Posisi Franco Mastantuono Real Madrid Belum Aman, Ini Alasannya
Uptodai.com - Wonderkid Real Madrid, Franco Mastantuono, yang baru saja bergabung pada musim panas 2025, kini berada di persimpangan karier yang menentukan. Meskipun manajer baru, Alvaro Arbeloa, telah menunjukkan kepercayaan besar kepadanya, posisi Franco Mastantuono Real Madrid di tim utama belum sepenuhnya terjamin.
Performa inkonsisten sang gelandang muda asal Argentina tersebut, terutama dalam laga-laga krusial di Eropa, menjadi sorotan utama. Situasi ini muncul setelah Mastantuono gagal menunjukkan kontribusi signifikan dalam pertandingan Liga Champions, yang memaksa Real Madrid menelan kekalahan pahit.
Kekalahan 2-4 melawan SL Benfica di ajang Liga Champions menjadi titik balik yang mengkhawatirkan. Hasil minor ini tidak hanya menggoyahkan posisi Mastantuono, tetapi juga menambah tekanan signifikan pada pundak Alvaro Arbeloa yang baru dua minggu menempati kursi manajer Los Blancos.
Tantangan Berat Menjaga Posisi Franco Mastantuono di Skuat Inti
Pemain berusia 17 tahun ini, yang akan genap 18 tahun pada Agustus 2025, didatangkan dari River Plate dengan mahar fantastis mencapai €45 juta. Awalnya, ia digadang-gadang sebagai bintang masa depan yang akan menjadi penerus lini tengah Madrid.
Ia sempat mendapatkan menit bermain yang signifikan di bawah pelatih sebelumnya, Xabi Alonso. Namun, cedera pubalgia yang dialaminya, ditambah dengan kembalinya Jude Bellingham dari cedera panjang, membuat porsi bermain Mastantuono menurun drastis.
Dalam sepuluh pertandingan terakhir di era kepelatihan Alonso, Mastantuono tercatat hanya sekali tampil sebagai starter, yakni di ajang Copa del Rey. Periode ini menjadi masa sulit yang menguji mentalitas sang pemain muda.
Pergantian kepemimpinan di pertengahan Januari 2026, ketika Alvaro Arbeloa mengambil alih kemudi, membawa angin segar bagi beberapa pemain, termasuk Mastantuono. Di bawah asuhan Arbeloa, Mastantuono seolah menemukan kembali kepercayaan dirinya dan bermain dengan lebih bebas di lapangan tengah.
Ini adalah periode krusial bagi sang wonderkid untuk menunjukkan potensi terbaiknya secara berkelanjutan. Kepercayaan yang diberikan Arbeloa memang membuka peluang, namun hal itu tidak serta merta menjamin posisi aman di tim sekelas Real Madrid.
Ujian Konsistensi dan Mengapa Wonderkid Real Madrid Terancam
Meskipun Arbeloa memberikan dukungan penuh, penampilan Mastantuono dalam pertandingan Liga Champions melawan Benfica menjadi ujian yang gagal ia lewati. Dalam kekalahan 2-4 tersebut, laporan menyebutkan bahwa Mastantuono gagal melepaskan tembakan sama sekali dan kontribusinya dalam membangun serangan sangat minim.
Kegagalan ini memicu keraguan internal mengenai kesiapan mentalnya bermain di level kompetisi tertinggi Eropa. Di Madrid, persaingan lini tengah sangat brutal, melibatkan nama-nama besar dan talenta muda yang sudah teruji.
Mastantuono harus bersaing ketat dengan gelandang-gelandang lain seperti Eduardo Camavinga, Aurélien Tchouaméni, dan Federico Valverde, yang semuanya menunjukkan konsistensi luar biasa. Real Madrid tidak akan menunggu lama bagi pemain yang tidak mampu memberikan dampak instan.
Arbeloa kini berada dalam dilema: mempertahankan pemain yang ia percayai atau memilih opsi yang lebih matang demi hasil tim. Mastantuono harus segera memanfaatkan setiap menit yang diberikan Arbeloa untuk membuktikan bahwa investasi besar Los Blancos padanya adalah keputusan yang tepat dan bahwa ia layak menjadi masa depan klub.
Jika ia gagal menunjukkan peningkatan drastis dalam beberapa pekan ke depan, bukan tidak mungkin namanya akan masuk daftar pemain yang dipinjamkan pada akhir musim untuk mendapatkan jam terbang yang lebih stabil.