Uptodai.com - Kepemimpinan wasit Majed Mohammed Al Shamrani dalam laga krusial antara Persib Bandung melawan Ratchaburi FC memicu kemarahan besar dari pihak manajemen Maung Bandung. Komisaris PT Persib Bandung Bermartabat, Umuh Muchtar, tidak mampu menyembunyikan kekecewaannya setelah melihat performa sang pengadil lapangan di Stadion Gelora Bandung Lautan Api.

Meskipun Persib berhasil mengamankan kemenangan tipis 1-0 pada Rabu (18/2/2026), hasil tersebut tetap tidak mampu menyelamatkan langkah mereka. Pangeran Biru resmi tersingkir dari ajang AFC Champions League Two 2025-2026 di babak 16 besar. Namun, sorotan utama justru tertuju pada keputusan-keputusan kontroversial yang diambil oleh wasit sepanjang pertandingan berlangsung.

Kekecewaan suporter memuncak hingga memicu aksi pitch invasion oleh ratusan Bobotoh sesaat setelah laga berakhir. Situasi di dalam stadion sempat menjadi tidak terkendali dengan adanya insiden penyerangan terhadap fotografer dan petugas keamanan atau steward. Kejadian ini mencoreng citra Persib yang tengah berupaya mengharumkan nama Indonesia di kancah sepak bola Asia.

Kritik Pedas Umuh Muchtar Terhadap Kinerja Wasit FIFA

Umuh Muchtar memberikan pernyataan yang sangat tajam terkait kualitas kepemimpinan wasit Majed Mohammed Al Shamrani yang dianggap tidak standar. Menurutnya, performa wasit asal Arab Saudi tersebut jauh di bawah ekspektasi untuk level kompetisi bergengsi sekelas Asia. Ia bahkan membandingkan kualitas wasit tersebut dengan pengadil di kompetisi domestik Indonesia.

“Ya itu wasit, sangat parah. Itu baru kejadian saya nonton bola di mana pun juga, apalagi ini setingkat Asia ya,” ujar Umuh dengan nada bicara yang tinggi pada Kamis (19/2/2026). Ia merasa heran bagaimana wasit berlisensi FIFA bisa menunjukkan performa yang sangat merugikan salah satu tim dalam pertandingan internasional.

Pria yang akrab disapa Pak Haji ini menambahkan bahwa selama ini wasit di Indonesia sering mendapatkan kritik tajam dari berbagai pihak. Namun, menurut pandangannya, kinerja wasit pada laga melawan Ratchaburi FC jauh lebih buruk dari apa yang pernah ia saksikan sebelumnya. “Wasit bagaimana dibilang Indonesia jelek-jelek, tidak sejelek seperti ini. Ini wasit FIFA ya, gila ini keterlaluan,” tegasnya.

Dampak Kericuhan Bobotoh dan Ancaman Sanksi Berat

Selain menyoroti kepemimpinan wasit Majed Mohammed Al Shamrani, Umuh Muchtar juga sangat menyayangkan tindakan anarkis yang dilakukan oleh oknum suporter. Ia memahami bahwa rasa frustrasi Bobotoh berakar dari ketidakadilan di lapangan, namun kekerasan bukanlah solusi yang tepat. Aksi masuk ke lapangan tersebut justru menempatkan posisi klub dalam bahaya besar terkait sanksi disiplin.

Umuh mengkhawatirkan konsekuensi jangka panjang yang harus ditanggung oleh Persib Bandung akibat ulah suporter tersebut. Ia mempertanyakan siapa yang akan bertanggung jawab jika terjadi insiden yang lebih fatal, seperti pembakaran fasilitas atau pemukulan fisik terhadap perangkat pertandingan. Baginya, menjaga nama baik klub di level internasional jauh lebih penting daripada meluapkan emosi sesaat.

Pihak manajemen kini tengah bersiap untuk mengambil langkah formal guna menyikapi ketidakadilan yang mereka rasakan. Persib berencana melakukan koordinasi intensif dengan operator liga, I.League, untuk mengajukan nota keberatan resmi. Langkah ini diambil agar otoritas sepak bola Asia menyadari adanya masalah serius dalam penugasan wasit di kompetisi tersebut.

Manajemen Persib Bandung Tempuh Jalur Resmi

Umuh Muchtar menegaskan bahwa kekalahan adalah hal yang lumrah dalam dunia olahraga, selama prosesnya berjalan dengan jujur dan adil. Ia menekankan bahwa manajemen tidak mempermasalahkan hasil akhir jika pertandingan dipimpin dengan integritas tinggi. Namun, cara kekalahan yang dipicu oleh faktor non-teknis seperti wasit adalah hal yang sulit diterima.

“Sebenarnya kalau masalah kalah, tidak ada masalah kalah, ya kalah lah. Di mana pun juga ada kalah, ada menang, tapi jangan dengan cara begini,” ungkap Umuh menutup pernyataannya. Ia berharap kejadian memilukan ini menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak, baik bagi penyelenggara kompetisi maupun bagi pendukung setia Persib.

Ke depannya, Umuh percaya bahwa mayoritas Bobotoh masih memiliki kedewasaan untuk menjaga marwah tim kebanggaan Jawa Barat tersebut. Ia mengajak seluruh elemen tim untuk tetap solid dan tidak terprovokasi oleh situasi yang dapat merugikan perjuangan Persib di masa depan. Manajemen berkomitmen akan terus berjuang di jalur diplomasi demi keadilan bagi skuad Maung Bandung.