Uptodai.com - Departemen Kehakiman Amerika Serikat (AS) baru-baru ini merilis jutaan halaman dokumen tambahan yang sangat sensitif terkait Jeffrey Epstein. Rilis tersebut mencakup lebih dari 2.000 video dan 180 ribu gambar, serta berbagai korespondensi yang melibatkan figur-figur publik terkemuka dunia.

Di antara tumpukan data yang mengejutkan tersebut, terungkaplah pertukaran email antara Epstein dengan miliarder teknologi, Elon Musk. Isi komunikasi ini menunjukkan adanya ketertarikan Musk untuk mengunjungi pulau pribadi Epstein, yang kini dikenal sebagai lokasi skandal seks mengerikan.

Isi Chat Elon Musk dan Epstein: Minta Diajak ke ‘Pesta Liar’

Chat Elon Musk dan Epstein yang paling menyorot perhatian publik terjadi pada Oktober 2012. Dalam email tersebut, Musk secara eksplisit bertanya mengenai kemungkinan menghadiri sebuah ‘pesta liar’ yang kabarnya diadakan di pulau milik Epstein.

Musk saat itu tengah berlibur bersama pasangannya, aktris Talulah Riley, di St. Barts, sebuah pulau di Karibia yang lokasinya tidak jauh dari pulau Epstein. “Dunia butuh lebih banyak romansa,” tulis Musk dalam korespondensi tersebut, mengisyaratkan keinginan untuk bertemu.

Komunikasi tersebut berlanjut setahun kemudian, tepatnya pada November 2013. Kali ini, Epstein yang mengambil inisiatif untuk mengundang CEO Tesla tersebut. Epstein menawarkan Musk untuk datang ke pulau pribadinya menggunakan helikopter pribadinya.

Undangan Helikopter dan Jadwal Pesta Meriah

Epstein kemudian menanyakan secara detail berapa banyak orang yang akan ikut dalam penerbangan helikopter tersebut. Musk menjawab bahwa hanya dia dan Riley yang akan ikut, seraya kembali menanyakan kapan waktu yang paling tepat untuk menghadiri pesta paling meriah di pulau itu.

Pada Desember 2013, ketika musim liburan Natal dan Tahun Baru tiba, Musk kembali mengirimkan email. Ia kembali bertanya kapan waktu yang pas untuk melakukan kunjungan ke pulau Epstein, mengingat ia masih berada di St. Bart untuk berlibur.

Epstein merespons dengan menjanjikan akan mengirimkan helikopternya untuk menjemput Musk. Bahkan, pada 25 Desember 2013, Musk kembali menanyakan apakah ia bisa datang sehari lebih awal dari tanggal yang telah dijanjikan oleh Epstein.

Bantahan Keras Elon Musk dan Urusan Bisnis SolarCity

Meskipun korespondensi tersebut menunjukkan upaya yang berulang kali untuk mengatur pertemuan, CNBC Internasional belum dapat mengonfirmasi apakah Musk benar-benar pernah menginjakkan kaki di pulau kontroversial tersebut. Namun demikian, Musk sendiri telah memberikan bantahan keras mengenai hal ini.

Secara publik, Musk menegaskan bahwa ia menolak semua bujukan Epstein untuk datang ke pulau tersebut. “Epstein mencoba membujuk saya pergi ke pulaunya, dan saya MENOLAK,” tulisnya dalam sebuah pernyataan di media sosial, mencoba membersihkan namanya dari skandal tersebut.

Selain pembahasan mengenai pesta dan kunjungan, email yang dirilis juga mengungkapkan adanya komunikasi yang bersifat bisnis. Pada Oktober 2012, Epstein pernah bertanya kepada Musk mengenai pemasangan panel surya.

Panel surya tersebut rencananya akan digunakan untuk mengalirkan listrik ke peternakannya di New Mexico atau bahkan ke pulau pribadinya. Musk kemudian meneruskan email Epstein tersebut kepada sepupunya, Peter Rive, yang merupakan salah satu pendiri SolarCity.

Musk diketahui telah berinvestasi besar di SolarCity dan menjabat sebagai dewan direksi sebelum akhirnya perusahaan tersebut diakuisisi oleh Tesla pada tahun 2016. Komunikasi ini menunjukkan bahwa hubungan antara Musk dan Epstein tidak hanya terbatas pada undangan sosial, tetapi juga menyentuh potensi transaksi bisnis energi terbarukan.