Uptodai.com - Alexis Saelemaekers redam Federico Dimarco dengan kedisiplinan tinggi dalam laga panas Derby della Madonnina yang mempertemukan AC Milan kontra Inter Milan. Pertandingan pekan ke-28 Serie A 2025/2026 tersebut berakhir manis bagi kubu Rossoneri yang bertindak sebagai tuan rumah di San Siro. Kemenangan tipis ini sekaligus membuktikan bahwa strategi bertahan Milan bekerja sangat efektif melawan rival sekota mereka.

Gol tunggal kemenangan Milan dicetak oleh bek sayap asal Ekuador, Pervis Estupinan, melalui skema serangan yang sangat rapi. Estupinan berhasil memanfaatkan umpan terobosan akurat dari Youssouf Fofana sebelum melepaskan tembakan keras ke pojok kanan atas gawang Yann Sommer. Inter Milan yang tertinggal mencoba memberikan tekanan bertubi-tubi pada babak kedua, namun pertahanan rapat Milan tetap kokoh hingga laga usai.

Kemenangan ini terasa sangat krusial bagi armada Massimiliano Allegri dalam persaingan memperebutkan Scudetto musim ini. Selain mengamankan tiga poin penting, Milan juga berhasil memutus rekor impresif Inter yang tidak terkalahkan dalam 15 pertandingan terakhir. Hasil positif ini memangkas jarak poin di papan atas klasemen menjadi tujuh angka saja.

Taktik Khusus Alexis Saelemaekers Hentikan Pergerakan Federico Dimarco

Salah satu sorotan utama dalam pertandingan ini adalah duel sengit di sisi sayap antara Alexis Saelemaekers dan Federico Dimarco. Saelemaekers mendapatkan instruksi khusus untuk mengunci pergerakan Dimarco yang menjadi motor serangan utama Nerazzurri dari sisi kiri. Pemain asal Belgia itu tampil sangat disiplin dengan terus menempel ketat pergerakan bek sayap timnas Italia tersebut.

Saelemaekers mengakui bahwa menghadapi pemain sekaliber Dimarco membutuhkan konsentrasi penuh selama 90 menit penuh. Ia menyadari bahwa membiarkan Dimarco bebas menguasai bola akan berakibat fatal bagi pertahanan Milan. Oleh karena itu, Saelemaekers lebih banyak fokus membantu pertahanan daripada melakukan penetrasi ofensif ke area lawan.

“Kami sangat memahami bahwa Dimarco adalah pemain hebat dan skema permainan Inter sangat bergantung pada kualitasnya,” ujar Saelemaekers saat berbicara kepada DAZN. Ia menambahkan bahwa fase bertahan menjadi prioritas utamanya dalam laga derby kali ini. Saelemaekers berusaha keras menutup ruang gerak lawan agar tidak bisa melepaskan umpan silang berbahaya.

Instruksi Matang Massimiliano Allegri di San Siro

Keberhasilan Saelemaekers dalam mematikan kreativitas Dimarco ternyata bukan merupakan sebuah kebetulan semata. Ia mengungkapkan bahwa Massimiliano Allegri telah memberikan instruksi teknis yang sangat mendetail sebelum pertandingan dimulai. Allegri meminta Saelemaekers untuk selalu waspada terhadap teknik umpan silang Dimarco yang sangat presisi.

“Pelatih meminta saya untuk terus menempelnya dan menutup ruang tembak maupun ruang operannya,” lanjut Saelemaekers. Ia menjelaskan bahwa sedikit saja celah diberikan, Dimarco mampu mengirimkan bola ke area yang sangat sulit diantisipasi oleh bek tengah. Kedisiplinan taktik inilah yang akhirnya membuat lini serang Inter Milan tampak tumpul sepanjang pertandingan.

Performa impresif Saelemaekers ini mendapatkan apresiasi luas dari para pendukung Milan yang memadati San Siro. Meskipun tidak mencetak gol, kontribusinya dalam menjaga kedalaman skuad menjadi kunci keberhasilan Milan menjaga keunggulan. Kerja keras kolektif seluruh pemain Rossoneri akhirnya membuahkan hasil yang sangat manis di penghujung laga.

Ambisi AC Milan Kejar Inter Milan di Puncak Klasemen

Kemenangan di Derby della Madonnina ini memberikan suntikan motivasi luar biasa bagi skuad AC Milan untuk menatap sisa musim. Persaingan menuju gelar juara Serie A kini kembali terbuka lebar setelah dominasi Inter berhasil dipatahkan. Milan kini mengalihkan fokus mereka untuk terus meraih hasil maksimal pada pertandingan-pertandingan berikutnya.

Massimiliano Allegri sendiri memuji mentalitas anak asuhnya yang mampu tetap tenang di bawah tekanan hebat lawan. Ia menilai bahwa kemenangan ini merupakan buah dari kesabaran dan eksekusi strategi yang hampir sempurna. Para pemain Milan kini merasa lebih percaya diri untuk terus memberikan tekanan kepada Inter di puncak klasemen.

Dengan sisa pertandingan yang masih cukup banyak, segala kemungkinan masih bisa terjadi di kompetisi kasta tertinggi Italia ini. Milan berharap konsistensi permainan seperti saat menghadapi Inter bisa terus mereka pertahankan. Fokus utama mereka sekarang adalah meminimalisir kesalahan agar tidak kehilangan poin krusial di laga-laga mendatang.