Uptodai.com - Profil wasit Ahmed Eisa Darwish kini menjadi perbincangan hangat di kalangan pecinta sepak bola tanah air, khususnya para pendukung setia Persib Bandung. Wasit asal Uni Emirat Arab (UEA) tersebut memimpin laga leg pertama babak 16 besar AFC Champions League Two (ACL Two) 2024-2025 antara Ratchaburi FC melawan Persib. Kepemimpinan sang pengadil lapangan di Stadion Dragon Solar Park menyisakan kekecewaan mendalam bagi kubu tim tamu.

Persib Bandung harus menelan pil pahit setelah menyerah dengan skor telak 3-0 dari wakil Thailand tersebut. Kekalahan ini membuat langkah Maung Bandung menuju babak perempat final menjadi sangat berat. Namun, di balik hasil akhir yang mengecewakan, sorotan tajam justru tertuju pada kinerja wasit Ahmed Eisa Darwish yang dianggap banyak melakukan keputusan kontroversial.

Keputusan Kontroversial Tanpa Intervensi VAR

Sepanjang 90 menit waktu normal, Ahmed Eisa Darwish memilih untuk tidak menggunakan teknologi Video Assistant Referee (VAR) sama sekali. Padahal, teknologi pembantu wasit ini sudah tersedia dan seharusnya digunakan untuk memastikan keadilan dalam momen-momen krusial. Bobotoh pun meluapkan kekesalannya di media sosial karena merasa tim kesayangan mereka sangat dirugikan oleh keputusan sepihak.

Salah satu momen paling krusial terjadi menjelang akhir babak pertama ketika penyerang Persib, Uilliam Barros, dijatuhkan secara kasar di dalam kotak penalti lawan. Ahmed Eisa Darwish secara mengejutkan tidak menunjuk titik putih dan bahkan enggan mengecek tayangan ulang melalui monitor VAR. Keputusan ini memicu protes keras dari para pemain Persib di lapangan yang merasa kehilangan hak tendangan penalti.

Tak hanya itu, keputusan kontroversial kembali terjadi saat Saddil Ramdani sedang membangun serangan berbahaya bagi Persib. Wasit menghentikan aliran bola karena menganggap Saddil berada dalam posisi offside. Namun, jika melihat siaran ulang dengan teliti, posisi pemain Timnas Indonesia tersebut sebenarnya masih onside dan memiliki peluang besar untuk mencetak gol.

Mengenal Rekam Jejak Ahmed Eisa Darwish

Ahmed Eisa Darwish merupakan wasit berlisensi FIFA asal Uni Emirat Arab yang memiliki pengalaman cukup panjang di kancah sepak bola Asia. Ia seringkali dipercaya memimpin pertandingan di Liga Pro UEA serta berbagai kompetisi antar klub di bawah naungan AFC. Meskipun memiliki jam terbang tinggi, kepemimpinannya dalam laga Ratchaburi FC vs Persib dianggap kurang objektif oleh banyak pihak.

Ketegasan yang ia tunjukkan di lapangan seringkali terasa berat sebelah bagi para pemain Maung Bandung. Wasit dengan sangat mudah meniup peluit pelanggaran ketika pemain Ratchaburi FC terjatuh, namun cenderung membiarkan benturan keras yang menimpa pemain Persib. Hal ini memicu emosi para pemain asuhan Bojan Hodak yang merasa perjuangan mereka tidak mendapatkan perlindungan yang adil dari pengadil.

Tantangan Berat Persib di Leg Kedua

Kekalahan tiga gol tanpa balas di Thailand memaksa Persib Bandung untuk bekerja ekstra keras pada pertandingan leg kedua nanti. Marc Klok dan kawan-kawan wajib meraih kemenangan dengan selisih minimal empat gol saat bertindak sebagai tuan rumah. Misi ini tentu tidak mudah, mengingat Ratchaburi FC memiliki pertahanan yang cukup solid dan serangan balik yang mematikan.

Dukungan penuh dari Bobotoh di stadion akan menjadi energi tambahan bagi para pemain untuk membalikkan keadaan. Persib harus segera melupakan kepemimpinan wasit Ahmed Eisa Darwish dan fokus memperbaiki koordinasi lini belakang serta efektivitas penyelesaian akhir. Laga kandang nanti akan menjadi pembuktian apakah Maung Bandung layak untuk terus bersaing di level tertinggi sepak bola Asia.

Bojan Hodak selaku pelatih kepala tentu harus menyiapkan strategi khusus guna membongkar pertahanan lawan sejak menit awal. Kehadiran pemain kunci dan dukungan atmosfer stadion yang bergemuruh diharapkan mampu meruntuhkan mental lawan. Persib masih memiliki peluang, asalkan mereka mampu tampil klinis dan tidak terpengaruh oleh faktor non-teknis di lapangan hijau.