginjak tiga tahun. Selama bertahun-tahun masa kecilnya, ia konsisten menempati posisi lini depan dan menjadi tumpuan tim untuk mencetak gol.

Namun, perubahan besar terjadi saat timnya mulai beralih bermain di lapangan berukuran penuh (full pitch). Paes mengaku mulai kehilangan kesenangan saat harus terus berlari mengejar bola di area penyerangan yang semakin luas dan melelahkan.

Kondisi tersebut membuatnya mulai melirik posisi lain yang dianggapnya lebih menantang dan sesuai dengan instingnya. Siapa sangka, kejenuhan di lini depan justru menjadi berkah tersembunyi bagi karier sepak bola profesionalnya hingga saat ini.

Keputusan Banting Setir Menjadi Penjaga Gawang

Memasuki tahun kedua di level usia bawah 15 tahun (U15), ia akhirnya memutuskan untuk mencoba tantangan baru sebagai penjaga gawang. Keputusan berani ini ternyata menjadi titik balik kesuksesan karier yang membawanya terbang hingga ke kompetisi Amerika Serikat dan kini kembali ke Belanda.

Paes menemukan gairah sesungguhnya saat berdiri di bawah mistar dan berhasil menunjukkan perkembangan yang sangat pesat. Tak lama setelah perpindahan posisi tersebut, bakatnya langsung dilirik oleh klub profesional Belanda, NEC Nijmegen, untuk masuk ke akademi mereka.

Kemampuannya dalam membaca arah bola dan pemahaman taktik sebagai mantan striker memberikan keuntungan besar baginya. Ia seolah bisa menebak apa yang dipikirkan oleh penyerang lawan sebelum mereka melepaskan tembakan ke arah gawangnya.

Potensi Duet Maut Bersama Ole Romeny

Jika saja Paes tetap bertahan sebagai penyerang, publik mungkin akan melihat pemandangan yang sangat berbeda di lini depan Skuad Garuda. Ia memiliki potensi besar untuk menjadi rekan duet yang ideal bagi Ole Romeny dalam membongkar pertahanan lawan di kancah internasional.

Bayangan duet Paes dan Romeny di lini serang tentu menjadi skenario menarik yang kini hanya menjadi angan-angan para penggemar. Meski demikian, pilihan menjadi kiper terbukti sangat tepat karena ia kini menjadi salah satu penjaga gawang terbaik yang pernah dimiliki Indonesia.

Kualitas Paes di bawah mistar gawang telah memberikan rasa aman yang luar biasa bagi lini belakang Timnas Indonesia. Ia tidak hanya piawai menghalau bola, tetapi juga sangat tenang saat membangun serangan dari bawah (build-up play).

Persaingan Ketat di Sektor Kiper Timnas Indonesia

Kehadiran Paes di Skuad Garuda semakin mempertegas kualitas lini pertahanan yang kini dihuni oleh pemain-pemain kelas dunia. Saat ini, stok penjaga gawang Indonesia sangat melimpah dengan kualitas yang setara dengan standar kompetisi tertinggi di Eropa.

Selain Paes yang sedang berjuang menjadi kiper utama di Ajax, Indonesia juga memiliki nama besar seperti Emil Audero. Hal ini membuat tim kepelatihan memiliki banyak opsi berkualitas untuk menjaga kesucian gawang dari gempuran lawan-lawan tangguh di Asia.

John Herdman dan jajaran pelatih kini bisa bernapas lega karena memiliki dua kiper berpengalaman di liga top dunia. Meskipun lini serang masih memerlukan penguatan, kokohnya sektor penjaga gawang menjadi modal krusial bagi Timnas Indonesia untuk bersaing di level yang lebih tinggi.