Uptodai.com - Sebuah laporan terbaru menunjukkan bahwa Durasi Penggunaan Layar HP Indonesia mencatatkan rekor yang sangat tinggi, menempatkan negara ini pada posisi teratas di kawasan Asia Tenggara. Data mencengangkan ini mengindikasikan bahwa masyarakat Indonesia kini memiliki tingkat ketergantungan yang luar biasa parah terhadap perangkat mobile.

Sepanjang tahun 2025, total waktu yang dihabiskan warga Indonesia untuk menjelajahi berbagai aplikasi di ponsel mencapai angka 414 miliar jam. Angka ini tidak hanya besar, tetapi juga menunjukkan adanya pertumbuhan signifikan sebesar 3,8% dibandingkan periode tahun sebelumnya, memperkuat tren digitalisasi yang semakin intensif di Tanah Air.

Indonesia Rajai Durasi Penggunaan HP Global

Secara global, Indonesia berhasil masuk dalam daftar tiga besar negara yang paling ‘kecanduan’ terhadap layar ponsel. Rata-rata waktu yang dihabiskan masyarakat dunia untuk menggulir layar HP sendiri berada di kisaran 3,6 jam per hari.

Namun, Indonesia jauh melampaui rata-rata tersebut. Dalam daftar global, Indonesia hanya kalah dari India yang dinobatkan sebagai ‘raja’ penggunaan perangkat mobile. Warga India tercatat menghabiskan waktu hingga 1,2 triliun jam di depan layar ponsel sepanjang tahun 2025.

Sementara itu, Amerika Serikat, yang sering dianggap sebagai pusat inovasi teknologi, harus puas berada di posisi ketiga. Sepanjang tahun yang sama, warga AS menghabiskan waktu 385 miliar jam di depan layar HP, selisih cukup jauh di bawah capaian Indonesia.

Mengapa Indonesia Ungguli Negara Raksasa Teknologi?

Menariknya, China, yang merupakan salah satu produsen aplikasi mobile terbesar di dunia, ternyata tidak sefanatik warga RI dalam menjelajahi layar HP. China berada di peringkat kesembilan secara global dengan total durasi penggunaan mencapai 148 miliar jam pada tahun 2025.

Perlu dicatat bahwa data yang dikumpulkan oleh Sensor Tower untuk pasar China hanya mencakup penggunaan pada perangkat iOS. Keterbatasan data pengguna Android ini mungkin menyebabkan angka total China terlihat lebih rendah dibandingkan India atau Indonesia.

Indonesia Nomor Satu di Asia Tenggara

Dalam konteks Asia Tenggara, dominasi Indonesia terhadap durasi penggunaan ponsel tidak tertandingi. Indonesia memimpin jauh di atas negara-negara tetangga yang juga memiliki populasi pengguna internet yang besar.

Filipina dan Vietnam, yang berada di bawah Indonesia, secara global hanya menempati urutan ke-8 dan ke-11. Thailand menyusul di peringkat ke-15. Negara-negara lain seperti Malaysia, Singapura, Myanmar, Brunei Darussalam, dan Laos bahkan tidak masuk dalam daftar ‘Top 20’ dunia.

Data ini memperlihatkan betapa dalamnya penetrasi perangkat mobile dan ekosistem aplikasi telah mengakar dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia, menjadikannya pasar yang sangat vital bagi industri teknologi global.

Aplikasi Media Sosial dan Drama Pendek Jadi Penyedot Waktu Utama

Lantas, apa saja jenis aplikasi yang paling banyak menyita waktu warga Indonesia? Menurut laporan Sensor Tower, masyarakat Indonesia paling banyak menghabiskan waktu untuk menjajal media sosial.

TikTok berada di urutan pertama sebagai aplikasi media sosial yang paling sering diakses di Tanah Air. Selain media sosial, kategori aplikasi short drama (drama pendek) menunjukkan pertumbuhan yang sangat eksplosif.

Aplikasi short drama seperti Melolo mencatat peningkatan unduhan hingga 329% sepanjang tahun 2025. Fenomena ini membuktikan bahwa industri hiburan cepat saji, yang menawarkan konten drama dalam durasi singkat, telah menjadi opsi baru yang sangat digemari oleh masyarakat Indonesia.

Selain media sosial dan hiburan, beberapa kategori aplikasi lain yang menjadi ‘langganan’ kunjungan warga Indonesia adalah utilitas, multimedia, perbankan dan dompet digital, termasuk pinjaman online (pinjol), aplikasi streaming OTT, aplikasi pesan singkat, telekomunikasi, dan e-commerce. Tingginya Durasi Penggunaan Layar HP Indonesia mencerminkan bahwa ponsel telah menjadi pusat utama aktivitas ekonomi, sosial, dan hiburan.