Uptodai.com - Cristiano Ronaldo coba puasa Ramadan menjadi salah satu cerita paling menarik selama dua tahun perjalanan kariernya membela Al Nassr di Arab Saudi. Bintang asal Portugal tersebut tidak hanya fokus mengejar prestasi di lapangan hijau, tetapi juga aktif beradaptasi dengan budaya lokal yang kental dengan nilai-nilai Islam. Kabar mengenai aksi toleransi tingkat tinggi ini diungkapkan oleh mantan rekan setimnya, Shaya Al-Sharhili, dalam sebuah wawancara media baru-baru ini.

Shaya Al-Sharhili membeberkan bahwa megabintang dunia itu sempat ikut merasakan pengalaman menahan lapar dan dahaga layaknya umat Muslim. Menurut Shaya, Cristiano Ronaldo coba puasa Ramadan selama dua hari penuh untuk memahami perjuangan rekan-rekannya yang tetap berlatih keras di tengah ibadah. Langkah ini ia lakukan tanpa paksaan dari pihak mana pun, melainkan murni karena rasa ingin tahu dan hormat terhadap tradisi setempat.

Eksperimen Fisik Sang Megabintang di Bulan Suci

Keputusan Ronaldo untuk mencoba berpuasa tentu mengejutkan banyak pihak, mengingat ia adalah atlet yang sangat disiplin menjaga pola makan. Sebagai pemain dengan standar profesionalisme tinggi, setiap perubahan asupan nutrisi biasanya akan memengaruhi performa fisiknya secara langsung. Namun, rasa penasaran Ronaldo terhadap cara rekan setimnya menjaga kebugaran saat berpuasa mengalahkan kekhawatirannya akan penurunan kondisi fisik.

Shaya menjelaskan bahwa pengalaman tersebut muncul saat para pemain asing di Liga Arab Saudi mulai mengeluhkan perubahan jadwal pertandingan. Selama bulan suci, jadwal kick-off biasanya digeser menjadi lebih larut, yakni sekitar pukul sepuluh malam waktu setempat. Hal ini bertujuan untuk memberikan waktu bagi para pemain dan suporter untuk berbuka puasa serta menjalankan ibadah salat Tarawih terlebih dahulu.

Tantangan Adaptasi Pemain Asing di Liga Arab Saudi

Perubahan jam tanding ini ternyata menjadi tantangan besar bagi pemain asing yang terbiasa dengan ritme kompetisi di Eropa. Shaya menyebutkan bahwa para pemain luar negeri sering kali merasa kesulitan mengatur waktu tidur karena jadwal yang berubah drastis. Jika biasanya mereka bertanding pada pukul delapan malam, kini mereka harus tetap bugar hingga tengah malam di lapangan hijau.

Meskipun awalnya terasa berat, Shaya menegaskan bahwa tubuh manusia memiliki kemampuan luar biasa untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan baru. Berdasarkan pengamatannya, para pemain biasanya hanya membutuhkan waktu sekitar satu minggu untuk menstabilkan kembali kondisi fisik mereka. Setelah tujuh hari berlalu, metabolisme tubuh akan mulai terbiasa dengan pola makan dan jam tidur yang baru selama bulan Ramadan.

Kisah mengenai Cristiano Ronaldo coba puasa Ramadan ini semakin mempertegas sisi humanis dari peraih lima gelar Ballon d’Or tersebut. Sejak menginjakkan kaki di Riyadh, Ronaldo memang terlihat sangat menikmati kehidupannya di Timur Tengah bersama keluarga tercinta. Ia sering tertangkap kamera mengenakan pakaian tradisional Arab dan ikut merayakan hari-hari besar nasional di negara tersebut dengan penuh sukacita.

Kehadiran Ronaldo di Al Nassr tidak hanya membawa dampak besar pada sisi komersial dan prestasi klub semata. Ia juga menjadi jembatan budaya yang memperkenalkan keindahan tradisi Arab Saudi kepada jutaan penggemarnya di seluruh penjuru dunia. Sikap terbuka yang ditunjukkan Ronaldo membuktikan bahwa sepak bola adalah bahasa universal yang mampu menyatukan berbagai latar belakang budaya dan keyakinan.