Uptodai.com - Perjalanan heroik ditunjukkan pasangan ganda putra Indonesia, Sabar Reza Indonesia Masters 2026 di babak 16 besar. Mereka harus berjuang keras melalui drama tiga gim yang menegangkan untuk mengamankan tempat di perempat final turnamen BWF Super 500 tersebut. Pertandingan melawan wakil Malaysia, Nur Moh Azriyn Ayub/Tan Wee Klong, di Istora Gelora Bung Karno, Jakarta, Kamis (22/1), menjadi panggung pembuktian mental juara.

Sabar Karyaman Gutama dan Moh Reza Pahlevi Isfahani akhirnya memenangkan duel sengit selama 56 menit itu. Skor akhir menunjukkan keunggulan tipis mereka, yakni 19-21, 21-16, dan 21-17. Kemenangan ini didapatkan setelah mereka sempat tertinggal pada gim pertama, yang membuat publik Istora menahan napas.

Reza menjelaskan bahwa hilangnya fokus pada poin-poin kritis menjadi penyebab utama tertinggalnya mereka di awal laga. “Di gim pertama, kami memang terlalu menunggu dan fokus kami menurun saat skor-skor krusial,” ujar Reza setelah pertandingan. Ia menambahkan bahwa lawan berhasil mempercepat tempo permainan, dan mereka belum siap menghadapi perubahan strategi tersebut.

Namun, pasangan Indonesia ini cepat melakukan koreksi taktis di gim kedua dan ketiga. Mereka mulai mengambil inisiatif serangan dan bermain lebih rapi. Sabar/Reza berhasil membalikkan keadaan dengan menekan balik pasangan Malaysia tersebut, menunjukkan kematangan mental yang diperlukan di turnamen sekelas Indonesia Masters.

Perjuangan Ekstra Sabar di Gim Penentuan

Kemenangan ini terasa sangat mahal, terutama karena kondisi fisik Sabar yang jauh dari ideal. Memasuki interval gim ketiga yang sangat krusial, Sabar bahkan sempat mengalami mimisan dan merasakan pusing hebat. Kondisi ini jelas mengganggu konsentrasinya di lapangan, memaksa ia harus berjuang ekstra keras.

Meskipun harus berjuang melawan masalah kesehatan internal, Sabar menolak menyerah di hadapan publik sendiri. Ia menunjukkan daya juang luar biasa, terus menekan lawan, dan berhasil menjaga ritme permainan yang sudah dibangun sejak gim kedua. Dukungan masif dari penonton di Istora menjadi energi tambahan yang tak ternilai harganya untuk menyelesaikan pertandingan.

Faktor Cuaca dan Fokus Pemulihan Fisik

Menatap babak perempat final, fokus utama Sabar/Reza adalah mengembalikan kebugaran Sabar secepat mungkin. Sabar mengakui bahwa padatnya jadwal turnamen internasional belakangan ini sangat menguras energi. Ia menyoroti perubahan cuaca ekstrem yang dialami para atlet selama rangkaian tur Asia.

Ia menjelaskan bahwa transisi dari cuaca dingin ekstrem di India ke kondisi tropis Jakarta sangat memengaruhi daya tahan tubuhnya. “Evaluasi kami jelas harus memulihkan kondisi terlebih dahulu. Kepala saya terasa pening dan tadi juga sempat mimisan,” jelas Sabar. Meskipun demikian, ia berjanji akan memberikan penampilan terbaiknya di babak delapan besar nanti, didorong oleh semangat suporter Indonesia.