Uptodai.com - Ranking Liga Indonesia Setelah Persib Kalah dari Ratchaburi FC menjadi sorotan tajam bagi para pecinta sepak bola tanah air. Kekalahan telak ini tidak hanya memukul mental para pemain, tetapi juga menghambat ambisi Indonesia untuk memperbaiki posisi di tabel koefisien Asia. Maung Bandung harus pulang dengan tangan hampa setelah gagal membendung dominasi wakil Thailand tersebut.

Berlaga di Ratchaburi Stadium pada Rabu (11/2/2026) malam WIB, Persib Bandung menyerah dengan skor mencolok 0-3. Hasil minor pada leg pertama babak 16 besar AFC Champions League 2 (ACL 2) ini membuat langkah anak asuh Bojan Hodak ke fase berikutnya semakin terjal. Mereka kini memikul beban berat untuk membalikkan keadaan pada pertemuan kedua nanti.

Dampak Kekalahan Persib Terhadap Koefisien Liga Indonesia

Kekalahan ini memberikan dampak yang cukup signifikan bagi perolehan poin Liga Indonesia di tabel peringkat kompetisi antarklub Asia. Seandainya Persib mampu mencuri kemenangan, Indonesia berpeluang mendapatkan tambahan sekitar 1.000 poin untuk mendongkrak posisi di zona timur. Namun, hasil nihil di Thailand membuat peluang emas tersebut melayang begitu saja.

Saat ini, posisi Liga Indonesia masih tertahan di peringkat ke-9 zona timur dengan koleksi total 26.049 poin. Angka tersebut sebenarnya sudah mengalami peningkatan berkat perjuangan Persib di fase grup ACL 2 serta kontribusi Dewa United di ajang AFC Challenge League. Sayangnya, kegagalan meraih poin di babak gugur ini membuat jarak dengan negara pesaing di atasnya belum bisa terpangkas secara instan.

Konsistensi klub-klub perwakilan Indonesia dalam meraih kemenangan di kancah Asia menjadi kunci utama untuk memperbaiki jatah slot kompetisi di masa depan. Jika tren negatif ini berlanjut, Indonesia akan kesulitan mengejar ketertinggalan dari liga-liga tetangga seperti Malaysia atau Vietnam. Oleh karena itu, setiap pertandingan di level kontinental memiliki nilai yang sangat krusial bagi ekosistem sepak bola nasional.

Jalannya Pertandingan: Dominasi Ratchaburi FC Atas Maung Bandung

Persib Bandung sebenarnya mencoba tampil terbuka sejak peluit awal dibunyikan oleh wasit. Namun, lini pertahanan mereka justru dikejutkan oleh gol cepat Pedro Placeres saat laga baru berjalan lima menit. Gol tersebut merusak skema permainan yang telah disusun oleh tim pelatih dan memaksa Persib bermain lebih agresif untuk menyamakan kedudukan.

Alih-alih bangkit, gawang Teja Paku Alam justru kembali bobol pada babak kedua melalui skema bola mati. Gabriel Mutombo berhasil memenangi duel udara dan menyundul bola dengan akurat pada menit ke-53. Koordinasi lini belakang Persib terlihat rapuh dalam mengantisipasi serangan balik cepat yang diperagakan oleh para pemain Ratchaburi FC.

Penderitaan Maung Bandung semakin lengkap setelah Pedro Tana mencetak gol ketiga melalui aksi individu menawan pada menit ke-84. Ia berhasil melewati beberapa pemain bertahan sebelum melepaskan tembakan yang tidak mampu dijangkau kiper. Skor 3-0 bertahan hingga laga usai dan memberikan keuntungan besar bagi wakil Thailand tersebut.

Misi Mustahil Persib Bandung di Stadion GBLA

Kekalahan tiga gol tanpa balas ini memaksa Persib Bandung untuk bekerja ekstra keras pada leg kedua mendatang. Mereka wajib menang dengan selisih minimal empat gol saat menjamu Ratchaburi FC di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA). Laga penentuan tersebut dijadwalkan berlangsung pada 18 Februari 2026 dengan dukungan penuh dari Bobotoh.

Bojan Hodak selaku pelatih kepala tentu harus melakukan evaluasi total terhadap performa lini belakang dan efektivitas lini serang. Tanpa perubahan strategi yang signifikan, mustahil bagi Persib untuk membalikkan keadaan melawan tim sekelas Ratchaburi. Dukungan publik tuan rumah diharapkan menjadi pemain ke-12 yang mampu membakar semangat juang para penggawa Pangeran Biru.

Jika mampu melakukan comeback dramatis, Persib tidak hanya lolos ke perempat final, tetapi juga akan menyumbang poin besar bagi koefisien liga. Seluruh mata kini tertuju pada persiapan Maung Bandung dalam menghadapi laga hidup mati tersebut. Kemenangan di GBLA akan menjadi pembuktian bahwa klub Indonesia masih mampu bersaing di level tertinggi sepak bola Asia.