Uptodai.com - Kabar mengejutkan kembali datang dari Old Trafford setelah keluarga Glazer dilaporkan siap melepas sisa saham Manchester United yang mereka miliki. Langkah ini memicu spekulasi panas di kalangan pencinta sepak bola global mengenai siapa yang akan menjadi suksesor mereka. Namun, harapan para pendukung Setan Merah untuk melihat kedatangan taipan baru tampaknya harus tertahan. Laporan terbaru menyebutkan bahwa proses penjualan kali ini tidak akan berjalan semudah yang dibayangkan sebelumnya.

Sebelumnya, nama konglomerat asal Qatar, Sheikh Jassim, sempat digadang-gadang sebagai calon pemilik tunggal terkuat. Pada akhir tahun 2022, ia bahkan telah melayangkan tawaran fantastis senilai 5 miliyar Poundsterling atau sekitar Rp103 triliun. Komitmen tersebut mencakup dana segar untuk belanja pemain bintang, renovasi total Carrington, hingga pembangunan stadion baru. Sayangnya, negosiasi yang berlarut-larut membuat pihak Qatar frustrasi dan memilih mundur pada pertengahan 2023.

Kegagalan Negosiasi Masa Lalu dan Masuknya INEOS

Setelah mundurnya Sheikh Jassim, Sir Jim Ratcliffe melalui perusahaan INEOS akhirnya masuk dengan membeli 27,7 persen saham klub. Kehadiran miliarder Inggris ini awalnya membawa angin segar bagi struktur manajemen klub yang dinilai usang. Namun, kebijakan efisiensi anggaran ekstrem yang diterapkan Ratcliffe belakangan ini justru memicu gelombang protes dari para loyalis klub. Mulai dari pemutusan hubungan kerja ratusan staf hingga pemotongan fasilitas dinilai terlalu kejam untuk klub sebesar Manchester United.

Kondisi internal klub kian memanas setelah keputusan kontroversial Ratcliffe yang mengakhiri kontrak duta besar global Sir Alex Ferguson demi menghemat pengeluaran. Kebijakan potong anggaran ini dinilai mencederai nilai-nilai historis klub demi keuntungan finansial semata. Banyak pihak menilai langkah ini diambil untuk menyeimbangkan neraca keuangan yang compang-camping akibat utang warisan era Glazer. Akibatnya, hubungan antara manajemen baru dan basis penggemar kini berada di titik nadir.

Rencana Penjualan Saham oleh Keluarga Glazer

Kini, laporan dari Bloomberg mengungkapkan bahwa pemegang saham mayoritas asal Amerika Serikat tersebut mulai menjajaki opsi divestasi total. Keluarga Glazer dikabarkan bersedia melepas sisa 48,9 persen kepemilikan mereka dengan valuasi di atas 5 miliar Poundsterling. Angka fantastis ini tentu hanya bisa dijangkau oleh konsorsium raksasa atau negara kaya minyak. Kendati demikian, kecil kemungkinan bagi kubu Qatar untuk kembali masuk ke dalam pusaran perburuan ini.

Laporan dari Daily Mail menegaskan bahwa hubungan antara keluarga Glazer dan pihak Sheikh Jassim sudah terlanjur mendingin pasca-drama tahun lalu. Tidak ada komunikasi aktif yang terjalin di antara kedua belah pihak menjelang pembukaan penawaran baru ini. Hal ini membuat para pendukung harus realistis bahwa era investasi tanpa batas dari Timur Tengah mungkin tidak akan pernah terwujud. Masa depan kepemilikan Setan Merah kini kembali diselimuti ketidakpastian di tengah tuntutan prestasi yang kian mendesak.

Sejak mengakuisisi klub pada tahun 2005, era kepemimpinan Glazer memang selalu diwarnai dengan polarisasi yang tajam. Meskipun berhasil menyumbangkan 5 gelar Premier League dan 1 trofi Liga Champions, mereka dinilai menimbun utang besar atas nama klub. Kini, dengan sisa saham yang siap dilego, babak baru restrukturisasi Manchester United tampaknya segera dimulai. Publik sepak bola dunia kini hanya bisa menunggu siapakah investor nekat berikutnya yang berani menebus harga selangit tersebut.