Belanja AI di Indonesia Diprediksi Tembus Rp100 Triliun pada 2030
Uptodai.com - Proyeksi nilai belanja AI di Indonesia diperkirakan akan mengalami lonjakan drastis hingga menyentuh angka Rp100 triliun pada tahun 2030 mendatang. Angka fantastis ini mencerminkan betapa besarnya potensi pasar kecerdasan buatan yang mulai merambah berbagai lini industri di tanah air.
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk melihat fenomena ini sebagai peluang emas sekaligus tantangan besar bagi kedaulatan digital nasional. Pertumbuhan investasi di sektor ini terus menunjukkan tren positif seiring dengan meningkatnya kebutuhan efisiensi di sektor publik maupun swasta.
Pertumbuhan Adopsi AI yang Masif di Indonesia
VP IT Digital Strategy & Performance Telkom, Jokoadi Wibowo, mengungkapkan bahwa teknologi kecerdasan buatan bukan sekadar tren sesaat. Secara global, AI telah menjadi fondasi teknologi yang akan terus berkembang dan bertahan dalam jangka panjang.
Hal ini terlihat dari tingkat adopsi di berbagai negara yang menunjukkan konsistensi pertumbuhan tahunan di level dua digit. Indonesia sendiri memiliki posisi yang cukup unik dalam peta persaingan teknologi global saat ini.
Meskipun tingkat adopsi belanja AI di Indonesia saat ini masih tertinggal dari beberapa negara maju, namun kecepatan pertumbuhannya justru sangat mengejutkan. Indonesia mencatatkan growth rate atau tingkat pertumbuhan tertinggi dibandingkan dengan negara-negara lain di kawasan.
Pernyataan tersebut disampaikan Jokoadi dalam ajang Tech & Telco Forum 2026 yang berlangsung di Menara Bank Mega, Jakarta. Ia menekankan bahwa pada tahun 2030, nilai pasar pengeluaran AI di tanah air diprediksi akan melampaui ambang batas Rp100 triliun.
Dorongan Transformasi Digital di Berbagai Sektor
Peningkatan investasi teknologi digital ini dipicu oleh kesadaran pelaku industri akan pentingnya otomatisasi dan pengolahan data yang akurat. Mulai dari sektor manufaktur, perbankan, hingga layanan kesehatan mulai mengintegrasikan solusi berbasis kecerdasan buatan.
Pemerintah juga terus mendorong transformasi digital di instansi pelayanan publik untuk menciptakan birokrasi yang lebih responsif. Penggunaan AI diharapkan mampu memangkas waktu proses administrasi yang selama ini dianggap berbelit-belit oleh masyarakat luas.
Selain itu, sektor retail dan e-commerce di Indonesia juga menjadi motor penggerak utama dalam pemanfaatan algoritma cerdas. Personalisasi layanan pelanggan menjadi kunci utama bagi perusahaan untuk tetap kompetitif di tengah persaingan pasar yang semakin ketat.
Urgensi Kesiapan Infrastruktur Digital
Besarnya nilai belanja AI di Indonesia tentu menuntut kesiapan infrastruktur pendukung yang mumpuni. Telkom terus berupaya memperkuat jaringan konektivitas dan pusat data (data center) untuk menampung beban kerja komputasi AI yang sangat besar.
Tanpa dukungan infrastruktur yang stabil, potensi ekonomi digital tersebut sulit untuk terealisasi secara maksimal. Oleh karena itu, kolaborasi antara pemerintah dan penyedia layanan telekomunikasi menjadi sangat krusial dalam beberapa tahun ke depan.
Kebutuhan akan talenta digital yang ahli di bidang data science dan machine learning juga menjadi aspek yang tidak boleh terabaikan. Peningkatan kompetensi sumber daya manusia lokal akan memastikan bahwa Indonesia tidak hanya menjadi pasar, tetapi juga pemain aktif dalam ekosistem AI global.