Uptodai.com - Arsenal membuat gebrakan besar pada bursa transfer musim panas lalu ketika mereka berani menggelontorkan dana fantastis demi mendapatkan penyerang Swedia, Viktor Gyokeres. Ekspektasi publik sangat tinggi, mengingat biaya transfer yang mencapai 64 juta poundsterling atau setara Rp1,3 triliun.

Ia digadang-gadang sebagai kepingan terakhir yang akan menyempurnakan ambisi juara The Gunners. Namun, hingga paruh kedua musim berjalan, statistik suram Viktor Gyokeres justru menjadi sorotan utama. Ia gagal memenuhi peran sebagai ujung tombak yang diharapkan Mikel Arteta, bahkan cenderung menjadi penumpang dalam laju impresif tim yang kini memimpin klasemen.

Minim Kontribusi Gol di Tengah Dominasi Arsenal

Meskipun Arsenal tampil dominan dan memimpin perburuan gelar Liga Inggris, performa individu Gyokeres tergolong mengecewakan. Angka-angka menunjukkan bahwa penyerang berusia 27 tahun ini kesulitan menemukan ketajamannya di kompetisi paling elite Inggris.

Dari 15 penampilan terakhirnya di Premier League, Gyokeres hanya mampu mencetak satu gol yang berasal dari situasi open play. Angka ini jelas sangat jauh dari standar striker utama klub yang bercita-cita meraih trofi. Padahal, peran sentral seorang penyerang di sistem Arteta sangat krusial untuk mengonversi peluang yang diciptakan oleh gelandang kreatif seperti Martin Odegaard dan Bukayo Saka.

Kondisi ini semakin ironis mengingat Arsenal mampu melaju kencang, unggul enam poin di puncak klasemen. Kemenangan-kemenangan tersebut seringkali didapatkan berkat kontribusi merata dari lini tengah dan sayap, bukan dari ketajaman penyerang tengah mereka yang mahal.

Kalah Jauh dalam Duel Fisik dan Udara

Data statistik dari Opta semakin memperburuk citra Gyokeres. Masalahnya tidak hanya terletak pada minimnya gol, tetapi juga pada inefisiensi dalam aspek fisik, padahal ia memiliki postur menjulang dengan tinggi sekitar 188 cm.

Rata-rata duel suksesnya hanya mencapai 3,06 per pertandingan. Angka tersebut menempatkannya di peringkat ke-46 dari 53 penyerang Premier League yang telah bermain minimal 800 menit musim ini. Ini menunjukkan bahwa ia tidak dominan dalam perebutan bola di sepertiga akhir lapangan.

Kemampuan duel udara pun tidak banyak membantu. Gyokeres hanya mencatatkan 1,32 duel udara sukses per laga, menjadikannya berada di posisi ke-24 dalam kategori tersebut. Data ini terasa kontras dengan ekspektasi terhadap seorang striker bertubuh besar di Liga Inggris. Ironisnya, selama musim terakhirnya yang produktif bersama Sporting Lisbon, ia bahkan tidak mencetak satu gol pun lewat sundulan kepala.

Peran Gyokeres yang Tidak Efektif Sebagai Juru Kunci Serangan

Sebagai penyerang tengah yang diharapkan menjadi titik tumpu, Gyokeres juga dinilai kurang efektif dalam membangun permainan tim. Hingga kini, ia belum mencatatkan satu assist pun di semua kompetisi, menandakan kurangnya kontribusi dalam kreasi peluang.

Rata-rata sentuhan bolanya sangat rendah, hanya 24,38 per pertandingan. Angka ini merupakan yang terburuk ketiga di antara para striker Premier League yang bermain reguler. Keterlibatannya dalam alur serangan sering terputus, membuat transisi serangan Arsenal terasa kurang cair.

Meskipun demikian, ada satu statistik yang cukup menarik perhatian. Gyokeres cukup sering berada di kotak penalti lawan dengan rata-rata 6,25 sentuhan per pertandingan, menempatkannya di posisi ketujuh dalam daftar striker. Sayangnya, kehadiran yang intensif di area berbahaya tersebut tidak mampu ia konversi menjadi gol maupun umpan kunci.

Kontribusinya bahkan semakin dipertanyakan dalam laga-laga besar. Contohnya saat Arsenal berhadapan dengan Liverpool tengah pekan lalu, Gyokeres hanya menyentuh bola sebanyak delapan kali sepanjang pertandingan, termasuk saat ia melakukan kick-off. Statistik umpannya pun tak jauh berbeda, dengan rata-rata 6,74 operan sukses per laga, kembali menempatkannya di papan bawah daftar striker utama liga.

Minimnya kontribusi ini menjadi pekerjaan rumah besar bagi Mikel Arteta. Pelatih asal Spanyol tersebut harus segera menemukan cara untuk mengintegrasikan Viktor Gyokeres lebih baik ke dalam sistem, atau The Gunners terpaksa harus mengakui bahwa investasi besar mereka pada musim panas lalu belum membuahkan hasil yang diharapkan.