Uptodai.com - Dua raksasa teknologi asal China, Xiaomi dan Huawei, kini tidak hanya bersaing di pasar smartphone global, tetapi juga di lintasan aspal industri otomotif. Mereka sama-sama menunjukkan Ambisi Xiaomi Huawei Mobil Listrik yang makin agresif, didukung oleh data kinerja yang solid dan strategi konsolidasi ekosistem yang cerdas.

Xiaomi, yang baru saja meluncurkan model pertamanya, kini menatap masa depan dengan target yang jauh lebih tinggi. Sementara itu, Huawei memilih jalur kolaborasi mendalam, menyatukan kekuatan dengan mitra manufaktur untuk mendominasi segmen Kendaraan Energi Baru (NEV).

Strategi Agresif Xiaomi: Melampaui Target dan Momentum Produksi

Xiaomi telah memaparkan peta jalan strategis yang ambisius untuk tahun 2026. Perusahaan menargetkan penjualan tahunan mencapai 550.000 unit kendaraan, sebuah angka yang mencerminkan kepercayaan diri yang besar di pasar EV global.

Target tersebut muncul setelah perusahaan mencatatkan kinerja luar biasa pada tahun 2025. Pada periode tersebut, Xiaomi berhasil mengirimkan sekitar 410.000 kendaraan, melampaui proyeksi awal mereka yang hanya 300.000 unit. Pencapaian yang melampaui ekspektasi ini memberikan momentum dan fondasi kuat bagi percepatan pertumbuhan unit otomotif Xiaomi.

Tonggak sejarah penting lainnya dirayakan pada November lalu, ketika unit kendaraan listrik Xiaomi Corp berhasil mencetak rekor. Mobil ke-500.000-nya keluar dari jalur produksi di pabrik Beijing, menandai kecepatan manufaktur yang luar biasa.

Pencapaian setengah juta unit ini diraih hanya dalam waktu 602 hari, atau kurang dari 20 bulan, setelah peluncuran resmi model perdana mereka, SU7, pada 28 Maret 2024. Lei Jun, pendiri dan CEO Xiaomi, menegaskan bahwa kecepatan ini membuktikan validasi penuh terhadap kemampuan komprehensif unit otomotif Xiaomi, mulai dari penelitian, pengembangan, manufaktur, hingga layanan purna jual.

Pencapaian produksi ini juga didukung oleh laporan pendapatan kuartal yang solid. Pada kuartal ketiga tahun 2025, Xiaomi mengirimkan lebih dari 100.000 kendaraan, sebuah rekor pengiriman dalam satu kuartal. Angka ini merupakan lonjakan signifikan sebesar 173,4 persen secara tahunan.

Total pengiriman selama tiga kuartal pertama tahun 2025 melampaui 260.000 unit. Bahkan, pada September dan Oktober, perusahaan mencatatkan pengiriman lebih dari 40.000 kendaraan per bulan, menunjukkan bahwa permintaan pasar terhadap SU7 dan model turunannya terus meningkat tajam.

Langkah Konsolidasi Huawei Lewat Aliansi Cerdas

Berbeda dengan Xiaomi yang fokus pada merek tunggal, pesaing utamanya, Huawei, memilih jalur kolaborasi untuk memperkuat posisinya. Huawei berupaya meningkatkan kehadirannya di pasar otomotif melalui Harmony Intelligent Mobility Alliance (HIMA).

Aliansi ini terdiri dari lima merek mobil yang dikembangkan Huawei bersama produsen mobil China. Pada Desember, HIMA mengumumkan bahwa mereka akan menyatukan standar dan sumber daya untuk semakin memperkuat posisi mapan mereka di pasar NEV China yang sangat kompetitif.

Para eksekutif Huawei dan mitra otomotifnya—yaitu Seres, Chery, BAIC, JAC, dan SAIC—sepakat untuk memperdalam kerja sama. Fokus utama kolaborasi ini mencakup platform software, jaringan layanan, infrastruktur pengisian daya, dan upaya pemasaran bersama.

Yu Chengdong, kepala bisnis mobil pintar Huawei, menjelaskan bahwa langkah ini menandakan pergeseran strategi. “Ini adalah pergeseran dari upaya yang terisolasi menuju kolaborasi berbasis ekosistem,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa standar yang disatukan dan sumber daya bersama akan membantu memberikan nilai yang lebih konsisten dan premium kepada pengguna.

Pertarungan Ekosistem Teknologi di Jalan Raya

Kolaborasi strategis ini mencakup semua merek yang beroperasi di bawah payung Harmony Intelligent Mobility Alliance, yaitu Aito, Luxeed, Stelato, Maextro, dan Shangjie. Secara gabungan, aliansi ini menciptakan front terpadu yang mampu menantang dominasi produsen EV tradisional dan pemain baru yang agresif.

Konsolidasi sumber daya ini memungkinkan pengembangan teknologi yang lebih cepat dan efisien. Misalnya, standarisasi infrastruktur pengisian daya dan integrasi software HarmonyOS di seluruh merek HIMA memberikan pengalaman pengguna yang mulus dan terintegrasi.

Pada akhirnya, persaingan antara Xiaomi dan Huawei di sektor mobil listrik bukan hanya tentang siapa yang menjual unit terbanyak. Ini adalah pertarungan ekosistem teknologi, di mana kecepatan produksi Xiaomi berhadapan dengan kekuatan aliansi terpadu Huawei dalam mendefinisikan masa depan Kendaraan Energi Baru di China dan pasar global.