Uptodai.com - Keputusan terkait sanksi Pedro Neto Chelsea akhirnya menemui titik terang setelah otoritas tertinggi sepak bola Eropa, UEFA, mengeluarkan pernyataan resmi. Pemain sayap asal Portugal tersebut dipastikan lolos dari hukuman berat meski sempat terlibat insiden kontroversial dengan seorang anak gawang.

Peristiwa ini bermula saat Chelsea bertandang ke markas Paris Saint-Germain (PSG) dalam laga leg pertama babak 16 besar Liga Champions. Ketegangan memuncak di masa tambahan waktu babak kedua ketika The Blues sedang berjuang mengejar ketertinggalan skor yang cukup telak.

Neto yang tampak frustrasi berusaha mengambil bola dengan cepat untuk melakukan lemparan ke dalam demi menghemat waktu. Namun, ia justru terlihat mendorong anak gawang yang berada di dekat papan iklan hingga memicu reaksi keras dari para pemain di lapangan.

Alasan UEFA Tak Jatuhkan Sanksi Pedro Neto Chelsea

Meskipun UEFA sempat membuka proses disipliner terhadap sang pemain, komisi terkait memutuskan untuk tidak memberikan larangan bertanding. Keputusan ini didasari oleh sikap kooperatif sang pemain serta fakta bahwa insiden tersebut tidak menyebabkan cedera fisik pada anak gawang tersebut.

Sebagai gantinya, UEFA hanya memberikan peringatan keras kepada mantan pemain Wolverhampton Wanderers tersebut. Federasi menekankan bahwa perilaku tidak sportif, sekecil apa pun bentuknya, tetap menjadi perhatian serius dalam kompetisi antarklub kasta tertinggi Eropa.

Wasit Alejandro José Hernández Hernández yang memimpin jalannya pertandingan juga menjadi faktor kunci dalam keputusan ini. Sang pengadil tidak memberikan kartu di lapangan setelah berdiskusi dengan kapten kedua tim, Reece James dan Marquinhos, sebelum melanjutkan laga.

Permintaan Maaf dan Pemberian Jersi

Segera setelah peluit panjang berbunyi, Pedro Neto langsung menunjukkan itikad baik untuk meredam situasi panas tersebut. Ia segera menghampiri anak gawang yang bersangkutan dan menyampaikan permohonan maaf secara pribadi atas tindakan impulsifnya di pinggir lapangan.

Dalam wawancara pascapertandingan dengan TNT Sports, Neto menjelaskan bahwa dirinya hanya ingin mempercepat tempo permainan yang sedang berjalan. Ia mengaku tidak memiliki maksud untuk menyakiti, melainkan hanya merasa terhalangi saat ingin mengambil bola yang masih dipegang sang anak gawang.

Sebagai bentuk penyesalan yang lebih nyata, pemain bernomor punggung 7 itu memberikan jersi yang ia kenakan kepada sang anak gawang. Langkah simpatik ini dinilai banyak pihak sebagai upaya tulus untuk memperbaiki kesalahannya di hadapan publik sepak bola dunia.

Rekam Jejak Disiplin Pedro Neto di Liga Inggris

Keputusan UEFA yang tergolong lunak ini cukup menarik perhatian mengingat Neto baru saja mendapatkan hukuman dari The Football Association (FA). Di kompetisi domestik, ia dilarang bermain satu pertandingan dan denda sebesar 70.000 pound sterling akibat perilaku buruk terhadap wasit.

Insiden di Liga Inggris tersebut terjadi saat Chelsea bersua Arsenal pada awal Maret lalu. Neto mengakui kesalahannya setelah didakwa bersikap tidak pantas terhadap wasit Darren England pasca menerima kartu merah yang merugikan timnya.

Rentetan masalah disiplin ini menjadi catatan tersendiri bagi manajemen Chelsea dalam mengelola emosi para pemain bintangnya. Meski memiliki talenta luar biasa di lapangan, kontrol emosi Neto di bawah tekanan besar kini mulai menjadi sorotan para pengamat sepak bola internasional.

Mengingatkan Publik pada Kasus Eden Hazard

Insiden yang melibatkan Neto ini tak pelak membangkitkan ingatan publik Stamford Bridge pada peristiwa serupa yang terjadi pada tahun 2013 silam. Kala itu, legenda The Blues, Eden Hazard, pernah terlibat perselisihan fisik yang cukup parah dengan seorang anak gawang Swansea City.

Berbeda dengan nasib Neto yang hanya mendapat peringatan, Hazard saat itu harus menerima kartu merah langsung dari wasit. Kejadian tersebut bahkan menjadi salah satu momen paling ikonik sekaligus kontroversial dalam sejarah modern klub asal London Barat tersebut.

Kini, Chelsea harus segera melupakan drama individu tersebut dan fokus sepenuhnya pada laga leg kedua yang akan digelar di London. Dengan kekalahan 2-5 di leg pertama, tim asuhan Enzo Maresca membutuhkan fokus maksimal untuk bisa membalikkan keadaan di hadapan pendukung sendiri.