Uptodai.com - Shayne Pattynama absen lawan Persebaya Surabaya dalam laga lanjutan pekan ke-27 Super League 2025-2026. Kabar buruk ini tentu menjadi pukulan telak bagi Persija Jakarta yang tengah berupaya bangkit dari tren negatif. Pertandingan krusial tersebut dijadwalkan berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) pada Sabtu malam mendatang.

Ketidakhadiran bek sayap Timnas Indonesia ini dipastikan langsung oleh pelatih kepala Mauricio Souza. Shayne terpaksa menepi dari lapangan hijau karena kondisi kesehatannya yang menurun drastis menjelang hari pertandingan. Tim medis melaporkan bahwa sang pemain membutuhkan waktu istirahat total untuk memulihkan kebugarannya secara maksimal.

Kondisi Kesehatan Shayne Pattynama Menurun Drastis

Mauricio Souza menjelaskan bahwa Shayne Pattynama mengalami gejala flu yang cukup parah disertai demam tinggi. Hal ini membuatnya tidak memungkinkan untuk masuk dalam daftar susunan pemain saat menjamu Bajul Ijo. Tim pelatih enggan mengambil risiko besar dengan memaksakan pemain yang sedang tidak dalam kondisi fit seratus persen.

“Kami menghadapi beberapa kendala serius menjelang laga besok, terutama terkait ketersediaan pemain inti,” ujar Souza dalam sesi konferensi pers. Ia menambahkan bahwa Shayne sudah tidak mengikuti sesi latihan taktik terakhir bersama rekan-rekan setimnya. Absennya pemain naturalisasi ini memaksa Souza memutar otak lebih keras untuk mencari pengganti di sektor pertahanan.

Kondisi fisik Shayne yang melemah disinyalir akibat perubahan cuaca yang ekstrem dalam beberapa hari terakhir. Staf medis Persija terus memantau perkembangan kesehatannya agar bisa segera kembali berlatih pekan depan. Untuk sementara, posisi bek kiri akan diisi oleh pemain pelapis yang telah dipersiapkan secara intensif.

Krisis Pemain Pilar Macan Kemayoran

Selain Shayne Pattynama, Persija Jakarta juga harus kehilangan beberapa pilar pertahanan lainnya di lini belakang. Jordi Amat dan Thales Lira dipastikan tidak bisa merumput karena harus menjalani hukuman akumulasi kartu kuning. Kehilangan tiga pemain bertahan sekaligus menjadi tantangan besar bagi strategi yang telah dirancang oleh tim kepelatihan.

Masalah tim tidak berhenti di situ karena lini serang juga mengalami kendala yang cukup serupa. Penyerang asing andalan mereka, Mauro Zijlstra, masih berjuang pulih dari cedera otot yang membekapnya sejak beberapa pekan lalu. Kondisi ini membuat kedalaman skuad Macan Kemayoran benar-benar diuji dalam salah satu laga paling bergengsi di tanah air.

Souza harus mengandalkan kombinasi pemain muda dan senior untuk menambal lubang yang ditinggalkan para pemain kunci. Ia optimis bahwa semangat juang para pemain di lapangan akan menutupi kekurangan komposisi skuad. Pelatih asal Brasil tersebut menekankan pentingnya disiplin posisi untuk meredam agresivitas serangan Persebaya.

Misi Bangkit di Tengah Keterbatasan Skuad

Meskipun tampil dengan kekuatan yang compang-camping, Persija Jakarta tetap mengusung target poin penuh di kandang sendiri. Kemenangan atas Persebaya Surabaya menjadi harga mati untuk memangkas jarak poin di papan atas klasemen sementara. Dukungan ribuan The Jakmania di SUGBK diharapkan mampu menjadi motivasi tambahan bagi para pemain yang tampil.

Persija saat ini sedang mengalami masa sulit setelah gagal meraih kemenangan dalam tiga pertandingan terakhir mereka. Mauricio Souza menegaskan bahwa persiapan tim tetap berjalan maksimal meski banyak pemain inti yang tidak bisa diturunkan. Ia percaya pemain pengganti memiliki kualitas yang mumpuni untuk memberikan perlawanan sengit sepanjang laga.

Duel klasik antara Persija Jakarta melawan Persebaya Surabaya selalu menyajikan tensi tinggi dan drama menarik di lapangan. Pertemuan dua tim besar ini diprediksi akan tetap berlangsung ketat sejak menit awal peluit dibunyikan. Strategi rotasi pemain akan menjadi kunci utama bagi Macan Kemayoran untuk mengamankan tiga poin penting di hadapan publik sendiri.