PB Akuatik dan Kemenpar Perkuat Sport Tourism Perairan Terbuka
Uptodai.com - Sport tourism perairan terbuka kini menjadi fokus utama Pengurus Besar (PB) Akuatik Indonesia dalam upaya memajukan sektor pariwisata nasional. Melalui kolaborasi strategis dengan Kementerian Pariwisata (Kemenpar) RI, federasi renang tanah air ini siap menggelar rangkaian ajang internasional yang bergengsi. Langkah ini diambil untuk memaksimalkan potensi alam Indonesia yang didominasi oleh wilayah perairan luas dan indah.
Pemerintah meyakini bahwa penggabungan kompetisi atletik dengan keindahan destinasi wisata akan meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara secara signifikan. Sinergi ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem ekonomi kreatif yang berdampak langsung pada masyarakat lokal. PB Akuatik Indonesia berkomitmen untuk menghadirkan standar penyelenggaraan kelas dunia guna menarik minat peserta global.
Dua Kejuaraan Internasional Siap Menggebrak Bali
PB Akuatik Indonesia telah menjadwalkan dua agenda besar yang akan berlangsung dalam waktu dekat sebagai pilar sport tourism perairan terbuka. Agenda pertama adalah A-Stream Open Water Series yang rencananya bergulir pada 11-12 April 2026 mendatang. Kejuaraan ini menjadi ajang pemanasan sekaligus pembuktian kesiapan infrastruktur pendukung di lapangan.
Selanjutnya, Indonesia akan menjadi tuan rumah bagi gelaran bergengsi 12th Asian Open Water Swimming (OWS) Championship. Kejuaraan tingkat Asia ini dijadwalkan berlangsung di Pulau Dewata, Bali, pada 13-15 Juni 2026. Pemilihan Bali sebagai lokasi utama tentu bukan tanpa alasan, mengingat reputasi internasionalnya sebagai destinasi wisata terbaik dunia.
Persiapan matang terus dilakukan oleh jajaran pengurus pusat mengingat jadwal penyelenggaraan yang semakin mendekat. Ketua Harian PB Akuatik Indonesia, Harlin E. Rahardjo, memimpin langsung delegasi untuk melakukan audiensi ke Kantor Kemenpar di Gedung Sapta Pesona, Jakarta. Pertemuan ini bertujuan untuk memastikan sinkronisasi antara teknis pertandingan dan promosi pariwisata.
Menjadikan A-Stream Sebagai Kekayaan Intelektual Nasional
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menyambut hangat kunjungan tersebut bersama jajaran deputi kementerian terkait. Salah satu poin krusial dalam pertemuan tersebut adalah rencana menjadikan A-Stream Open Water Series sebagai Intellectual Property (IP) lokal. PB Akuatik Indonesia ingin ajang ini menjadi ikon sport tourism perairan terbuka yang diakui secara global.
Harlin menegaskan bahwa kepemilikan IP ini akan memberikan dampak jangka panjang bagi keberlanjutan ekosistem olahraga nasional. Dengan dukungan penuh dari Kemenpar, ajang ini diharapkan tidak hanya sekadar kompetisi, tetapi juga menjadi festival olahraga yang meriah. Ribuan peserta dari berbagai negara diprediksi akan memadati lokasi acara untuk berkompetisi sekaligus berlibur.
Selain aspek prestasi atlet, penyelenggaraan di Bali juga bertujuan untuk menggerakkan roda ekonomi di sekitar lokasi acara. Sektor perhotelan, UMKM, hingga jasa transportasi lokal diprediksi akan merasakan lonjakan permintaan yang positif. Keberhasilan acara ini nantinya akan menjadi tolok ukur penting bagi penyelenggaraan event olahraga internasional lainnya di masa depan.
Pemerintah optimistis bahwa sinergi antara olahraga akuatik dan pariwisata akan memperkokoh posisi Indonesia sebagai destinasi unggulan dunia. Dengan pengelolaan yang profesional, potensi laut Indonesia bisa menjadi magnet utama bagi para pencinta olahraga ekstrem dan rekreasi. PB Akuatik Indonesia dan Kemenpar akan terus mengawal persiapan ini hingga hari pelaksanaan tiba.